• 16
    Shares

MOJOK.CO – Dalam sesi Debat Capres 2019 keempat pada tema ideologi, baik Jokowi dan Prabowo tiba-tiba memasukkan curhat colongan. Ideologi curhat niye~

Sesi Debat Pilpres 2019 yang diawali dengan tema ideologi mendadak jadi menarik karena masing-masing capres malah curhat . Pada mulanya Retno Pinasti, moderator Debat Pilpres 2019, membacakan pertanyaan tentang cara-cara yang akan dilakukan Prabowo Subianto dan Joko Widodo akan mengomunikasikan ideologi Pancasila ke generasi penerus bangsa.

Jawaban kedua kandidat sebenarnya standar-standar saja. Tidak ada perbedaan fundamental.

“Generasi penerus harus mengerti dari mana datangnya Republik Indonesia,” kata Prabowo saat mendapat kesempatan pertama menjawab.

Ketua Umum Partai Gerindra ini pun menegaskan bahwa Pancasila harus dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan. Sejak Taman Kanak-kanak sampai S3.

Jokowi pun setali tiga uang, “Sejarah-sejarah mengenai dirumuskannya Pancasila, dibangunnya Pancasila, ini harus diberikan dalam pendidikan-pendidikan anak-anak kita sejak bukan (hanya) dari TK. Sejak dari PAUD.”

Capres petahana ini pun menambah bahwa indoktrinasi harus disesuaikan dengan generasi muda. “Bukan indoktrinasi lagi. Harus kekinian. Bisa dilakukan lewat visual-visual, baik yang ada di Facebook, baik yang ada di Instagram, baik yang ada di Twitter.”

Uniknya, ketika sesi debat capres masuk dalam tanggapan jawaban antar capres, capres nomor 1 dan capres nomor 2 masing-masing malah saling melempar pujian.

“Saya yakin dan percaya, Pak Jokowi Pancasilais. Saya yakin dan percaya Pak Jokowi patriot. Saya yakin dan percaya Pak Jokowi nasionalis,” kata capres oposisi ini mengawali komentarnya.

Baca juga:  Ketika Ratna Sarumpaet Dicurigai oleh Tim Prabowo karena Sering Coreng Citra Kubu Oposisi

Pernyataan ini mendapat respons yang menarik dari capres petahana.

“Saya juga percaya, kok. Pak Prabowo itu Pancasilais. Saya juga percaya, Pak Prabowo itu nasionalis. Saya percaya. Saya juga percaya Pak Prabowo itu patriot. Percaya, Pak. Percaya.”

Tapi, kita semua tahu bahwa ungkapan itu cuma set up saja. Premis yang dibangun untuk kemudian dinegasikan dengan kata; “Tapi…”.

Usai Prabowo memuji Jokowi di awal tanggapannya, Prabowo lalu menceritakan bagaimana dirinya sering disasar oleh para pendukung Jokowi.

“Apakah Pak Jokowi paham dan mengerti di antara pendukung Pak Jokowi ada yang melontarkan tuduhan-tuduhan yang tidak tepat kepada saya? Seolah-olah saya membela khilafah. Seolah-olah saya akan melarang tahlilan dan sebagainya. Ini sesuatu yang sangat tidak masuk akal,” kata Prabowo.

Sebaliknya, mendengar kompetitornya mendadak malah curhat colongan macam begitu Jokowi bukannya tidak menjawab atau mengklarifikasi melainkan malah kepancing ikut curhat colongan juga di debat capres.

“…tapi (kalau) masalah tuduh-menuduh, saya kan juga banyak dituduh, Pak. Empat setengah tahun ini, saya juga dituduh. Pak Jokowi itu PKI. Ada yang menuduh seperti itu. Saya juga biasa-biasa saja. Nggak pernah saya jawab,” kata Jokowi membalas curhat colongan Prabowo.

Curhat, utamanya curhat colongan, adalah hak segala bangsa. Dari rakyat jelata, sampai calon presiden sebuah negara.

Curhat adalah kita.

  • 16
    Shares


Tirto.ID
Loading...

No more articles