• 119
    Shares

MOJOK.CO – Amien Rais diserang Ali Mochtar Ngabalin untuk tunjukkan data-data karena bilang Freeport dikuasai Pemerintah itu cuma kabar bohong. Ngabalin balik diserang politisi PAN, dibilang sama saja kayak satpam.

Setelah terjadi kesepakatan antara Pemerintah dengan PT Freeport Indonesia dalam kepemilikan saham yang naik dari 9,35 persen menjadi 51 persen, muncul tanggapan dari berbagai politisi di Indonesia. Salah satu yang bersuara atas kesepakatan ini adalah Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais. Menurutnya, hal tersebut hanya merupakan kebohongan.

“Seolah-olah kita sudah senang karena Freeport kembali ke tangan Ibu Pertiwi. Buat saya, itu hanya, maaf, bohong-bohongan, karena operasional masih mereka, semuanya masih mereka. Gitu,” kata Amien Rais.

Pernyataan Amien Rais ini tentu memancing reaksi dari pihak Pemerintah. Salah satunya dari Ali Mochtar Ngabalin, Tenaga Ahli Utama bagian Komunikasi Politik Presiden. Ngabalin meminta Amien Rais untuk menyiapkan data-data bahwa kepemilikian saham Indonesia di Freeport sudah 51 persen adalah kebohongan.

Bahkan Ngabalin juga menyinggung bahwa ada upaya dari Amien Rais untuk menaikkan popularitasnya sebagai calon presiden untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. “Kalau Pak Amien mau menaikkan popularitasnya sebagai calon presiden atau mau menaikkan elektabilitasnya sebagai calon presiden ‘taksi’ tidak usah dengan cara memfitnah dan menyebarkan kebencian pada pemerintah,” katanya.

Baca juga:  Baku-Hantam dan Saling Lempar Kursi dalam Kongres PAN Layak Diapresiasi

Menurut Ngabalin, pernyataan Amien sering tidak menggunakan data-data yang jelas. Hal ini menurutnya justru senjata makan tuan yang malah menyerang kredibilitas dan reputasi Amien sendiri di mata masyarakat.

Ngabalin juga mengomentari situasi ketika Amien Rais menyampaikan soal kepemilikan saham Pemerintah mayoritas adalah kebohongan. Amien mengatakan itu di Aula Masjid Al-Furqon, Jakarta Pusat. “Masa sih seorang Amien Rais tega membohongi majelis pengajian saat berceramah dengan memutarbalikkan fakta-fakta yang ada,” sambungnya.

Diserang oleh Ngabalin, Ketua Umum Barisan Muda PAN, Ahmad Yosan ikut membela ketuanya dan menanggapi Ngabalin. Menurutnya, Ngabalin tidak memahami persoalan dan asal ngomong saja ketika mengomentari Amien Rais.

Menurut Yosan, ketuanya sudah menyampaikan sesuai fakta dan data. “Ya, berdasarkan data dan fakta yang banyak. Hanya kasihan saja, mungkin Ngabalin nggak baca, kan baru jadi staf ahli kan? Jadi dia nggak ngerti soal banyak hal, tapi dia ini sama saja seperti satpam,” katanya balik menyerang.

Bahkan Yosan juga menuding Ngabalin senantiasa menyerang kritik Amien Rais kepada pemerintah. “Kalau Ngabalin itu mau menanggapi, jangan Pak Amien saja, tanggapi itu banyak pakar. Tapi kalau Pak Amien yang ngomong, ini kepanasan. Jadi saya kira ini cenderung ke politis,” lanjutnya.

Benar memang apa yang dikatakan Yosan, sebab saking banyaknya data yang disampaikan Amien Rais, kadang sampai terlewat untuk disebutkan saat mengatakan hal-hal yang bertujuan mengritik Pemerintah. Sampai-sampai rakyat kadang tidak bisa menemukan data-data yang dimaksud Yosan. Kalau sudah begini, sudah jelas yang salah adalah rakyat yang tidak bisa membaca komentar Amien yang penuh dengan data seperti itu.

Baca juga:  Prabowo, Amien Rais, Titiek Soeharto Dilaporkan ke Polisi, Diduga Dalang Kerusuhan 22 Mei

Lagian, kalau diperhatikan dengan seksama, tidak ada yang salah dari pernyataan Amien. Beliau kan cuma menyebut, bahwa Freeport dikuasai kembali ke bumi pertiwi itu kebohongan. Sebab selama ini memang Freeport tidak akan pernah bisa kembali ke bumi pertiwi. Iya dong, perusahaan ini kan punya Amerika, mana bisa baliknya ke Indonesia? Ini staf ahli presiden ini maunya apa sih? Ngritik ke Amien Rais kayak gitu mbok pakai data dong.

Tapi sejak kapan memangnya Pemerintah mengklaim Freeport kembali dimiliki? Bukannya yang disebut adalah mendapatkan saham 51 persen Freeport saja ya?

Nah, itulah yang bakal jadi pekerjaan rumah bersama bagi rakyat dalam memahami kalimat Pak Amien. Ya, maklum sebab beliau kan memang gudangnya data dan fakta—versi PAN. (K/A)