Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Kontroversi Sandiaga Uno: “Sandiwara Uno”, Aksi Playing Victim Mencontoh Ratna Sarumpaet?

Redaksi oleh Redaksi
14 Desember 2018
A A
Sandiaga Uno Sandiwara MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sebuah poster bertemakan “Sandiaga Pulanglah” memicu viralnya tagar #sandiwarauno. Benarkah Sandiaga Uno sedang bersandiwara?

Niat hati melalukan kunjungan ke Pasar Kota Pinang, Labuan Batu, Sumatera Utara, Sandiaga Uno justru menemui resistensi. Penolakan. Cawapres pasangan Prabowo Subianto tersebut ditolak oleh sejumlah warga. Aksi penolakan tersebut diekspresikan lewat sebuah spanduk bertajuk “Sandiaga Pulanglah”.

Poster penolakan tersebut berbunyi: “Pak Sandiaga Uno, Sejak Kecil Kami Sudah Bersahabat Jangan Pisahkan Kami Gara-gara Pilpres Pulanglah!!!”Sandi hanya merespons poster penolakan tersebut dengan senyuman kecil. Ia pun tak jadi pulang setelah ditahan oleh ibu-ibu di dalam pasar.

Aksi penolakan pasangan calon untuk Pilpres 2019 ketika kampanye sudah biasa terjadi. Namun, untuk kasus satu ini, pihak Prabowo dan Sandiaga Uno dianggap rekayasa dan sedang bersandiwara.

Tidak berselang lama, viral sebuah potongan video yang menampilkan Yuga, anggota BPN Prabowo-Sandi melarang poster penolakan itu untuk dicopot. Yuga pun membantah bahwa Sandiaga Uno sedang memainkan peran playing victim.

“Apa yang saya lakukan ketika ada orang Gerindra yang mau cabut itu saya larang karena itu kan aspirasi masyarakat pasar. Mas, jangan, distreples lagi. Memang ada poster penolakan dan Pak Sandi samperin, jadi ini memang aspirasi yang kita harus dengarkan,” ujar Yuga seperti dirilis oleh Detik.com.

Menanggapi aksi penolakan Sandiaga Uno, Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir, melontarkan sindiran. Mantan presiden Inter Milan tersebut meminta supaya kubu Prabowo dan Sandiaga bisa membedakan mana pemilu dan mana sinetron yang penuh dengan drama.

“Kita mesti bedain dong pemilu sama sinetron, sandiwara. Mesti kita bedain dong pemilu ini memilih pimpinan yang bisa memajukan bangsa Indonesia, yang bisa membuat bangsa kita bersih dari korupsi, sejahtera, keadilan untuk semua, bukan yang sandiwara atau sinetron. Kalau itu di TV saja kita tonton.”

Senada dengan Erick Thohir, Hasto Kristiyanto meminta Sandiaga Uno untuk tidak lagi menggunakan model playing victim. Menurutnya, sudah saatnya Sandi tulus ketika berpolitik.

“Usir-usiran itu kan. Itu akhirnya muncul hashtag, enggak tahyu darimana. Artinya, publik kan merespons. #sandiwarauno itu kan respons publik. Artinya, berpolitik itu kan ketulusan, enggak usah playing victim. Toh, Ratna Sarumpaet sudah gagal sebagai playing victim. Enggak perlu dicontoh lagi,” tegas Hasto.

Setelah potongan video pelarangan pencopotan poster penolakan menjadi viral, tagar #sandiwarauno menjadi trending topic di Twitter. Menanggapi tuduhan hanya bersandiwara, Ahmad Riza, Juru Debat BPN Prabowo-Sandi, mengungkapkan bahwa bukan kelas Sandiaga Uno untuk membuat rekayasa.

“Tidak mungkin Sandi sebagai cawapres membuat rekayasa, sandiwara, apa yang disebut playing victim, nggaklah. Nggak jelas. Nggak karakter dia. Dia baik, santun, jujur, bijaksana, menghormati. Jadi bukan karakter dia yang begini-begini. Nggak main dia. Nggak kelas Sandi main begini.” (yms)

Terakhir diperbarui pada 14 Desember 2018 oleh

Tags: Pilpres 2019prabowoSandiaga Unosandiwara uno
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)
Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Hentikan MBG! Tiru Keputusan Sleman Pakai Duit Rakyat (Unsplash)
Pojokan

Saatnya Meniru Sleman: Mengalihkan MBG, Mengembalikan Duit Rakyat kepada Rakyat

19 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026
bpjs kesehatan.MOJOK.CO

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Hanya Orang “Tidak Waras” yang Mau Beli Suzuki APV MOJOK.CO

Misteri Adik Saya yang Berakal Sehat dan Mengerti Dunia Otomotif, tapi Rela Menebus Suzuki APV yang Isinya Begitu Mengenaskan

5 Februari 2026
Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh” MOJOK.CO

Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”

31 Januari 2026
Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.