• 179
    Shares

Politik itu dinamis, tidak baku, serta lentur seperti gethuk lindri. Dalam politik, tak ada lawan dan kawan yang abadi. Dua partai bisa menjadi kawan dan lawan dalam kondisi tertentu, entah karena beda waktu, maupun karena beda tempat.

Di Jakarta, misalnya, Gerindra dan PDIP bertarung habis-habisan, namun di Jawa Timur, keduanya saling berangkulan mesra. Di tahun 2014, Golkar menjadi bagian dari koalisi Merah Putih, namun dua tahun setelahnya, Golkar beralih menjadi partai yang mendukung pemerintahan Jokowi.

Pertentangan antara kubu Jokowi dan Prabowo tak bisa dimungkiri memang menjadi kisah paling dramatik dan paling relevan untuk menggambarkan kedinamisan dunia politik elektoral sekarang ini.

Banyak orang yang dulu mendukung Jokowi, sekarang justru mendukung Prabowo, dan tidak sedikit pula yang sebaliknya.

Jokowi, sebagai pihak yang dalam pemilihan Presiden 2014 lalu tentu lebih banyak diuntungkan. Banyak orang yang tadinya mendukung Prabowo kemudian beralih menjadi pendukung Jokowi dan bahkan siap membantu memenangkan Jokowi di Pilpres mendatang.

Nah, berikut ini adalah beberapa tokoh yang tadinya sempat menjadi bagian dari pendukung Prabowo di Pilpres 2014, namun kemudian menjadi pendukung Jokowi di Pilpres 2019:

Idrus Marham

Mungkin tak banyak yang menyangka jika mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar yang sekarang menjabat sebagai salah satu menteri di Kabinet Jokowi (Menteri Sosial, menggantikan Khofifah) ini dulunya adalah seorang pendukung garis keras pasangan Prabowo-Hatta.

FYI aja nih ya, Pak Idrus ini pernah menjabat sebagai koordinator Koalisi Merah Putih (KMP) pada Pilpres 2014 lalu.

Ali Mochtar Ngabalin

Ngabalin adalah nama yang jelas tak bisa tidak masuk dalam daftar ini. Ali Mochtar Ngabalin adalah orang yang dulu pernah membuat statemen dukungan terhadap Prabowo-Hata dengan kalimat yang sangat heroik, “Kita mendesak Allah berpihak pada kebenaran, berpihak kepada Prabowo-Hatta Rajasa.”

Pada Pilpres 2014, dirinya memang menjabat sebagai anggota tim sukses pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Sekarang Ngabalin boleh dibilang merupakan salah satu orang yang paling mendukung Jokowi, terlebih setelah dirinya diangkat menjadi Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden.

TGB Zainul Majdi

Sosok yang satu ini merupakan sosok yang belakangan sedang naik daun. Gubernur Nusa Tenggara Barat sekaligus Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini beberapa waktu yang lewat mengeluarkan pernyataan dukungannya terhadap Jokowi. Secara blak-blakan, ia mendukung Jokowi dua periode.

Dukungan tersebut tentu saja cukup menghebohkan, sebab ia adalah kader Partai Demokrat, partai yang sejauh ini tidak memberikan dukungan terhadap Jokowi.

Di tahun 2014 lalu, dirinya pernah menjabat sebagai ketua pemenangan Prabowo-Hatta di wilayah NTB.

Romahurmuziy

Kalau yang satu ini, rasanya tak ada yang meragukannya lagi. Romahurmuziy atau akrab dipanggil Gus Romy. Dirinya dulu adalah salah satu tokoh pendukung Prabowo. Tak tanggung-tanggung, Romahurmuziy menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Strategi Tim Pemenangan duet Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Pilpres 2014.

Dan sekarang, kita semua tahu, sosok yang jumlah baliho bergambar wajahnya hanya kalah dari jumlah baliho Cak Imin ini menjadi salah satu orang terdekat Jokowi. Ia dan Jokowi sudah bagaikan amplop dan perangko. Ke mana-mana berdua melulu. (A/M)

prabowo ke jokowi