• 116
    Shares

MOJOK.CO – Warna feses bisa ungkap kondisi tubuh. Beberapa penyakit bisa ditandai dengan melihat bentuk dan warna feses. Hijau, cokelat, atau malah warna LGBT?

Boker adalah aktivitas mahadahsyat nikmatnya. Apalagi boker itu dilakukan saat sudah di ujung. Keluar dengan semena-mena pada tempatnya dan kita akan merasakan kebahagian yang hakiki sebagai manusia.

Pada aktivitas boker itu ada satu elemen yang sering kita abaikan, yakni memperhatikan warna feses yang keluar dari tubuh kita. Ya maklum, namanya juga feses, kotoran manusia, mana mau kita lihat meski itu tadinya dari dalam perut kita. Jijik dong. Namun bentuk dan warna feses bisa jadi penanda mengenai kondisi tubuh kita. Apakah kita berada dalam kondisi prima atau sedang terkena penyakit.

Kalau kamu sedang makan ketika sedang membaca tulisan ini, ada baiknya kamu hentikan dulu aktivitas membacanya, karena kita akan bicara mengenai bentuk dan warna feses yang menggambarkan kondisi tubuh seseorang. Nah, berikut ini beberapa di antaranya.

Feses malah berenang

Feses yang sehat adalah feses yang tenggelam di kubangan dasar kloset. Jika feses kamu kok mengambang dan malah berenang ke sana kemari dan tertawa, maka itu tandanya kamu kebanyakan makan makanan yang tidak bernutrisi.

Feses ngambang juga bisa diartikan usus kamu terlalu banyak udara. Kayak kembung gitu, sehingga membuat feses lebih berongga dan kering. Jadinya ya mengambang. Bisa jadi kamu kurang makan hal-hal yang berserat. Tapi ini bukan penyakit bahaya yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Tinggal banyakin makan sayur atau buah-buahan, fesesmu juga akan kembali normal kok.

Baca juga:  Supaya Tidak Masuk Angin, Copot Kaos Ala Jojo Jonatan Christie Ternyata Baik Untuk Kesehatan

Feses warna cokelat

Feses yang tenggelam di kubangan dasar kloset dan berwarna cokelat merupakan feses yang sehat. Maksudnya orang yang buang feses itu yang sehat, bukan fesesnya ya? Jadi warna terbaik dan kondisi terbaik feses adalah saat warnanya cokelat sedikit hijau-hijau dan tenggelam. Itu artinya pencernaanmu sedang dalam peforma terbaiknya. Top perform lah.

Feses warna hijau

Feses warna hijau ini berada di tahap terbaik di bawah warna cokelat. Warna hijau ini bisa disebabkan karena kamu kebanyakan makan sayur-sayuran yang mengandung klorofil. Ini serius, jangan ketawa. Kandungan feses warna hijau habis makan sayur itu beneran ada klorofilnya lho—jangan salah.

Selain karena sayur, feses warna hijau juga bisa karena habis minum obat. Lalu tubuh mengeluarkan efek berbahaya dari obat itu jadi bikin warnanya hijau. Ini bikin perut bersih-bersih lebih cepat daripada biasanya, sehingga bikin feses yang belum sempurna itu keluar lebih cepat. Jadinya ya… hijau deh.

Feses warna merah

Ebuset, kayak anggota Power Rangers aja warna merah, eh jangan salah, feses pun bisa saja berwarna merah. Apalagi kalau feses itu bercampur sama darah. Feses warna merah harus segera diwaspadai meski tingkat daruratnya belum sampai pada tahap berbahaya. Biasanya kalau warna merahnya begitu menyala gitu diakibatkan oleh darah karena wasir, ambien, polip, atau gejala sakit usus lainnya.

Baca juga:  5 Aktivitas Menyegarkan Diri di Tengah Kerja Keras Para Milenial

Akan tetapi selain karena penyakit, warna merah pada feses juga bisa terjadi karena faktor makanan juga. Misalnya kebanyakan makan tomat atau buah naga juga bisa bikin warna fesesmu jadi warna merah.

Feses warna hitam

Nah, ini adalah tingkatan feses yang berbahaya. Kalau kamu lihat fesesmu sendiri berwarna hitam pekat, kamu sebaiknya hati-hati. Meski bisa diakibatkan karena konsumsi bir hitam, minuman pakai pewarna hitam yang pekat, atau suplemen zat besi yang banyak.

Jika fesesnya masih normal bentuknya dan cuma warnanya saja yang hitam sih kamu tak perlu terlalu khawatir, namun kalau sudah hitam pekat dan berbau super busuk bisa jadi kamu sedang pendaharan yang cukup parah di bagian perut. Bisa karena maag atau yang lebih parah kanker. Jika sudah begitu, sebaiknya kamu segera periksakan ke dokter untuk cek amannya.

Ingat jaga kesehatan itu penting. Saking pentingnya bahkan bisa dimulai dari mulai rajin memerhatikan warna feses kita masing-masing. Ya nggak apa-apa, nggak usah terlalu jijik. Gitu-gitu juga awalnya bareng sama kita kok.

  • 116
    Shares


Loading...



No more articles