Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Hasil Kerja Menteri Pemerintahan Jokowi, 51 Persen Saham Freeport Resmi Milik Indonesia

Redaksi oleh Redaksi
28 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tim sukses Jokowi mendapatkan satu amunisi penting untuk menghadapi kampanye Pilpres 2019: 51 persen saham Freeport jadi milik Indonesia. Sah!

Kamis, 27 September 2018, menjadi hari yang bersejarah bagi pemerintahan Jokowi dan Indonesia. Sah sudah, 51 persen saham Freeport menjadi milik Nusantara. Hal itu ditandai dengan penandatanganan Sales and Purchae Agreement (SPA) antara Dirut Inalum, Budi Gunadi, dengan CEO Feeport McMoran Inc, Richard Andkerson, dan Rio Tinto.

Persitiwa bersejarah ini merupakan lanjutan dari pokok-pokok perjanjian antara pemerintah Jokowi dengan Freeport McMoran Inc (FCX) pada 12 Agustus 2018 yang lalu. Acara teken kesepakatan ini dihadiri secara langsung oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Soemarmo, dan tentu saja Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin.

“Kita akhirnya bisa memenuhi dan mencapai kesepakatan saham 51 persen melalui SPA ini. kita juga terus menyelesaikan dan ini tahap akhir. ini juga proses yang tidak mudah, tapi komitmen kita untuk memperjuangkan yang terbaik, baik dari sisi penerimaan negara, smelter untuk downstream, pengelolaan dan menghormati pihak investor yang datang ke Indonesia, kami selesaikan miles dan titik yang kami nego,” ungkap Sri Mulyani pada Kamis (29/9).

Selain berharap pembayaran 51 persen saham Freeport segera selesai, Sri Mulyani juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi dengan menteri pemerintahan Jokowi lainnya yang sudah bekerja begitu keras.

“Saya juga mengucapkan selamat ke Bu Rini dan Pak Jonan, yang selama ini terlibat proses pengambilalihan saham 51 persen, Inalum sebagai eksekutornya. Proses ini enggak mudah, banak detail dan negosiasi. Ini saya akui proses yang sama-sama pelik. Tapi dengan niay baik, Inalum dan Richard.”

Pihak Inalum sendiri, seperti disampaikan Rini Soemarmo, berharap semua proses pembayaran saham 51 persen Freeport beres dilakukan pada November 2018. Detail transaksi, termasuk nominal yang kudu dibayarkan juga sudah disepakati. Oleh sebab itu, seharusnya proses pembayaran akan berjalan dengan lancar.

Sementara itu, Menteri Jonan menyampaikan bahwa saat ini tinggal menunggu pihak Freeport untuk mengirimkan surat perubahan susunan pemegang saham. “Kalau setelah ini kita tunggu PT. Freeport Indonesia mengirimkan surat kepada ESDM sebagai regulator untuk ubah pemegang saham,” kata Jonan.

Ketika masalah administrasi selesai dilakukan, untuk kali pertama sejak Orde Baru, Indonesia menjadi pemegang saham mayoritas PT. Freeport. Wah, sebagai petahana, Jokowi dan tim suksesnya mendapatkan amunisi untuk bertarung di Pilpres 2019. Maklum, masalah tambang emas di Papua ini memang salah satu topik seksi setiap kali pemilu datang. (yms)

Terakhir diperbarui pada 28 September 2018 oleh

Tags: 51 persenFreeportjokowiJonanPapuaPilpres 2019Rini Soemarmosaham 51 persensaham freeportsri mulyanitambang
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana
Esai

Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

10 Juni 2026
papua.MOJOK.CO
Eksplor

Hutan Papua Tak Baik-baik Saja, Terancam Hilang Imbas Pembukaan Lahan Besar-besaran

23 Mei 2026
papua.MOJOK.CO
Eksplor

Harga yang Harus Dibayar dari Pembangunan di Papua: Hutan Rimbun Diratakan Alat Berat, Alam dan Masyarakat Adat Terancam

3 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026
Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan MOJOK.CO

Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan

22 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
Tawadhu Tidak Seharusnya Membuat Santri Diam saat Menjadi Korban MOJOK.CO

Tawadhu sebagai Pisau Bermata Dua: Santri Tidak Seharusnya Dibungkam saat Menjadi Korban

26 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.