• 101
    Shares

Salah satu manuver kontestasi politik menjelang Pilpres 2019 yang cukup bikin banyak orang terkaget-kaget boleh jadi adalah wacana PKS yang ingin menduetkan Anies Baswedan berpasangan dengan Ahmad Heryawan di Pilpres mendatang.

Wacana soal memasangkan Anies-Aher ini salah satunya diungkapkan oleh Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid.

“Kader PKS berpendapat bahwa memperjuangkan Pak Anies menjadi gubernur kan bukan perjuangan main-main. Daripada beliau cawapres ya, dicapreskan saja. Capres Anies, cawapres Aher,” ujar Hidayat.

Sebelumnya, Ketua DPP sekaligus gelandang serang PKS Mardani Ali Sera sudah mengungkapkan wacana tersebut melalui cuitannya di akun Twitter miliknya.

“Berdasarkan masukan dari berbagai kalangan dan kelompok2 masyarakat, akhirnya kemarin PKS membuka peluang memajukan ANIES – AHER sebagai Capres dan Cawapres pada Pilpres 2019? Bagaimana tanggapan teman2 atas masukan masyarakat itu. Jgn lupa Retwet/Like,” tulis Mardani.

Cuitan tersebut juga disertai dengan polling dengan hasil jawaban 52% setuju dan 48% tidak.

Wacana ini memang sangat mengejutkan, sebab selama ini, PKS dikenal begitu erat dan solid bersama Gerindra untuk memperjuangkan Prabowo sebagai calon presiden. Keduanya bahkan sampai menjadi partai yang rasanya harus diucapkan satu tarikan napas.

Lebih mengejutkan lagi karena sebelumnya, Anies memang digadang-gadang menjadi pendamping Prabowo di Pilpres mendatang. Sehingga wacana langkah taktis PKS mengusung Anies dianggap sebagai konfrontasi gagasan mengusung Prabowo-Anies.

Namun begitu, usaha untuk mengusung Anies-Aher di Pilpres ini jelas akan menemui jalan yang berat. Sebab, berdasarkan aturan Presidential threshold, Parpol atau gabungan parpol baru bisa mengusung pasangan calon di Pilpres 2019 bila memiliki minimal 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah nasional Pemilu 2014. Padahal, di Pemilu 2014, PKS hanya memiliki 7,1 persen kursi di DPR dan 6,79 persen suara hasil Pemilu 2014. Itu artinya, jika ingin memaksakan mengusung Anies-Aher, maka PKS harus berkoalisi dengan partai lain dengan suara di DPR yang cukup tinggi.

Tapi ya, siapa tahu. Namanya juga politik, selalu menampilkan kejutan-kejutan yang menarik dan tak terduga.

Selain itu, jika nanti benar-benar jadi, maka pasangan Anies-Aher bakal menjadi pasangan yang sangat milenial. Sebab akronimnya keren: Aniesah.

Kampanyenya nggak ribet bikin jingle, cukup pakai lagu Tik tok saja.

“A, a, a, a… Aniesah, kujatuh cinta… pa, pa, pa, pada Jamilah…”

anies -aher