• 168
    Shares

Menjelang Pilpres, mengungkit-ungkit janji sebagai sebagai sebuah serangan politik untuk melemahkan pihak lawan tentu saja adalah hal yang biasa. Namun, menjadi unik dan seru ketika saling serang itu ternyata justru melibatkan dua partai yang berada dalam satu kubu koalisi.

Itulah yang sekarang sedang terjadi pada Partai Gerindra dan partai Demokrat. Dua partai yang sama-sama tergabung dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur yang mengusung pasangan Prabowo-Sandiaga di Pilpres mendatang ini saling menagih janji.

Hal tersebut bermula saat Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyinggung tentang Partai Demokrat yang terkesan tidak total dan tidak berpartisipasi aktif dalam dalam mendukung Prabowo-Sandi.

“Pak SBY juga berjanji akan melakukan kampanye untuk Prabowo dan Sandi, walaupun sampai sekarang belum terjadi. Sudah beberapa kali janjian tapi kemudian belum pas. Pada waktu yang ditentukan, kemudian ternyata AHY ada jadwal lain,” ujar Muzani. “Kami tidak maksa-maksa lah, kalau mau berjuang memenangkan Prabowo-Sandi ya mari bersama-sama, tapi kalau kemudian cara memenangkannya mereka ada cara sendiri, ya mudah-mudahan berhasil,” lanjutnya.

Muzani kemudian juga menyindir soal komitmen Partai Demokrat yang memang dinilai kurang dalam memenangkan Prabowo-Sandi.

“Saya kira Demokrat tidak ingkar. Demokrat saya kira baik-baik saja. Demokrat saya kira berusaha komitmen. Tapi komitmen kan masalahnya tak gampang.”

Seperti diketahui, Partai Demokrat memang tampak setengah hati mendukung Prabowo-Sandi. Hal ini sudah terlihat sejak Partai Demokrat memperbolehkan dan membebaskan kader-kadernya yang ingin mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

Nah, seakan tak terima dengan tudingan tentang komitmen dalam mendukung Prabowo-Sandi, elit-elit Demokrat pun kemudian bereaksi keras dan membalas dengan menagih janji-janji Partai Gerindra walau tak disebutkan apa bentuk janjinya.

“Jadi kami Partai Demokrat juga bertanya, kalian Gerindra kan juga pernah berjanji ke kami. Sudah kalian penuhi belum janji-janji kalian itu,” ujar Fungsionaris Partai Demokrat Jansen Sitindaon pada wartawan. “Prabowo-Sandi dan Gerindra apakah kalian sudah memenuhi janji ke Demokrat? Jangan menagih janji, kalau janjinya sendiri belum dipenuhi, kan gitu.”

Senada dengan Jansen, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief juga menyinggung soal janji Gerindra dan Prabowo pada Demokrat dan SBY.

“Memang SBY menjanjikan kampanye untuk Prabowo, tetapi silahkan ditanya ke Pak Prabowo berapa janji yang belum dipenuhi ke Demokrat dan SBY,” kata Andi Arief melalui akun Twitternya.

Waduh, agaknya ini menjadi sinyal kekacauan tersendiri bagi Koalisi Indonesia Adil Makmur.

Kemarin Prabowo keceplosan ngobral omongan soal “tampang Boyolali”. Lalu Sandiaga dianggap nracak dan tidak punya Etika setelah melangkahi makam tokoh pendiri NU. Ealah, sekarang antar partai satu koalisi malah saling tagih janji dan bikin keributan sendiri.

Berat poro rawuh, beraaaaaaaaat…