Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Daripada Anies Baswedan, Ahok Dinilai Lebih Sukses Atasi Banjir

Redaksi oleh Redaksi
17 Februari 2020
A A
Daripada Anies Baswedan, Ahok Dinilai Lebih Sukses Atasi Banjir
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menurut hasil survei Indo Barometer, Gubernur DKI Jakarta era Ahok dinilai paling berhasil atasi banjir Jakarta daripada era Gubernur Anies Baswedan.

Kabar kurang sedap bagi pendukung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, muncul dari hasil survei Indo Barometer. Dalam salah satu variabel yang disurvei, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapatkan poin tertinggi sebagai gubernur yang sukses atasi banjir di Jakarta.

“Dalam hal penanganan banjir, sebenarnya saat Pak Jokowi (masih Gubernur DKI) sudah melakukan penanganan banjir dengan baik. Salah satu keberhasilannya atau revitalisasi Waduk Pluit dan Waduk Ria-Rio, serta sosialisasi dan rencana penataan bantaran kali dan relokasi warganya,” kata Nirwono Joga, dari Peneliti Tata Kota Universitas Trisakti seperti diberitakan detik.com.

Hali ini diperjelas dengan pernyataan Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari. Pada Minggu (16/2) di Century Park Hotel, Qodari memaparkan data yang didapat dari 1.200 responden pada 9-15 Januari 2020 tersebut.

“Satu, banjir, paling banyak dianggap berhasil… Ahok 40 persen, lalu Jokowi 25 persen, Pak Anies 4 persen,” kata Qodari.

Dalam penanganan banjir ini, Ahok dinilai Nirwono cukup tegas, terutama dalam normalisasi Kali Ciliwung.

“Dan harus diakui, keberanian dan ketegasan Pak Ahok lah yang membuat penataan Kali Ciliwung di Kampung Pulo dapat terwujud setelah sekian Gubernur DKI tidak pernah berhasil menatanya. Serta pembongkaran bangunan di atas saluran air juga banyak dilakukan dan pembebasan lahan untuk pembangunan waduk-waduk baru juga dilakukan,” kata Nirwono.

Sayangnya, masih menurut Peneliti Tata Kota Universitas Trisakti ini, Anies Baswedan malah enggan meneruskan program tersebut. Malah memakai metode yang berbeda.

“Upaya yang telah dirintis Pak Jokowi dan kemudian Pak Ahok dengan lebih giat lagi dalam menangani banjir, sayangnya tidak dilanjutkan oleh Pak Anies. Praktis dalam dua tahun terakhir tidak banyak yang dilakukan,” kata Nirwono.

Meski begitu, selain perkara penanganan banjir, sebenarnya poin Gubernur Anies Baswedan tidak jelek-jelek amat. Dalam isu kesehatan misalnya, Anies bahkan lebih baik ketimbang Ahok.

Seperti yang disampaikan oleh Qodari dari Direktur Eksekutif Indo Barometer. “Kesehatan paling tinggi Jokowi 35 persen, Anies 20 persen, dan Basuki 17 persen,” kata Qodari.

Selain itu, mengenai isu pendidikan Anies juga berada di angka yang lebih baik ketimbang Ahok. Dari perolehan hasil survei, Anies tercatat berada di peringkat kedua dengan perolehan poin 25,3 persen di bawah Jokowi. Meski begitu, angka itu sudah cukup untuk mengalahkan Ahok yang hanya berada di angka 15,3 persen.

Kenapa isu pendidikan era Anies lebih baik dalam soal pendidikan?

Barangkali ini ada kaitannya dengan rencana anggaran pendidikan DKI Jakarta di era Anies Baswedan yang jauh lebih besar ketimbang era Ahok. (DAF)

Iklan

Daripada Anies Baswedan, Ahok Dinilai Lebih Sukses Atasi Banjir

BACA JUGA Beda Cara Anies dan Ahok Menangani Banjir Jakarta atau tulisan rubrik KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 17 Februari 2020 oleh

Tags: ahokAnies Baswedanbanjir jakartajokowi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Kabar

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO

Yang Perlu Kamu Tahu dan Kamu Lakukan di Tengah Kelesuan Ekonomi Saat Ini

29 Mei 2026
Pengalaman Kuliah di Polandia, Eropa Sambil Jadi Tour Guide. MOJOK.CO

Pengalaman Kuliah di Eropa Sambil Jadi Tour Guide bikin Enggan Kembali ke Tanah Air, tapi Tak Ada Jalan Lain Selain Pulang

4 Juni 2026
Sebat Bareng menjadi upaya sederhana merespons kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Berlangsung di 16 daerah MOJOK.CO

Sebat Bareng di 16 Kabupaten/Kota: Cara Sederhana Tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Pengingat Industri Kretek Masih Dibutuhkan Indonesia

31 Mei 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026
ilustrasi sepeda klaten.MOJOK.CO

Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo

2 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.