Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Menkes Terawan Diprotes Puluhan Asosiasi Kedokteran Terkait Permenkes Nomor 24 Tahun 2020

Redaksi oleh Redaksi
7 Oktober 2020
A A
menkes terawan
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Belum reda isu tentang kursi kosong Mata Najwa, kini Menkes Terawan kembali memancing atensi melalui Permenkes problematis. 

Sosok Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memang saat ini layak untuk terus dibaca satu tarikan napas dengan kata ‘protes’. Maklum saja, setelah diprotes oleh banyak orang karena ketidakhadirannya dalam wawancara bersama Najwa Shihab yang sampai membuat pihak Mata Najwa kemudian berinisiatif membikin wawancara bersama kursi kosong, kini Menteri Terawan kembali menghadapi protes.

Iklan

Kali ini protes datang dari para dokter yang tergabung dalam berbagai asosiasi profesi kedokteran. Mereka memprotes Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pelayanan Radiologi Klinik yang baru saja diteken oleh Terawan.

Permenkes tersebut bagi banyak dokter memang dianggap sangat bermasalah. Permenkes tersebut mengatur salah satunya tentang pelayanan radiologi seperti x-ray dan ultra sonografi (USG) yang wajib dilakukan oleh dokter spesialis radiologi.

“Sumber daya manusia pada Pelayanan Radiologi Klinik Pratama paling sedikit terdiri atas: dokter spesialis radiologi, radiografer, petugas proteksi radiasi, dan tenaga administrasi,” begitu bunyi Pasal 11 ayat (1) Permenkes tersebut.

Pasal tersebut bakal membuat tindakan mobile x-ray, dental x-ray, maupun USG hanya bisa dilakukan oleh dokter spesialis radiologi. Hal tersebut oleh para dokter dianggap selain bakal menyulitkan dokter juga bakal merepotkan pasien. Pasien ibu hamil yang membutuhkan USG atau pasien jantung yang butuh CT-scan pembuluh darah pada jantung, misalnya, bakal kesulitan untuk mendapatkan tindakan karena tidak semua klinik pratama memenuhi syarat pendampingan dokter spesialis radiologi.

Dalam Permenkes tersebut, dokter yang ingin melayani pelayanan radiologi harus mengikuti pelatihan kompetensi radiologi terbatas dan mendapat sertifikat dari Kolegium Radiologi.

“Kewenangan tambahan diberikan kepada dokter atau dokter spesialis lain melalui pelatihan untuk mendapatkan kompetensi terbatas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dan dibuktikan dengan sertifikat dari kolegium radiologi,” begitu bunyi Pasal 11 ayat (2) Permenkes 24/2020.

Sontak, para dokter pun langsung bereaksi menolak Permenkes tersebut. Poin pasal tersebut memang sangat berpotensi bakal menghambat pelayanan kesehatan. Selain itu, Terawan juga dianggap terlalu mengutamakan bidang radiologi, bidang yang yang selama ini memang menjadi spesialisasinya.

Lebih dari 30 asosiasi profesi kedokteran dan kolegium dokter spesialis lainnya pun langsung melayangkan protes kepada Terawan agar segera mencabut Permenkes tersebut.

“Dengan segala hormat kami mohon kepada Bapak Menteri untuk meninjau ulang PMK Nomor 24 Tahun 2020 dan mencabutnya dalam waktu yang tidak terlalu lama,” kata Ketua MKKI Profesor David Perdanakusuma dalam keterangan resmi seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Ah, memanglah Bapak Menteri Terawan ini pas sekali dengan namanya. Cloudest. Kadang awan cerah, namun tampaknya lebih banyak awan mendungnya.

terawan

BACA JUGA Menteri Terawan Tak Lagi Sama, Sebuah Teori Konspirasi dan artikel KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 15 Maret 2021 oleh

Tags: permenkesterawan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kemenkes dengan R-Permenkes Sengaja Matikan Industri Tembakau MOJOK.CO
Hukum

Hal-hal yang Tak Dipikirkan Kemenkes saat Bikin R-Permenkes, Terlampau Egois dan Naif

2 Oktober 2024
Kemenkes serampangan dalam susun R Permenkes yang di dalamnya ada aturan bungkus rokok polos MOJOK.CO
Hukum

Komunitas Kretek: Aturan Bungkus Rokok Polos oleh Kemenkes Lahir dari Pola Pikir Kacau dan Tak Hitung Risiko

24 September 2024
Dokter Umum Memandang Kegaduhan Terawan dan IDI vs PDSI: Kayak Anak SD Lagi Berantem MOJOK.CO
Esai

Dokter Umum Memandang Kegaduhan Terawan dan IDI vs PDSI: Kayak Anak SD Lagi Berantem

29 April 2022
Esai

Wonderful Indonesia: Presidennya Bagi-bagi Sembako, Menterinya Nonton Sinetron, Warganya Mati di Jalan

17 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Angkringan di Stasiun Lempuyangan Jogja jadi tempat meleram kegelisahan MOJOK.CO

Angkringan Lempuyangan Jogja Berisi Rindu, Kegagalan, dan Beban Finansial Para Pejuang Perantauan

22 Juni 2026
UGM.MOJOK.CO

Berhasil Kuliah Gratis di Jurusan Mahal UGM Berkat Kebiasaan Belajar Pukul 3 Pagi dan Hobi “Nongkrong” di Perpus Hingga Malam Hari

24 Juni 2026
gagal jastip saat war tiket konser BTS. MOJOK.CO

Pertama Kali War Tiket Konser BTS: Trust Issue Pakai Jastip karena Selalu Gagal, Justru Hoki Berkat Teman yang FOMO

23 Juni 2026
Persaingan bisnis atau usaha di desa kabupaten kejam: cara kotor saling menjatuhkan hingga jebakan pelanggan loyal MOJOK.CO

Kejamnya Persaingan Bisnis di Desa Kabupaten: Cara Kotor Saling Menjatuhkan hingga Jebakan Pelanggan Loyal

20 Juni 2026
Ableisme parodikan difabel di medsos. MOJOK.CO

Ableisme: Saat Konten “Plenger” di Medsos Mengantarkan Tawa Penonton tapi Dibayar dengan Trauma dan Depresi Teman Difabel

18 Juni 2026
Orang desa tidak mengenal konsep pensiun dan menua dengan tenang (slow living). Itu hanya konsep orang kota MOJOK.CO

Pensiun Ala Orang Desa Tak Seperti Bayangan Orang Kota: Bukan karena Rencana Slow Living tapi Dipaksa Keadaan Getir

19 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.