• 218
    Shares

MOJOK.CO Sepuluh hingga lima belas tahun yang lalu, WhatsApp dan Instagram belum menjadi primadona komunikasi yang digunakan banyak orang. 

Tentu saja, aplikasi chatting dan media sosial memegang peranan penting dalam masa-masa PDKT seseorang, terutama bagi kita-kita yang gebetannya banci kamera. Tapiii, bagaimana dengan masa PDKT kakak-kakak kita sebelum ini? Apakah mereka juga mengandalkan Instagram? Apakah mereka bahkan mengenal WhatsApp dan tahu pula fungsi stiker LINE?

Mojok Institute telah merangkum cara-cara PDKT zaman dulu yang tak kalah seru. Sepuluh hingga belasan tahun sebelum hari ini, tanpa harus kepo Instagram Story gebetan hanya untuk tahu tempat nongkrongnya, pejuang-pejuang angkatan atas (yang nggak atas-atas banget) memilih memaksimalkan sarana, aplikasi, dan media sosial berikut ini:

1. Wartel/Telepon Umum

Tanpa aplikasi dan media sosial yang lahir lewat kecanggihan teknologi, PDKT selalu bisa dilakukan dengan bantuan alat bernama telepon. Namun dulu, tidak semua rumah memiliki pesawat telepon. Alhasil, wartel dan telepon umum yang menggunakan koin pun menjadi pilihan laris.

Ah, nikmat sekali masa-masa itu: masa-masa yang tidak mengharuskan kita bermodalkan hape dan kuota—cukup bermodalkan uang receh saja~

2. mIRC

Masa-masa ini lahir terutama saat serangan warnet mulai menyerang. Aplikasi chatting mIRC digunakan melalui komputer dan memungkinkan kita bertemu dengan calon gebetan baru.

Yang khas dari mIRC adalah nickname yang bisa dipilih sesuka hati: 1) cewek_cute; 2) co_lagi_butuh; 3) d3wi.keind4h4n; 4) dan lain sebagainya. Sebagai kalimat perkenalan, mIRC memiliki cara yang khas, yaitu pertanyaan “ASL PLS?” (atau “ASL PLZ?”) yang kemudian bisa langsung dijawab atau malah balik ditanya dengan respons berupa “U1”.

Baca juga:  Teori Hilangnya Rong Rong dari Cerita Bona Gajah Kecil Berbelalai Panjang

FYI, “ASL PLS?” berasal dari singkatan “Age-sex-location, please?”  yang bisa dijawab dengan urutan usia-jenis kelamin-lokasi (contoh: 17-f-jogja). Lalu, respons berupa “U1” sendiri bermakna “You first” yang artinya meminta si penanya untuk terlebih dulu memberikan informasi data dirinya.

Umumnya, masa-masa perkenalan di mIRC akan berlanjut dengan bertukar link profil media sosial berikutnya, yaitu…

3. Friendster

Jauh sebelum Facebook menguasai Planet Bumi, Friendster telah terlebih dulu meracuni hidup kita semua. Meski jadul, Friendster memiliki beberapa keunggulan dibanding Facebook.

Dengan Friendster, kamu bisa melihat siapa saja yang telah mengunjungi profilmu. Fitur ini memang kurang menguntungkan kita-kita yang hobinya stalking, tapi sekaligus bikin berdebar-debar waktu kita melihat nama gebetan di daftar pengunjung profil Friendster.

Tampilan Friendster pun lebih fleksibel. Kita bisa menggunakan nama apa saja, se-alay apa saja, senorak apa saja, tanpa takut profil kita bakal dibekukan. Di sini, kita juga bisa mengganti jenis huruf, background, animasi glitter, hingga menambahkan video dan lagu. Yang paling tidak terlupakan, Friendster memiliki kolom testimoni!!!

Lucu, ya, betapa kita berlomba menilai gebetan di testimoninya demi dinilai juga olehnya di laman profil pribadi~

4. Mig33

Di zaman hape mulai rada canggih (sebagian besar sistem operasi masih menggunakan Symbian), muncullah aplikasi chatting fenomenal bernama Mig33. Mirip-mirip Tinder, Mig33 bisa menjadi awal mula menemukan gebetan idaman, lalu melancarkan serangan PDKT.

Baca juga:  Drama Kembalinya Awkarin yang Jual Akun Instagram ke Dirinya Sendiri

Di Mig33, kita bisa menemukan berbagai grup chat—yang disebut sebagai room—melalui kolom pencarian. Dari obrolan di grup inilah umumnya kita menemukan seseorang yang paling bersinar, lalu lanjut ke obrolan pribadi, hingga ujung-ujungnya bilang suka dan jadian online.  Eaaa~

5. Yahoo! Messenger

Sebelum Google menguasai jagat dunia maya, Yahoo pernah lebih dulu melakukannya. Dulu, kebanyakan alamat email dibuat melalui Yahoo, sebelum akhirnya Gmail dari Google menjadi lebih populer.

Yahoo melahirkan pula aplikasi chat yang tak kalah jago: Yahoo! Messenger (YM). Tampilannya yang sederhana tapi elegan pun membuat messenger client yang dikabarkan bakal tutup per Juli 2018 ini menjadi pilihan. Terlebih, untuk saling berkomunikasi, pengguna harus saling mengenal dan tersambung melalui daftar konta sebelumnya.

Yah, amanlah YM ini dari gangguan orang-orang ber-nickname aneh, seperti co_lagi_butuh itu!