Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Mentang-Mentang Susah Menelan Obat, Jangan Sembarangan Main Gerus Dong!

Redaksi oleh Redaksi
4 September 2019
A A
Ada Kandungan Paracetamol di Perairan Teluk Jakarta, Kok Bisa?

Ilustrasi paracetamol. Mojok.co.

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Banyak orang mengeluhkan kesulitannya menelan obat dalam bentuk sediaan salut. Sayang, tak sedikit yang memilih menggerus obat-obatan tadi tanpa tahu risikonya.

Waktu kecil, saya pernah mendapat obat berupa puyer—bentuk sediaan obat yang paling saya benci di dunia. Setiap kali menelan obat puyer, saya bakal muntah di hitungan ketiga, membuat semua zat yang masuk tadi jadi sia-sia.

Untuk menyiasati ini, orang tua saya punya cara sendiri: Mereka bakal membawa obat puyer tadi ke apotek dan meminta petugas untuk memasukkan puyer ke dalam kapsul. Ya, saya bakal jauh lebih bahagia kalau dapat obat berbentuk kapsul atau tablet daripada puyer!

Tapi, semakin dewasa, saya semakin mengerti bahwa apa yang saya alami sebenernya nggak aneh-aneh banget. Teman saya malah kebalikan dari saya: Dia nggak bisa menelan obat kapsul maupun tablet. Ada cara khusus yang dia lakukan, mulai dari makan bareng buah pisang sampai…

…menggerusnya hingga halus.

Bukan cuma teman saya, nyatanya ada banyak orang di muka Bumi ini yang melakukan hal yang sama.

https://twitter.com/Evobloodletters/status/1167767458641375232

Dikutip dari Detik.com, hal ini—meski praktis—ternyata tidak memiliki alasan yang kuat untuk dilakukan. Pasalnya, nggak semua obat aman-aman saja untuk dikonsumsi dengan cara digerus terlebih dulu.

Beberapa obat disebut memiliki lapisan gula atau berupa sugar coated tablet. Tujuan utamanya, tentu saja biar rasanya nggak pahit-pahit amat kayak hidupmu. Selain itu, ada juga lapisan yang diberikan untuk menghindari reaksi iritasi pada lambung. Tak cuma itu, beberapa coated juga diberikan pada obat dengan sustain release atau kerja lepas lambat yang dirancang khusus untuk dilepaskan ke dalam tubuh selama periode waktu tertentu.

Jenis-jenis sediaan di atas tadi ternyata tidak boleh digerus begitu saja, meskipun kamu susah menelan obat. Kenapa? Soalnya, penggerusan obat ini berisiko mematikan semua sifat-sifat asli si obat. Akibatnya, efektivitas obat jelas akan berkurang. Nah loh~

Lebih detailnya, berikut adalah jenis-jenis obat dengan atau tanpa lapisan dan pertimbangan-pertimbangan khusus mengenai bisa atau tidaknya merek dikonsumsi dengan cara digerus, sebagaimana dikutip dari Hellosehat.com:

1) Tablet tanpa pelapis: Obat jenis ini boleh digerus kalau kamu memang susah menerima kenyataan mengonsumsi obat dengan sediaan tablet utuh.

2) Obat dengan lapisan gula: Obat jenis ini sebaiknya tidak digerus karena dapat membuatnya terasa pahit dan tidak enak saat dikonsumsi.

3) Obat dengan lapisan enteri: Penggerusan obat jenis ini bisa mengakibatkan iritasi lambung karena ia dimaksudkan untuk tidak pecah di dalam lambung.

Iklan

4) Obat dengan lapisan lepas lambat: Obat jenis ini tidak boleh digerus karena hanya akan mempercepat pelepasan zat aktif obat yang bisa berakibat berbahaya.

Bahasan soal kesulitan menelan obat ini menjadi obrolan menarik di media sosial. Kamu bisa mengikuti thread-nya di sini sembari mempelajari dari banyak literatur lainnya. Yang paling penting untuk diingat, konsultasikanlah pada dokter atau ahli kesehatan yang meresepkan obat jika memang kamu punya kesulitan menelan obat tadi dan butuh bantuan.

Di mana-mana, yang namanya “seenaknya menghancurkan” memang nggak baik, Guys, mulai dari ngancurin obat sampai ngancurin perasaan dan hubungan orang lain. FYI aja, sih. (A/K)

BACA JUGA Kalau Ngeyel dan Nggak Minum Antibiotik Sampai Habis, Terus Kenapa? atau tulisan di rubrik Penjaskes lainnya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: menelan obatmenggerusnggak bisa minum obatobat salutsediaan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daerah Istimewa Yogyakarta godok aturan pelarangan perdagangan HPR. MOJOK.CO

Yogyakarta bakal Susul Korea Selatan, Larang Perdagangan Daging Anjing demi Cegah Penyakit Menular

4 Agustus 2026
Cinta yang Tak Berbalas Bikin Perempuan Crush Recession hingga Belum Menikah. MOJOK.CO

Crush Recession: Jatuh Cinta Terasa Melelahkan, bikin Perempuan Malas Pacaran

4 Agustus 2026
Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026
KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas MOJOK.CO

KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas

3 Agustus 2026
Ilustrasi perantau dari desa.MOJOK.CO

Tangis Sunyi Para Perantau: Uang Habis Untuk Hidupi Keluarga, tapi Dicap Durhaka karena Jarang Pulang dan “Tak Hadir” di Orang Tua

3 Agustus 2026
Kenapa aktivis yang memulai bisnis kerap dicap sebagai kapitalis? MOJOK.CO

Kenapa aktivis harus miskin dan yang memulai bisnis kerap dicap sebagai kapitalis?

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.