Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Cara Membaca Calon Cawapres Jokowi Sesuai Petunjuk Ngabalin

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
10 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ali Mochtar Ngabalin memberi sedikit petunjuk tentang cawapres Jokowi. Mari perhatikan betul bahasa Jokowi di silaturahmi Samawi.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin memberi petunjuk terkait siapa cawapres pendamping Jokowi. Semenjak Megawati mengungkapkan bahwa pengumuman cawepres Jokowi menunggu “cuaca bagus”, spekulasi sosok yang ideal bermunculan satu per satu.

Iklan

Selasa (10/7), Jokowi akan menghadiri silaturahmi Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) di Sentul. Masih menurut Ngabalin, di acara silaturahmi itu, Jokowi akan memberikan petunjuk siapa yang akan mendampinginya di babagan pemilu 2019. Batas akhir pendaftaran capres dan cawapres peserta pemilu sendiri dijadwalkan 10 Agustus 2018.

Ngabalin sendiri nampaknya jago membuat pemirsa penasaran. “Di teori komunikasi itu ada satu teori content analysis, pilihan kata. Saya kira teman-teman akan dapat gambaran yang tepat bahwa apa dan bagaimana harus beliau meyampaikan,” kata Ngabalin seperti dikutip viva.co.id.

Jadi, para awak media perlu konsentrasi penuh selama Jokowi berbicara di depan acara Samawi. Kalau perlu, awak media perlu membuntuti Jokowi ketika pergi ke kamar kecil untuk pipis. Siapa tahu, di kamar kecil, Jokowi pipis sambil bersenandung lagu “Mentari Bersinar” atau “Rinduku Padamu” ciptaan SBY. Jangan-jangan, cawapres Jokowi adalah kader Partai Demokrat. Maklum, nama Tuan Guru Bajang (TGB) dianggap cocok untuk menjadi cawapres Jokowi.

Atau, bisa juga ketika selesai pipis dan sedang cuci tangan, Jokowi bergumam “Terstruktur, sistematis, masif!” Nah, jangan-jangan cawapres Jokowi berasal dari Partai Gerindra. Siapa tahu bukan Fadli Zon yang cocok. Bukan tidak mungkin, jika Gerindra akhirnya bersatu dengan PDI-P untuk mengusung Jokowi. Kalau mesra, semua bahagia.

Awak media juga harus waspada ketika Jokowi tiba-tiba membaca Surat Al-Matsurat untuk membuka silaturahmi Samawi. Jangan-jangan cawapres Jokowi berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Maklum, sebelum memulai sebuah rapat, PKS terbiasa membaca Surat Al-Matsurat. Anies Matta? Fahri Hamzah? Eh, maaf, Pak Fahri Hamzah bukan anggota PKS lagi, meskipun secara hukum masih berstatus anggota partai.

Ngabalin sendiri mengungkapkan bahwa Jokowi sudah terbiasa dengan “pilihan yang matang”. Oleh sebab itu, siapa yang akan menjadi cawapres Jokowi dipikirkan dengan matang. Nah, pernyataan Ngabalin ini juga perlu dicermati. Kalau kita pisahkan kata “matang”, maka ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi.

Kata “matang” bisa disematkan untuk sosok senior. Siapa itu? Tentu saja mbah Amien Rais yang sudah berusia 74 tahun. Bisa jadi, selama ini, serangan-serangan Amien Rais adalah kedok belaka dan sudah diputuskan menjadi cawapres Jokowi sejak lama. Sebuah langkah untuk membuat publik membenci dirinya sehingga tidak memasukkan namanya ke dalam bursa cawapres Jokowi. Dengan begitu, Jokowi bisa merencanakan program di masa bakti kedua tanpa perlu memikirkan lagi sosok pendamping dirinya.

Pada akhirnya, mari kita cermati betul gerak-gerik Jokowi di silaturahmi Samawi.

Terakhir diperbarui pada 10 Juli 2018 oleh

Tags: cawapres jokowiFadli ZonFahri HamzahgerindrajokowiPartai DemokratpdipPKSsby
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India menjalin kesepakatan kerja sama konservasi terhadap Candi Perwara Kompleks Candi Prambanan MOJOK.CO
Kilas

Menerjemahkan Candi Prambanan sebagai Bukti Historis Hubungan Nusantara-India

8 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wali Kota Agustina Wilujeng ajak anak muda mengenal sejarah Kota Semarang lewat kartu pos MOJOK.CO
Kilas

Kartu Pos Sejak 1890-an Jadi Saksi Sejarah Perjalanan Kota Semarang

20 Desember 2025
Gedung Sarekat Islam, saksi sejarah dan merwah Semarang sebagai Kota Pergerakan MOJOK.CO
Kilas

Upaya Merawat Gedung Sarekat Islam Semarang: Saksi Sejarah & Simbol Marwah yang bakal Jadi Ruang Publik

20 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.