• 15
    Shares

Banyak yang memprediksi bahwa setelah Pilpres 2019 mendatang usai, maka hubungan antara kubu Jokowi dengan kubu Prabowo akan semakin renggang. Terlebih setelah salah satu pihak menang dan terpilih sebagai presiden dan wakil presiden. Baik itu Prabowo-Sandiaga, maupun Jokowi-Ma’ruf Amin. Maklum saja, ini soal gengsi.

Namun, kendati demikian, ternyata ada satu hal menarik perihal hubungan antara Jokowi dan Prabowo seusai Pilpres mendatang.

Usut punya usut, ternyata ada kemungkinan bagi Jokowi dan Prabowo untuk berada dalam satu pemerintahan usai Pilpres selesai. Hal tersebut diungkapkan oleh politisi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait.

Dalam sebuah diskusi publik bertajuk ‘Memperteguh Komitmen Kebangsaan di Tahun Politik 2019’ di restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta Pusat pada Minggu, 30 Desember kemarin, ia mengatakan tentang kemungkinan tersebut.

“Saya kenal mereka berdua berkawan baik, dan saya yakin mereka berdua bisa menjadi kawan yang baik,” ujar Maruarar.

Menurut Maruarar, hubungan persahabatan antara Jokowi dan Prabowo terjalin dengan sangat baik, kendati keduanya berada dalam posisi kubu politik yang berlawanan.

Bagaimanapun, Prabowo lah yang dulu ikut mengantarkan Jokowi dalam melejitkan karier politik. Keduanya pernah berada dalam satu barisan. Setelah berpisah pun, Jokowi dan Prabowo masih kerap saling mengunjungi satu sama lain. Prabowo bertandang ke istana, sementara Jokowi berkunjung ke Hambalang.

Hal itulah yang membuat Maruarar yakin bahwa Jokowi dan Prabowo bisa duduk bersama dalam satu pemerintahan usai Pilpres.

“Politik kita akan semakin luar biasa hebatnya. Jadi Jokowi dan Prabowo itu bukan tidak mungkin setelah pilpres nanti mereka dalam satu pemerintahan yang sama,” terang Maruarar.

Keduanya tentu saja tak segan untuk berada dalam barisan yang sama, apalagi sebelumnya, sempat beredar informasi dari beberapa sumber yang, lumayan A1, yang menyatakan bahwa Prabowo sebenarnya berkenan untuk maju menjadi cawapres mendampingi Jokowi, hanya saja orang-orang di sekitarnyalah yang tidak berkenan.

Nah, jika kelak Prabowo dan Jokowi benar-benar berada dalam satu barisan, tentu akan sangat menyenangkan rasanya. Sebab, setidaknya, konflik horizontal antara pendukung garis keras Jokowi dan Prabowo akan bisa berkurang.

Jumlah populasi cebong dan kampret akan berkurang drastis, dan sosial media akan lebih diramaikan oleh perdebatan Bala Jaer vs Bala Salmon atau Vyanisty vs Nellalovers alih-alih Jokower vs Prabower.

jokowi dan prabowo