Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Nafkah

Menghitung Kekayaan Hary Tanoe, Taipan Media Pilih Tanding Merangkap Pemimpin Perindo

Redaksi oleh Redaksi
7 Maret 2018
A A
Nafkah-Hary-Tanoe-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tahun politik sudah ada di depan mata. Rasanya, akan sangat durhaka bagi Mojok Institute jika rubrik Nafkah tidak menurunkan tulisan tentang kekayaan tokoh-tokoh politik yang kemungkinan akan menjadi kombatan di perhelatan Pemilu mendatang.

Nah, dalam edisi Nafkah kali ini, kita akan mengulik kekayaan salah satu tokoh yang paling bertanggung jawab terhadap kebiasaan anak-anak Indonesia yang doyan menyanyikan lagu Mars Perindo. Sosok ini tak lain dan tiada bukan adalah Hary Tanoesoedibjo atau yang lebih akrab dipanggil Hary Tanoe, Ketua sekaligus pendiri Partai Perindo.

Hary Tanoe adalah sosok yang namanya harus selalu dibaca satu tarikan napas dengan kekayaan. Dalam daftar yang dirilis oleh Majalah Forbes akhir tahun 2017 lalu, ia masuk dalam daftar elit 50 orang terkaya di Indonesia.

Hary Tanoe adalah satu dari sedikit konglomerat yang sukses menjadi taipan media. Ia adalah pemilik dari MNC group. Sebuah grup bisnis yang bergerak di banyak bidang, dari mulai media, properti, finansial, sampai transportasi.

Salah satu sumber pendapatan bisnis terbesar Hary Tanoe adalah dari MNC Media, salah satu anak perusahaan dari MNC group yang begerak khusus di bidang media. MNC Media membawahi puluhan perusahaan media baik televisi, radio, online, sampai cetak. RCTI, MNC TV dan Global TV adalah tiga stasiun televisi paling terkenal yang bernaung di bawah MNC Media.

Pendapatan iklan hanya dari 3 stasiun televisi ini dalam satu tahun bisa mencapai Rp5,92 triliun. Salah satu jumlah terbanyak di antara seluruh jaringan stasiun televisi yang lain.

Selain televisi free-to-air, MNC Media juga punya pendapatan besar dari produk televisi berlangganan yaitu MNC Sky Vision. Pendapatan dari sektor televisi berlangganan ini mencapai Rp3,27 triliun.

Lalu kemudian ada MNC Kapital yang jumlah pendapatan per tahunnya mencapai Rp1,03 triliun.

Pada sektor properti, MNC Land berhasil menghasilkan keuntungan Rp1 triliun.

Nah, itu baru segelintir pendapatan yang didapat oleh perusahaan-perusahaan yang dipimpin oleh Hary Tanoe. Di luar itu, masih ada banyak lagi perusahaan-perusahaan lainnya yang tak kalah besar pendapatannya seperti PT Media Nusantara Informasi (Koran Sindo), MNC Media Investment Ltd (termasuk Okezone dan Sindonews), PT Global Transport Services, PT MNC Energi, MNC Bank, MNC Insurance, dan masih banyak lagi.

Dengan perusahaan yang menggurita di mana-mana itu, lantas, berapakah total kekayaan Hary Tanoe?

Berdasarkan hitungan yang dilakukan oleh Forbes, Total kekayaan Hary Tanoe adalah sebesar US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp15,1 triliun. Jumlah itu membuat dirinya bertengger di urutan 19 daftar orang terkaya di Indonesia.

Bayangkan, Rp15,1 triliun pemirsah. Itu kalau angka nol-nya diurai, jadinya Rp15.100.000.000.000,-

Uang sebanyak itu, kalau buat bikin kaos Perindo, seluruh orang Indonesia kebagian semua.

Iklan

Uang sebanyak itu, kalau buat bayar pengamen buat nyanyi Mars Perindo, sampai kiamat juga nggak bakal habis.

Hary tanoe

Terakhir diperbarui pada 7 Maret 2018 oleh

Tags: hary tanoemncPerindo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

ganjar pranowo cari suara di masterchef indonesia
Video

Netizen Sindir Ganjar Pranowo Saat Tampil di Masterchef Indonesia

5 Desember 2023
Hary Tanoesoedibjo Sekeluarga Maju Caleg DPR dari Perindo, semua beda dapil
Video

Hary Tanoesoedibjo Sekeluarga Maju Caleg DPR dari Perindo, Semua Beda Dapil

25 Agustus 2023
aldi taher nyaleg mojok.co
Kotak Suara

Nyaleg dari Dua Partai seperti Aldi Taher, Emang Boleh? 

24 Mei 2023
Indonesia Perlu Banyak Pemuda Kayak Warren Tanoesoedibjo Sang Penyelamat Lelang Motor Jokowi
Esai

Indonesia Perlu Banyak Pemuda Kayak Warren Tanoesoedibjo Sang Penyelamat Lelang Motor Jokowi

27 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ibu terpaksa menitipkan anak di daycare karena orang tua harus bekerja

Ibu Menitipkan Anak di Daycare Bukan Tak Tanggung Jawab, Mengusahakan “Aman” Malah Diganjar Trauma Kekerasan

26 April 2026
Gaji magang di Jakarta bisa beli iPhone gak kayak kerja di Jogja

Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita

28 April 2026
Tahlilan ibu-ibu di desa: acaranya positif tapi ternodai kebiasaan gibah dan maido MOJOK.CO

Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

28 April 2026
mabar game online.MOJOK.CO

Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar

23 April 2026
Menormalisasi pakai jasa porter di stasiun kereta api MOJOK.CO

Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

23 April 2026
Tidak install game online seperti Mobile Legend (ML) buat mbar di tongkrongan dianggap tidak asyik dan tidak punya hiburan MOJOK.CO

Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda

25 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.