Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Fenomena Mati Suri dari Kacamata Sains

Redaksi oleh Redaksi
12 Januari 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mati suri memang dekat sama dunia-dunia gaib gitu. Meski begitu dalam dunia sains ada beberapa penjelasannya, meski ya nggak selalu memuaskan—tentu saja.

Mati suri sering dianggap sebagai sesuatu yang bersifat supranatural. Beberapa dari kita (kita?) meyakini kalau situasi mati suri adalah saat nyawa seseorang balik lagi ke tubuh orang yang sudah dinyatakan meninggal dunia.

Tentu saja pengalaman ini jadi cukup ngeri gila. Agak serem-serem mistik gimana gitu. Meski ternyata dalam ilmu sains beberapa fenomena mati suri beberapa di antaranya bisa dijelaskan secara rasional—nggak semua. Yah, paling tidak itu yang diklaim dari sisi medis.

Dalam keadaan tertentu kedokteran modern akan memvonis seseorang sudah “mati” jika pasien yang ditangani sudah tidak memunculkan tanda-tanda seperti nadi tidak berdenyut, napas berhenti, otot wajah pucat, suhu tubuh turun drastis, tidak ada reaksi dari rasa sakit, sampai pupil tidak reaktif oleh cahaya.

Uniknya, dalam dunia kesehatan ternyata ada faktor-faktor lain yang menyebabkan pasien bisa kembali berdetak jantungnya dan mulai bernapas lagi meski sempat berhenti untuk beberapa waktu.

Ibaratnya situasi dari sebelumnya yang sudah divonis meninggal dunia, ternyata si pasien hidup lagi. Nah, kejadian-kejadian seperti itu, kemudian dikenali sebagai situasi mati suri.

Hal-hal semacam ini ternyata dimungkinkan bisa terjadi. Seperti di antaranya:

Hipotermia

Dalam kondisi perubahan suhu tubuh yang menurun drastis tubuh seorang makhluk hidup bisa saja bikin detak jantung begitu lambat. Misalnya seseorang yang berada di tengah suhu dingin yang ekstrem atau kesepian berkepanjangan karena jomblo berabad-abad.

Nah, dalam situasi seperti itu kadang-kadang denyut nadi atau detak jantung jadi begitu lemah sampai nggak bisa dirasakan. Keadaan ini yang—bisa jadi—bikin denyut jantung jadi tak terdeteksi lalu dianggap sudah wassalam. Meski sebenarnya ya memang belum meninggal dunia.

Reaksi telat dari resusitasi jantung

Dalam kondisi kritis atau koma, tanda-tanda kehidupan pasien kadang tidak muncul. Jika detak jantung dan tarikan napas tak terdeteksi, kadang-kadang tenaga medis akan melakukan resusitasi jantung atau paru.  Itu lho, yang biasanya ada di film-film waktu menyelamatkan orang dari tenggelam. Gerakan pertolongan pertama dengan memompa bagian dada pasien.

Kadang, pertolongan pertama ini tidak langsung menemui hasil. Seperti misalnya sudah dilakukan resusitasi jantung berkali-kali ternyata tidak ada reaksi apa pun dari pasien. Lalu setelah tenaga medis “menyerah” dan memberi vonis meninggal dunia, kadang tubuh pasien baru memberi reaksi beberapa waktu.

Near Death Experience

Saat kondisi kritis, dalam istilah medis seorang pasien mengalami situasi near death experience atau dalam bahasa filsafat: dikit lagi udah wassalam. Pengalaman beberapa pasien kemudian menciptakan sedikit halusinasi karena gas CO2 sudah menganggu keseimbangan kimia tubuh si pasien.

Nah, dalam situasi demikian kadang-kadang hal ini juga mempengaruhi otak pasien. Yang kemudian memunculkan pengalaman seperti menyonsong cahaya dan si pasien merasa sudah yakin berada di alam lain.

Dalam dunia medis sih, kejadian ini lumrah terjadi pada pasien yang berhasil diselamatkan dari situasi serangan jantung. Karena ketika serangan jantung terjadi, otak akan berhenti mendapat pasokan oksigen dan darah selama jantung tak berdetak. Saat kemudian pasien berhasil selamat, maka pengalaman sangat dekat dengan wassalamualaikum itu dinamakan near death experience.

Iklan

Akan tetapi, sebagai umat beragama yang sudah yakin masuk surga, agaknya kita nggak perlu percaya-percaya amat sama sains bikinannya kafir atau kaum Wahyudi atau kaum Reemason itu. Yang penting tetap beribadah kenceng, kalau mati ya mati aja. Toh semua makhluk yang bernyawa itu pasti mati kok. Cuma bedanya ada yang dicicil (mati suri) ada yang langsung tunai.

Yang penting jangan sampai lupa sama jawaban pertanyaan pertama ya? Udah banyak bocorannya kok di banyak guru ngaji.

Jangan sampai kayak teman kami yang memang dikenal susah sekali dibangunkan dari tidurnya, lalu ada teman lain iseng berteriak keras di dekat telinganya, “MAN ROBBUKA?”

Bangun bukannya kasih jawaban malah marah-marah. Ealah. Jangan ditiru ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Januari 2019 oleh

Tags: hipotermiajantungmati surimedisnear dead experiencengaji
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Menyelami Kedalaman dan Kejernihan Pemikiran Dr. Fahruddin Faiz | Semenjana Eps. 14
Video

Menyelami Kedalaman dan Kejernihan Pemikiran Dr. Fahruddin Faiz | Semenjana Eps. 14

26 Mei 2025
Mengenal Ngaji dengan Bahasa Isyarat ala Pondok Pesantren Tunarungu-Tuli Jamhariyah Sleman
Video

Mengenal Ngaji dengan Bahasa Isyarat ala Pondok Pesantren Tunarungu-Tuli Jamhariyah Sleman

21 Maret 2025
Kalau Ngaji Mbok ya Pakai Adab Meskipun Ngajinya Filsafat MOJOK.CO
Kilas

Kalau Ngaji Mbok ya Pakai Adab Meskipun Ngajinya Filsafat

9 September 2023
Hampir Kehilangan Nyawa Anaknya, Dosen UGM Kembangkan Satu Jantung. MOJOK.CO
Kilas

Hampir Kehilangan Nyawa Anaknya, Dosen UGM Kembangkan Satu Jantung

16 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026
Blok M dan Jakarta Selatan (Jaksel) dilebih-lebihkan, padahal banyak jamet MOJOK.CO

Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina

14 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah ISI Jogja dihujat. MOJOK.CO

Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita

12 Maret 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.