Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Elit Partai Demokrat Usul Koalisi Indonesia Adil Makmur dan Koalisi Indonesia Kerja Dibubarkan

Redaksi oleh Redaksi
10 Juni 2019
A A
Elit Partai Demokrat Usul Koalisi Indonesia Adil Makmur dan Koalisi Indonesia Kerja Dibubarkan - Mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Elit Partai Demokrat mengusulkan agar koalisi kubu 01 dan 02 dibubarkan, hal tersebut bertujuan agar tidak tersisa pertikaian antar rumput pasca pemilu.

Setidaknya dalam seminggu terakhir, rasanya tak ada partai yang lebih akrobatik ketimbang Partai Demokrat. Setelah sebelumnya bikin heboh karena dianggap mulai menunjukkan kedekatannya dengan kubu Jokowi, kini Partai besutan Pak Beye ini bikin heboh lagi dengan menawarkan gagasan pembubaran koalisi baik koalisi 01 maupun koalisi 02.

Iklan

Gagasan yang unik dan nyeleneh tersebut disampaikan oleh Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik melalui akun Twitternya.

Menurut Rachland, usulan membubarkan koalisi yang ia sampaikan itu merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan bangsa dari perpecahan. Menurutnya, adanya dua koalisi menyisakan potensi benturan antara dua kubu.

Kepada akun twitter Prabowo, Rachland mengusulkan agar Prabowo membubarkan koalisi Indonesia Adil Makmur.

“Pak @prabowo, Pemilu sudah usai. Gugatan ke MK adalah gugatan pasangan Capres. Tak melibatkan peran Partai. Saya usul, Anda segera bubarkan Koalisi dalam pertemuan resmi yang terakhir. Andalah pemimpin koalisi, yang mengajak bergabung. Datang tampak muka, pulang tampak punggung,” tulis Rachland.

Tak jauh berbeda, Rachland juga menyampaikan usulan serupa pada akun Jokowi.

“Anjuran yang sama, bubarkan Koalisi, juga saya sampaikan pada Pak @jokowi. Mempertahankan koalisi berarti mempertahankan perkubuan di akar rumput. Artinya mengawetkan permusuhan dan memelihara potensi benturan dalam masyarakat. Para pemimpin harus mengutamakan keselamatan bangsa,” terangnya.

Usulan tersebut tentu saja mendapat tanggapan yang serupa baik dari kubu 01 maupun 02.

PKS, salah satu partai di dalam koalisi Indonesia Adil Makmur, misalnya, menyatakan bahwa pembubaran koalisi merupakan usulan yang tak bijak.

“Pembubaran koalisi justru menyulitkan pengambilan keputusan politik. Biarkan ini jadi pembelajaran bersama dengan syarat semua mengedepankan akhlak politik yang dewasa. PKS insyaallah istiqomah bersama Koalisi Adil Makmur,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

PAN malah lebih keras lagi. Partai yang juga berada dalam koalisi Indonesia Adil Makmur ini bahkan malah mempersilakan Demokrat jika memang ingin hengkang dari koalisi.

“Kalau membubarkan koalisi, harus dibicarakan lintas koalisi. Kalau mau pergi sendiri, saya kira itu hak. Silakan saja,” terang Wasekjen PAN, Saleh Partaonan Daulay.

Setali tiga uang, para petinggi partai dari Koalisi Indonesia Kerja pun ternyata juga memberikan penolakan atas usul tersebut.

Iklan

“Pernyataan bahwa KIK harus pula dibubarkan karena (dianggap) mengawetkan permusuhan dan memelihara potensi benturan dalam masyarakat adalah sangat tidak relevan dan mengada-ada,” kata Sekretaris Tim Kampanye Nasional KIK Verry Surya Hendrawan.

Yah, politik memang begitu adanya. Ketika ada wacana menghapus istilah kampret dan cebong karena dianggap memperuncing pertikaian akar rumput, semuanya mendukung. Eh, giliran ada wacana menghapus koalisi 01 dan 02, semuanya langsung menolak.

Lagian nggak seru juga kalau politik nggak ada kubu-kubuannya. Kurang meriah gitu, deh. Hahaha.

 

Terakhir diperbarui pada 13 Juni 2019 oleh

Tags: demokratkoalisi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Demokrat Dukung Prabowo, Berikut Ini Peta Poros Koalisi Parpol di Pemilu 2024. MOJOK.CO
Kilas

Peta Poros Koalisi Parpol di Pemilu 2024 Setelah Demokrat Dukung Prabowo

18 September 2023
partai demokrat mojok.co
Kotak Suara

Peneliti BRIN: Ketimbang PDIP, Demokrat Lebih Mungkin Gabung Koalisi Prabowo

12 September 2023
Gebrakan Aldi Taher Dalam Dunia Politik Sangat Genius
Video

Gebrakan Aldi Taher dalam Dunia Politik Sangat Genius

15 Juni 2023
pk demokrat mojok.co
Kotak Suara

Babak Baru AHY vs Moeldoko: Ingin Jegal Pencalonan Anies?

4 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Mahasiswa KKN di desa

Serba Salah KKN di Desa: Terlalu Pendiam Dianggap Nggak Guna, Banyak Omong Dicap Sok Tahu

24 Juli 2026
Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga MOJOK.CO

Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga

25 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Punya teman si paling cashless yang sama sekali tidak pegang uang tunai (cash) merepotkan. Karena tidak semua hal bisa dibayar pakai QRIS MOJOK.CO

Teman Si Paling Cashless Pemuja QRIS bikin Repot Kita yang Sedia Tunai, Kepraktisan Semu di Balik Tren Dompet Kosong

24 Juli 2026
Perjuangan masuk UGM.MOJOK.CO

Kehilangan Ayah Menjelang SNBT, Kini Berhasil Kuliah Gratis di UGM Meski Harus Belajar di Rumah Sakit

23 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.