MOJOK.CO Politisi Golkar, Ali Mochtar Ngabalin, kini resmi diangkat menjadi komisaris PT Angkasa Pura I (Persero) bersama dua pejabat lainnya.

Politisi Ali Mochtar Ngabalin kini sedang dilanda kabar gembira. Pasalnya, namanya baru saja diumumkan sebagai komisaris PT Angkasa Pura I (Persero) bersama dengan dua pejabat lainnya, yaitu Djoko Sasono dan Tri Budi Satriyo.

Pengangkatan Ngabalin diposisikan untuk mengganti Selby Nugraha Rahman yang kini menjabat sebagai Anggota Dewan Komisaris Angkasa Pura I per 25 Oktober 2015 lalu. Sementara itu, Anandy Wati yang posisinya digantikan oleh Selby Nugraha Rahman pun kini telah menjadi Komisaris Independen.

Djoko Sasono dan Tri Budi Satriyo dikabarkan pula menggantikan nama komisaris sebelumnya, yaitu Andi Widjajanto dan Boy Syahril Qamar.

Pengangkatan Ali Mochtar Ngabalin dkk menjadi komisaris ini didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor SK-210MBU/07/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Komisaris. Dilakukan di Kantor Kementerian BUMN hari Kamis (19/7), pelantikan dipimpin langsung oleh Asisten Deputi Bidang Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan II Kementerian BUMN, Wien Irwanto.

Diangkatnya Ngabalin dkk diyakini pihak Angkasa Pura I sebagai langkah awal munculnya kontribusi positif pada perusahan. Apalagi, Angkasa Pura I tengah mengupayakan adanya percepatan pembangunan bandara baru dan infrastruktur pendukung di tahun 2018.

Jejak perjalanan Ali Mochtar Ngabalin memang mengundang sorotan. Setelah sebelumnya bergabung dengan tim sukses Prabowo, Ngabalin memilih masuk ke lingkaran Jokowi melalui Partai Golkar. Bahkan, per Mei lalu, ia pun dianugerahi posisi sebagai Tenaga Ahli Utama Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi di Kedeputian IV KSP. Tugasnya cukup besar: menjembatani pihak istana dengan kelompok konservatif muslim.

Eh, tapi jangan-jangan, pengangkatan ini adalah bentuk balas jasa dari Jokowi buat Ngabalin?

Menanggapi dugaan ini, pria bersorban putih tersebut langsung membantah. Lalu jelasnya, “(Penunjukan sebagai komisaris) sudah lama, awal-awal tahun ini sudah ada pembicaraan. Ini biasa saja. Ini tentu kepercayaan sama seperti orang lain diangkat jadi direktur, presiden komisaris dan lain-lain.”

Senada dengan pernyataan sebelumnya, Ngabalin merasa tak ada yang spesial dengan pengangkatan ini. Baginya, menjadi komisaris adalah hal yang normal-normal saja. “Yang jadi berita heboh itu karena ada Ali Mochtar Ngabalin,” pungkasnya. (A/K)