Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Jelang Closing Ceremony Asian Games 2018, Jokowi Ingin Terbang Naik Motor Lagi

Redaksi oleh Redaksi
2 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Presiden Jokowi akui bangga dengan prestasi olahraga Indonesia dalam ajang Asian Games 2018. Selain itu, Jokowi juga akui ingin terbang naik motor lagi. 

Detik-detik Closing Ceremony Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang akan diselenggarakan sebentar lagi. Pada kesempatan tersebut Presiden Jokowi menyampaikan kebahagiannya karena pelaksaan ajang olahraga terbesar se-Asia ini bisa berjalan sukses.

Apalagi pada event empat tahunan ini, Indonesia selaku tuan rumah berada di urutan ke-4 dengan perolehan 31 medali emas. Menjadi negara terbaik di regional Asia Tenggara mencatatkan prestasi terbaik yang pernah diraih segala cabang olahraga Indonesia sepanjang masa.

“Kita tahu semuanya, nanti sore Asian Games akan ditutup, tapi rasanya kita ingin melakukan upacara pembukaan Asian Games lagi. Saya ingin naik motor lagi dan terbang ke udara. Saya ingin ada tambahan 31 medali emas lagi. Saya juga ingin terus melihat Merah Putih dikibarkan dan lagu Indonesia Raya terus dikumandangkan,” kata Jokowi.

Kebahagiaan Jokowi ini cukup beralasan. Selain pembukaan spektakuler dan dirinya mendapat panggung yang begitu menarik perhatian dengan mengendarai sepeda motor untuk masuk ke Gelora Bung Karno, capaian kontingen Indonesia juga sangat membanggakan.

“Saya kira bukan rakya saja yang terkejut, tapi dunia juga terkejut dengan perolehan sejarah yang kalian ciptakan. Karena memang sebelumnya kita di Asian Games sebelumnya kita meraih 4 medali emas, kemudian melompat jadi 31 emas,” tambah Jokowi.

Kalimat ini disampaikan Jokowi kepada para atlet yang berhasil meraih medali. Pada acara di Istana Negara pada Minggu (2/9) beberapa atlet mendapat bonus dari Pemerintah yang diberikan langsung oleh Jokowi. Uniknya, penyerahan bonus itu diberikan melalui cara unik karena simbolisasi pemberian bonus berbentuk sebuah buku tabungan atas nama atlet.

Sayangnya, keinginan Presiden Jokowi sepertinya tidak akan bisa dilakukan lagi seperti pada Opening Ceremony Asian Games 2018. Sebab, Jokowi memilih untuk mendampingi para korban bencana di Lombok dan menonton Closing Ceremony Asian Games 2018 bersama masyarakat yang sedang didera musibah ketimbang datang langsung ke GBK.

Di sisi lain, Jokowi juga menyampaikan bahwa dirinya tidak rela jika ada bagian dari bangsa Indonesia mencibir atau mencemooh prestasi Indonesia hanya karena status tuan rumah.

“Saya tidak rela ada yang mencemooh prestasi saudara-saudara dikatakan sebagai tuan rumah diuntungkan. Semua yang jadi tuan rumah pasti diuntungkan. Semua, bukan hanya kita saja, tapi kalau nggak ada prestasi ya kalah,” tambah Jokowi.

Tanggapan ini bisa jadi merupakan buntut dari munculnya komentar beberapa orang yang menyindir prestasi olahraga Indonesia di ajang Asian Games 2018. Salah satu yang santer terdengar adalah tanggapan dari Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Melalui akun twitternya, Roy Suryo menyebut:

Tweeps,
Jangan lupa prestasi Indonesia di era ini :
– 2017 Sea Games di Malaysia urutan 5
– 2017 Islamic Solidarity Games di Baku urutan 8

— KRMT Roy Suryo (@KRMTRoySuryo2) September 1, 2018

Agaknya Roy Suryo ingin rakyat Indonesia tidak lupa bahwa dirinya tidak kalah berprestasi ketimbang Imam Nahrowi yang sekarang menjabat sebagai Menpora. Sebelumnya Roy Suryo juga sempat menyebut melalui kicauannya bahwa 31 emas ini sebenarnya target realistis karena posisi Indonesia sebagai tuan rumah.

Sayangnya, kicauan ini malah jadi blunder yang cukup empuk karena tidak relevan membandingkan ajang sebesar Asian Games dengan SEA Games atau bahkan Islamic Solidarity Games. Bahkan anak di akademi sekolah sepak bola di Dusun Demak Ijo, Sleman, saja bakal bisa membedakan mana yang lebih bergengsi antara Asian Games dengan SEA Games.

Dari hal tersebut maka bisa dipahami jika Jokowi menegaskan tidak rela kepada siapapun yang telah mencemooh prestasi atlet. “Tuan rumah siapapun saya tidak rela kata-kata seperti itu. Karena saya tahu perjuangan saudara-saudara, saya tahu kerja keras lari sana lari sini, karena saya tahu prestasi saudara-saudara adalah buah dari kerja keras,” tambah Jokowi di hadapan para atlet penerima medali. (K/A)

Terakhir diperbarui pada 2 September 2018 oleh

Tags: 31 emasasian games 2018Atletclosing ceremony asian games 2018Imam NahrowijokowimedalimotorolahragaprestasiRoy SuryoSea Games
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Biar Nggak Mogok atau Korsleting, Ini 4 Hal yang Haram Dilakukan Saat Modif Motor.MOJOK.CO

Biar Nggak Mogok atau Korsleting, Ini 4 Hal yang Haram Dilakukan Saat Modif Motor

3 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Menunggu Jogja Punya Sirkuit Balap Motor Permanen MOJOK.CO

Lahirkan Pembalap Kelas Dunia, Tapi Jogja Tak Punya Sirkuit Balap Permanen

15 Juni 2026
Kiandra Ramadhipa Juara di MotoJunior Championship Portugal!

Kiandra Ramadhipa Juara di Race Moto3 Estroil 2026!

14 Juni 2026
Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
tren olahraga kalcer.MOJOK.CO

Tren dan FOMO Olahraga “Kalcer” yang Mahal Lahir karena Minimnya Fasilitas Publik di Perkotaan

29 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, pastikan jaga Lokananta Bloc sebagai kawasan ramah anak MOJOK.CO

Wali Kota Surakarta Pastikan Jaga Lokananta Bloc sebagai Kawasan Ramah Anak dan Ruang Kreatif Anak Muda

9 Agustus 2026
Apem ya qowiyyu: kue apem khas Jatinom Klaten berusia 400 tahun. Bukan sekadar warisan kuliner tradisional tapi simbol kesalehan sosial MOJOK.CO

Apem Ya Qowiyyu: Kue Khas Jatinom Klaten Berusia 400 Tahun, Bukan Semata Warisan Kuliner tapi Kesalehan Sosial

10 Agustus 2026
Mending Beli Rumah di Menganti, Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo. MOJOK.CO

Alasan Pasangan Muda Beli Rumah di Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo: Kena Imbas Pembangunan Perkotaan

12 Agustus 2026
Beban ekspektasi orang desa di Rembang yang merantau kerja di luar negeri: dipandang kalau bisa menggelar dangdutan setiap tahun MOJOK.CO

Beban Pemuda Desa Kerja di Luar Negeri: Demi Dipandang Harus Gelar Dangdutan Tiap Tahun buat Hibur Warga

12 Agustus 2026
Alumnus Peternakan UMM Kerja Jadi Manager di Australia. MOJOK.CO

Dulu Kuliah Tanpa Punya Laptop, Alumnus UMM Ini Buktikan Bisa Kerja di Australia sebagai Manajer Peternakan

11 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.