MOJOK.CO – Pelaksanaan ibadah haji tahun ini kemungkinan ditunda karena adanya penyebaran virus corona

Para calon jamaah haji menjadi kaum yang terkena imbas penting terkait dengan penyebaran wabah corona yang sudah menjadi pandemi dunia ini.

Mereka terancam batal berangkat tahun ini seiring dengan pembatasan dan pemberlakuan kebijakan lockdown yang diterapkan oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Seperti diketahui, menurut Kementerian Kesehatan Arab Saudi, jumlah total kasus positif corona di Arab Saudi saat ini mencapai 900 kasus. Hal tersebut memaksa pemerintah untuk langsung menerapkan kebijakan lockdown total di Mekkah, Madinah, dan Riyadh.

Dalam kondisi penyebaran virus, tentu saja tak mungkin mempraktikkan social distancing selama ibadah haji. Membayangkannya saja sudah rumit. Masak iya seluruh peserta ibadah haji disuruh lencang tangan sebelum tawaf atau sa’i. Itu haji apa SKJ?

Pemerintah Arab Saudi saat ini sudah menyampaikan surat resmi untuk meminta agar Indonesia menunda dahulu pembayaran uang muka terkait kontrak layanan ibadah haji 1441 H.

Kendati demikian, menurut Kementerian Agama, layanan terkait pengadasan akomodadi, transportasi darat, termasuk katering untuk para calon jamaah saat ini memang masih berjalan.

Kementerian Agama sendiri sampai saat ini masih terus menunggu perkembangan situasi terkini.

“Kemenag terus mengikuti dan memantau perkembangan kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji, termasuk perkembangan pembatasan ibadah yang dilakukan Saudi di dua kota suci, Makkah dan Madinah. Kita juga menyiapkan mitigasi kalau pelaksanaan ibadah haji dibatalkan Pemerintah Arab Saudi,” terang Menteri Agama Fachrul Razi.

Pemerintah saat ini belum bisa mengambil tindakan lebih lanjut. Sejauh ini, kemenag sudah membatalkan agenda manasik haji sebagai bagian dari penanganan wabah virus corona. Kendati demikian, Kemenag masih melayani pelunasan biaya ibadah haji dari para calon jamaah.

“Apapun keputusan Kerajaan Saudi dan Pemerintah Indonesia, itu pasti dilakukan bagi kemaslahatan orang banyak, khususnya para calon jemaah haji,” ujar Fachrul.

Terkait dengan polemik ibadah haji tahun ini, politisi Gerindra Fadli Zon meminta pemerintah agar segera mengambil keputusan tegas terkait pelaksanaan ibadah haji ini secepatnya.

Fadli Zon yang tahun 2017 lalu menjadi pimpinan Tim Pengawas Haji DPR RI mengatakan bahwa seharusnya pemerintah bisa mengambil keputusan tanpa harus menunggu keputusan resmi dari pemerintah Arab Saudi.

“Kita bisa, bahkan harus segera membuat keputusan sendiri berdasarkan kondisi terkini di dalam negeri serta proyeksi wabah setidaknya hingga dua bulan ke depan,” terang Fadli melalui keterangan resmi yang diterima oleh CNN Indonesia. “Kementerian Agama sepertinya sama sekali mengabaikan kondisi force majeure yang tengah melanda dunia Januari lalu. Menurut saya, ini sangat memprihatinkan.”

Ah, haji memang ibadah yang istimewa.

Bahkan yang sudah punya niat, sudah punya jatah antrian, dan sudah punya duit saja belum tentu bisa berangkat haji.

Yah, kalau ternyata ibadah haji tahun dibatalkan, semoga para caon jamaah bisa bersabar dan bisa legowo.

Nggak papa, dipanggil “Pak Haji” atau “Bu Hajjah”-nya nunggu setahun lagi. Lagi pula, bagus juga kalau ibadah haji tahun ini ditunda dulu. Kan demi kemaslahatan orang banyak. Jadi nanti kalau ada yang batuk, bisa langsung menjadi tanda antisipasi, bukannya malah diteriakin “Batuk, Pak Haji?”

ibadah haji