fbpx

MOJOK.CO  Orang rajin adalah aset negara. Tanpa adanya mereka, lomba cerdas cermat dan olimpiade sepi peserta. Tapi mereka juga harus berhadapan dengan berbagai bahaya kesehatan yang mengancam. Betapa tegarnya mereka itu.

Orang rajin adalah spesies yang layak dikagumi. Mereka bisa mengabaikan cobaan untuk scrolling timeline dan main Candy Crush demi memilih belajar dan baca buku. Terkadang, diajak nongkrong ke angkringan saja mereka bergeming. Belum lagi kegigihan ambisi mereka yang ingin selalu dapat nilai bagus, dapat IPK sempurna, wow sungguh, megesankan!

Untuk mempertahankan keberadaan mereka di masyarakat, saya ingin memberikan peringatan dini tentang bahaya-bahaya kesehatan yang mereka bakal alami. Terimalah sebentuk perhatian saya terhadap mereka.

Masuk angin

Penyakit yang nggak ada bahasa Inggrisnya ini kerap menjadi momok orang-orang rajin. Angin memang begitu, selalu pandang bulu kalau mau menghinggapi orang, mereka pilih yang rajin. Ketika orang-orang malas sedang rebahan di kasur, penampang tubuhnya lebih kebal kena angin karena terlindungi selimut dan bantal. Sedangkan orang rajin, nggak mungkin kan pakai tameng terus saat sedang asyik menggambar ulang tabel periodik di meja belajarnya?

Maka dari itu, orang rajin perlu benar-benar memasang anemometer di rumahnya. Lho, seriusan. Anemometer membantu memprediksi kecepatan angin sehingga bisa tahu kapan angin begitu agresif mampir ke meja belajarnya.

Baca juga:  7 Warna Urine untuk Mendeteksi Kesehatanmu

Anxiety

Saya mengerti betul bagaimana kecewanya melihat nilai yang nggak bagus-bagus amat padahal sudah belajar semalaman. Ketika itu rasanya semesta begitu tidak adil. Ciyeee, semesta. Oleh karena itu wahai kawan-kawan rajinku, nggak usah spaneng dalam menghadapi kenyataan. Kalau terus-terusan kecewa, bisa kena penyakit ngetren, yaitu anxiety. Meski menyerang mental, anxiety timbul dari kecemasan yang menumpuk. Lihatlah kawan-kawan malas di seberang sana yang tetap hura-hura walau IPK-nya di bawah 2.

*Terus anak rajin mikir, kok bisa ada orang IPK di bawah 2 masih bisa hura-hura?* *Anak rajin can’t relate*

Sakit jantung

Nggak bercanda, penyakit jantung memang menyasar mereka yang rajin. Saking rajinnya bersih-bersih rumah sampai lupa tidur itu nggak baik. Saking rajinnya ngerjain PR teman sekelas sampai lupa tidur. Haaash.

Tahukah kalian bahwa tidur kurang dari lima jam sehari dapat meningkatkan denyut jantung dan meningkatkan risiko penyakit jantung? Tentu kalian tidak tahu makanya saya kasih tahu barusan.

Asam lambung

Bayangkan, apa yang orang rajin lakukan agar tetap terjaga saat begadang mengerjakan skripsi? Kopi, teh, mi instan? Rumus sempurna untuk memelihara asam lambung.

Belum lagi kalau anak rajin yang tidak mudah terpuaskan ini mengalami kegagalan dan stres. IPK sempurna tak dapat diraih, asam lambung tak dapat ditolak. Maka penting bagi mereka menyimpan obat-obatan pereda asam lambung yang naik.

Baca juga:  Manfaat Kentut yang Perlu Kita Sadari, Agar Tak Merasa Malu Lagi

Menjadi pemalas bukanlah sebuah pilihan bagi orang rajin. Maka lebih baik memperhatikan anjuran kesehatan yang tepat guna bagi orang-orang yang pantang istirahat ini. (ajr)

BACA JUGA Keseringan Lembur buat Apa? Temenan sama Penyakit-penyakit Ini? atau artikel lainnya di PENJASKES.



Tirto.ID
Loading...

No more articles