• 60
    Shares

MOJOK.CO – Kisah Titiek dan Prabowo sepertinya masih maju mundur. Akan menunggu sampai kapan hingga keduanya memilih untuk berlabuh? Apakah saling memposting foto saat bersama menjadi sebuah pertanda?

Kisah cinta Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto dan putri Presiden RI ke-2 Soeharto, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) memang selalu menjadi sorotan media. Pasalnya, perpisahan keduanya tidak seperti cerai sepasang suami istri pada umumnya. Mereka yang terpaksa berpisah akibat panasnya kondisi politik pasca kerusuhan Mei 1998, sering terlihat mesrah di banyak kesempatan.

Kali ini, keduanya seolah sama-sama sedang bernostalgia. Titiek dan Prabowo yang menikah pada Mei 1983 silam ini, saling mengunggah foto memori masa lalu di akun Instagram masing-masing.

Saling posting ini dimulai oleh Titiek. Ia memposting foto dirinya dengan caption manfaat air susu ibu (ASI) bagi bayi. Dalam kampanye manfaat minum susu ibu (ASI) di akun Instagramnya, @titiksoeharto, ia mengunggah sebuah foto lama. Dalam postingan tersebut, Titiek mengunggah kenangan lama saat masih bersama Prabowo Subianto sebagai pasangan suami istri.

Di foto tersebut nampak Prabowo yang berkemeja putih, berdiri di samping Titiek dan melihat ke arah putra pertama mereka, Ragowo Hediprasetyo (Didit) saat masih bayi yang tengah dipeluk Titiek di atas sebuah tempat tidur. Sedang Titiek sendiri tampak tersenyum ke arah kamera.

Baca juga:  Cawapres Bukan dari PKS Tak Apa, Yang Penting Dapat Jatah Wagub DKI Jakarta

Foto ini diduga diambil beberapa saat setelah Titiek melahirkan buah hatinya bersama Prabowo, sekitar Maret 1984.

Pose tersenyum Prabowo dalam foto tersebut juga mengundang banyak reaksi netizen. Netizen menilai hubungan keduanya dahulu begitu harmonis dan tampak serasi.

Netizen juga tidak fokus dengan topik ASInya, justru mereka mengutarakan harapan agar hubungan mereka yang tidak diketahui secara persis kapan bercerai ini, dapat dipersatukan dalam rumah tangga lagi

Foto tersebut diunggah di akun Instagram Titiek pada Rabu (1/8) kemarin, yang kebetulan juga diperingati sebagai Hari ASI Sedunia.

Unggahan Titiek tersebut seolah dibalas oleh Prabowo. Pada hari ini (4/8), Prabowo mengunggah foto lama saat ia masih muda. Ia mengunggah foto saat bersama Titiek dan keluarganya di akun Instagramnya. Tidak ada caption dalam foto yang diposting Prabowo ini. Namun nampaknya foto itu diambil saat bersama keluarga Prabowo.

Pada foto tersebut, Prabowo muda duduk di sebelah Titiek. Tangannya nampak memeluk Titiek dari belakang. Ada enam orang dewasa lain dan dua anak kecil dalam foto tersebut. Titiek dan Prabowo pun tampak tersenyum ke kamera.

Dalam postingan itu, ternyata Titiek ikut memberikan komentar dan me-mention akun Instagram Prabowo, “Salah satu momen terbaik mas @prabowo,” tulis Titiek pada kolom komentar.

Isu tentang rujuknya Titiek dan Prabowo juga sempat mewarnai Pilpres 2014 lalu. Dalam beberapa kesempatan keduanya bahkan sempat bertemu.

Baca juga:  Saran Ciamik Prabowo Tentang Serangan Fajar: Terima Uangnya, Pilih Sesuai Hati Nurani

Seperti diketahui, walaupun mereka sudah berpisah namun hubungan keduanya dapat dikatakan harmonis. Sebelumnya, Titiek bahkan dapat dikatakan membela pidato Prabowo tentang Indonesia bubar tahun 2030. Menurut Titiek, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut tidak bermaksud menyebut Indonesia akan bubar.

Menurut peneliti politik dari CSIS, Arya Fernandes, apa yang dilakukan Titiek dan Prabowo ini dinilai ingin menunjukkan dan menyentuh sisi humanis dari para pemilih di Pilpres 2019 mendatang. Foto-foto keduanya juga dianggap sebagai upaya memunculkan kembali memori pemilih tentang sosok Prabowo.

Arya juga menilai hal ini berkaitan dengan Pilpers 2019. Prabowo yang digadang-gadang menjadi capres ini akan punya pengaruh ke Partai Berkarya. Sehingga, Titiek yang saat ini menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya menjadikan faktor hubungan masa lalu sebagai salah satu pertimbangan untuk merapat ke Prabowo.

Oleh karena itu, faktor kedekatan hubungan masa lalu tersebut dijadikan pertimbangan untuk merapat ke Prabowo. Selain adanya alasan strategis lainnya seperti insentif politik yang didapat karena dari koalisi Prabowo. Pasalnya, di koalisi Jokowi sepertinya Partai Berkarya akan mendapatkan insentif yang lebih kecil karena sudah banyak partai yang merapat.

Cieee, yang CLBK khusus kalau mau Pilpres. Bakal rujuk beneran nggak nih? (A/L)

  • 60
    Shares


Tirto.ID
Loading...

No more articles