Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Hampir Kehilangan Nyawa Anaknya, Dosen UGM Kembangkan Satu Jantung

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
16 Juni 2023
A A
Hampir Kehilangan Nyawa Anaknya, Dosen UGM Kembangkan Satu Jantung. MOJOK.CO

Dosen FKMK UGM, Beta Ahlam Gizela memperlihatkan aplikasi Satu Jantung di UGM, Kamis (15/06/2023). (Yvesta Ayu/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jantung merupakan penyakit yang menyebabkan kematian paling tinggi di Indonesia. Kejadian Henti Jantung Mendadak (HJM) pun menempati 50 persen dari kematian pada masalah jantung dan menjadi silent killer. Kementerian Kesehatan (kemenkes), menyebut kasus penyakit jantung selain stroke bahkan membebani BPJS hingga Rp10 triliun.

Dosen Fakultas Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKMK) UGM, Beta Ahlam Gizela sempat merasakan HMJ pada salah satu anggota keluarganya. Ia hampir saja kehilangan anaknya akibat penyakit tersebut.

Bersyukur bisa selamat, Beta dan suami pun mengembangkan aplikasi Satu Jantung 2.0. Aplikasi ini sebagai upaya menyelamatkan penderita HJM laiknya anak mereka.

Awalnya aplikasi ini untuk pengemudi ojek online. Pengemudi ojek online juga bisa menggunakan aplikasi ini bila menemukan pasien HJM di jalanan.

“Tapi karena pandemi jadi terhambat [pengembangan aplikasi], jadi baru kini coba saya kembangkan lagi,” papar Beta di UGM, Kamis (15/06/2023).

Satu Jantung lahir karena sakit anak

Beta menceritakan, aplikasi itu mulai ia buat setelah putranya mengalami HMJ. Dari pengalaman itu dia dan suaminya mencoba menciptakan alat yang harapannya bisa memberikan pertolongan bagi banyak orang saat mengalami serangan jantung, terutama dalam kondisi tidak ada petugas kesehatan.

Aplikasi itu itu ada di Play Store di Android. Pengguna bisa melakukan registrasi dengan memasukan data-data pribadi seperti nama, jenis kelamin, tanggal lahir, nomor telepon dan nomor telepon keluarga yang dapat dihubungi. Juga data tensi, berat dan tinggi badan, riwayat merokok, riwayat diabetes serta aktivitas fisik di aplikasi tersebut.

Hasil identifikasi risiko penyakit jantung dari pengguna pun akan muncul di aplikasi tersebut. Aplikasi ini memiliki fitur utama berupa alarm bagi pasien serangan jantung dan henti jantung.

“Cukup dengan memencet flying bottom maka akan muncul bunyi minta tolong agar orang-orang di sekitarnya tahu,” jelasnya.

Bantu pertolongan pertama saat kejadian

Karenanya selain ojek online, lanjut Beta, dia pun menyebarkan aplikasi itu bagi masyarakat umum terutama yang memiliki riwayat maupun risiko serangan jantung dapat mengunduh aplikasi tersebut. Satu Jantung bisa mempercepat penanganan pasien.

Beta menambahkan, aplikasi itu selain memunculkan sejumlah informasi yang membantu petugas kesehatan dalam mengidentifikasi pasien. Beberapa informasi seperti tingginya risiko, kontak keluarga yang bisa dihubungi serta tombol emergency bisa terlihat.

Bahkan bila pasien dalam keadaan sadar atau tidak sadar, maka aplikasi itu membantu mencari bantuan orang lain untuk menelepon 119 atau layanan ambulans. 

Aplikasi ini juga mencantumkan cara melakukan pijat jantung sebagai panduan untuk penolong yang belum pernah mengikuti pelatihan. 

“Pertolongan bagi pasien serangan jantung maksimal hanya sepuluh menit, lebih dari itu meninggal. Karenanya dengan adanya pertolongan dalam waktu cepat maka bisa mengurangi resiko kematian,” jelasnya.

Iklan

Beta mengatakan, akan terus menyempurnakan aplikasi tersebut. Sebab saat ini baru bisa diunduh di Android 10 ke bawah. Selain itu aplikasi ini belum bisa terdeteksi di Android 11 ke atas.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Jokowi Cabut Status Pandemi, Sultan Sebut Biaya Perawatan Covid-19 Bayar Sendiri
Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 16 Juni 2023 oleh

Tags: henti jantung mendadakjantungsatu jantungserangan jantung
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

serangan jantung mojok.co
Kesehatan

Kenali Ciri Gejala Serangan Jantung, Nyeri Dada Kiri Menjalar ke Leher

30 September 2022
Kalau Mati Bisa Dihadapi oleh Sains, Agama Pasti Nggak Laku Lagi
Khotbah

Kalau Mati Bisa Dihadapi oleh Sains, Agama Pasti Nggak Laku Lagi

9 Juli 2021
Eriksen dan Senyum Manis Choirul Huda: Sepak Bola Bukan Sumber Kegelapan MOJOK.CO
Balbalan

Eriksen dan Senyum Manis Choirul Huda: Sepak Bola Bukan Sumber Kegelapan

13 Juni 2021
GERD serangan jantung MOJOK.CO
Penjaskes

Benarkah GERD Menyebabkan Serangan Jantung?

25 Februari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja MOJOK.CO

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja

8 Juni 2026
Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026
Fitur "Pilih Kursi" di KAI Access terasa percuma karena penumpang di kereta api ekonomi tidak tahu diri MOJOK.CO

Fitur “Pilih Kursi” KAI Access Terasa Percuma, Mau Duduk Nyaman di Kursi Incaran tapi Malah Makin Kesal

8 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.