Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

Nostalgia Masa PDKT Sebelum Ada WhatsApp dan Instagram

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
28 Juni 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sepuluh hingga lima belas tahun yang lalu, WhatsApp dan Instagram belum menjadi primadona komunikasi yang digunakan banyak orang. 

Tentu saja, aplikasi chatting dan media sosial memegang peranan penting dalam masa-masa PDKT seseorang, terutama bagi kita-kita yang gebetannya banci kamera. Tapiii, bagaimana dengan masa PDKT kakak-kakak kita sebelum ini? Apakah mereka juga mengandalkan Instagram? Apakah mereka bahkan mengenal WhatsApp dan tahu pula fungsi stiker LINE?

Mojok Institute telah merangkum cara-cara PDKT zaman dulu yang tak kalah seru. Sepuluh hingga belasan tahun sebelum hari ini, tanpa harus kepo Instagram Story gebetan hanya untuk tahu tempat nongkrongnya, pejuang-pejuang angkatan atas (yang nggak atas-atas banget) memilih memaksimalkan sarana, aplikasi, dan media sosial berikut ini:

1. Wartel/Telepon Umum

Tanpa aplikasi dan media sosial yang lahir lewat kecanggihan teknologi, PDKT selalu bisa dilakukan dengan bantuan alat bernama telepon. Namun dulu, tidak semua rumah memiliki pesawat telepon. Alhasil, wartel dan telepon umum yang menggunakan koin pun menjadi pilihan laris.

Ah, nikmat sekali masa-masa itu: masa-masa yang tidak mengharuskan kita bermodalkan hape dan kuota—cukup bermodalkan uang receh saja~

2. mIRC

Masa-masa ini lahir terutama saat serangan warnet mulai menyerang. Aplikasi chatting mIRC digunakan melalui komputer dan memungkinkan kita bertemu dengan calon gebetan baru.

Yang khas dari mIRC adalah nickname yang bisa dipilih sesuka hati: 1) cewek_cute; 2) co_lagi_butuh; 3) d3wi.keind4h4n; 4) dan lain sebagainya. Sebagai kalimat perkenalan, mIRC memiliki cara yang khas, yaitu pertanyaan “ASL PLS?” (atau “ASL PLZ?”) yang kemudian bisa langsung dijawab atau malah balik ditanya dengan respons berupa “U1”.

FYI, “ASL PLS?” berasal dari singkatan “Age-sex-location, please?”  yang bisa dijawab dengan urutan usia-jenis kelamin-lokasi (contoh: 17-f-jogja). Lalu, respons berupa “U1” sendiri bermakna “You first” yang artinya meminta si penanya untuk terlebih dulu memberikan informasi data dirinya.

Umumnya, masa-masa perkenalan di mIRC akan berlanjut dengan bertukar link profil media sosial berikutnya, yaitu…

3. Friendster

Jauh sebelum Facebook menguasai Planet Bumi, Friendster telah terlebih dulu meracuni hidup kita semua. Meski jadul, Friendster memiliki beberapa keunggulan dibanding Facebook.

Dengan Friendster, kamu bisa melihat siapa saja yang telah mengunjungi profilmu. Fitur ini memang kurang menguntungkan kita-kita yang hobinya stalking, tapi sekaligus bikin berdebar-debar waktu kita melihat nama gebetan di daftar pengunjung profil Friendster.

Tampilan Friendster pun lebih fleksibel. Kita bisa menggunakan nama apa saja, se-alay apa saja, senorak apa saja, tanpa takut profil kita bakal dibekukan. Di sini, kita juga bisa mengganti jenis huruf, background, animasi glitter, hingga menambahkan video dan lagu. Yang paling tidak terlupakan, Friendster memiliki kolom testimoni!!!

Lucu, ya, betapa kita berlomba menilai gebetan di testimoninya demi dinilai juga olehnya di laman profil pribadi~

4. Mig33

Di zaman hape mulai rada canggih (sebagian besar sistem operasi masih menggunakan Symbian), muncullah aplikasi chatting fenomenal bernama Mig33. Mirip-mirip Tinder, Mig33 bisa menjadi awal mula menemukan gebetan idaman, lalu melancarkan serangan PDKT.

Iklan

Di Mig33, kita bisa menemukan berbagai grup chat—yang disebut sebagai room—melalui kolom pencarian. Dari obrolan di grup inilah umumnya kita menemukan seseorang yang paling bersinar, lalu lanjut ke obrolan pribadi, hingga ujung-ujungnya bilang suka dan jadian online.  Eaaa~

5. Yahoo! Messenger

Sebelum Google menguasai jagat dunia maya, Yahoo pernah lebih dulu melakukannya. Dulu, kebanyakan alamat email dibuat melalui Yahoo, sebelum akhirnya Gmail dari Google menjadi lebih populer.

Yahoo melahirkan pula aplikasi chat yang tak kalah jago: Yahoo! Messenger (YM). Tampilannya yang sederhana tapi elegan pun membuat messenger client yang dikabarkan bakal tutup per Juli 2018 ini menjadi pilihan. Terlebih, untuk saling berkomunikasi, pengguna harus saling mengenal dan tersambung melalui daftar konta sebelumnya.

Yah, amanlah YM ini dari gangguan orang-orang ber-nickname aneh, seperti co_lagi_butuh itu!

Terakhir diperbarui pada 28 Juni 2018 oleh

Tags: FriendsterInstagrammedia sosialmedsos jadulmig33mIRCnostalgia
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Anomali pengunjung toko buku sekarang bukan baca, malah foto
Sehari-hari

Anomali Pengunjung Toko Buku Hari Ini: Outfit Foto Elite, Beli Buku Sulit

11 Februari 2026
2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup MOJOK.CO
Ragam

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
pulang ke rumah, merantau.MOJOK.CO
Catatan

Duka Setelah Merantau: Ketika Rumah Menjadi Tempat yang Asing untuk Pulang

16 September 2025
Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Brain Rot karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok.MOJOK.CO
Mendalam

Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Pembusukan Otak karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok

3 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tidak install game online seperti Mobile Legend (ML) buat mbar di tongkrongan dianggap tidak asyik dan tidak punya hiburan MOJOK.CO

Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda

25 April 2026
Kos dekat kampus lebih baik bagi mahasiswa

Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet

29 April 2026
4 jenis pengendara motor di pantura seperti Rembang yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya MOJOK.CO

4 Jenis Pengendara Motor di Pantura yang Harus Diwaspadai di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan!

23 April 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan

29 April 2026
Sulitnya menjadi orang dengan attachment style avoidant. MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi “Avoidant” Menjelang Usia 25, Takut Terlalu Dekat dengan Orang Lain hingga Pesimis Menikah

24 April 2026
pasar wiguna.MOJOK.CO

Pasar Wiguna Sukaria Edisi 102 Padati Vrata Hotel Kalasan, Usung Semangat “Wellness” dan Produk Lokal

26 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.