• 150
    Shares

MOJOK.CO – Dalam kuliah umum di Semarang, tiba-tiba ada hadirin yang bertanya kepada Gibran Rakabuming, putra Presiden Jokowi. Mas Gibran, pilih Jokowi atau Prabowo?

Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Jokowi memang tidak seperti anak presiden kebanyakan. Di saat ada cukup banyak putra presiden terdahulu yang ikut andil dalam dunia politik karena unsur kedekatan akses keluarga, hal ini ternyata tidak diikuti oleh Gibran.

Sebut saja dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Puan Maharani putri Megawati, bahkan sampai Tommy Soeharto putra dari almarhum Soeharto. Bahkan kalau diturut lagi Megawati sendiri adalah putri dari Presiden Sukarno juga. Ada semacam patron tak tertulis bahwa seorang anak presiden punya kecenderungan untuk mengikuti jejak ayahnya, hal yang sama sekali tidak jadi ketertarikan bagi Gibran.

Ketidakikutsertaan dalam politik ini kembali ditegaskan oleh Gibran saat memberi kuliah umum di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, pada Senin (3/9).

Saat kuliah umum berlangsung, seperti yang diberitakan kompas.com ada salah satu mahasiswa yang bertanya kepada Gibran mau pilih siapa nanti saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Apakah Jokowi, ayahnya, atau Prabowo Subianto? Hm, benar-benar pertanyaan yang berbobot yha~

Mendengar itu respons Gibran cukup singkat, “Ya pertanyaan bagus.”

Akan tetapi, karena sedang disorot oleh publik, Gibran memilih menjawab secara normatif saja. Yang datar-datar saja. Agar tidak kelihatan mendukung salah satu calon presiden mungkin.

Baca juga:  Begini Kalau Nomor Urut Capres Prabowo 1, Jokowi 2, dan Sebaliknya

“Soal memilih, jawabannya rahasia,” ujar Gibran. Hm, jawaban yang berbobot juga. Singkat, padat, dan jelas seperti biasanya.

Pada kesempatan yang lain, pada Maret 2018 lalu ketika acara Fun Opening Sang Pisang X Markobar, Gibran pernah mengungkapkan bahwa dirinya bukannya tidak ingin meneruskan jejak ayahnya. “Bapak itu dulu pebisnis, saya ngikutin jejak sang ayah, tapi jadi pebisnis bukan politik,” kata Gibran kala itu.

Untuk Pilpres 2019 nanti, Gibran akui tidak pernah tertarik untuk jadi tim sukses salah satu pasangan calon. “Saya itu nggak pernah berpolitik dan tidak menjadi tim sukses,” tambahnya.

Sebenarnya soal pilihan memang seharusnya jadi rahasia dan tak cukup apik diumbar ke publik. Apalagi status Gibran sebagai putra sulung dari Presiden Jokowi, dirinya seolah memberi contoh agar baiknya soal pilihan presiden itu jadi rahasia saja.

Ya kan publik nggak boleh tahu juga kalau misal Gibran malah tiba-tiba nyoblos Prabowo karena ingin ngerjain bapaknya? Itu kan juga hak Gibran sebagai warga negara Indonesia kalau emang mau beneran ngerjain anggota keluarganya sendiri. Meski keluarganya itu adalah seorang presiden. (K/A)