fbpx

MOJOK.CO – Video viral seorang anak yang dihukum mandi oli karena ketahuan mencuri di bengkel menghebohkan jagat dunia maya. Ada apa sebenarnya?

Sejak akhir April lalu, sebuah video media massa kembali muncul dan menghebohkan netizen. Jika sebelumnya telah ramai beredar soal video seorang bapak menendang anak kecil yang sedang bermain ayunan dan tidak sengaja mengenai anak perempuan dari bapak tersebut, kini video yang ramai diperbincangkan adalah video yang menampilkan seorang anak kecil sedang menyiramkan oli ke sekujur tubuhnya.

Video yang berlatar belakang di sebuah bengkel di Yogyakarta ini ternyata memiliki ceritanya sendiri.

Komentar pedas pun bermunculan. Kebanyakan netizen mengecam aksi mandi oli ini, meski ada pula yang berusaha menanggapi dengan bijak.

Mersy Arsita: Ya alloh ko yang punya bengkel tega bangat emang nyuri apa paling juga barang bekas , tega sama anak yatim piatu ngelekuin gito baru juga punya bengkel segitu udah sombong

Icha: Perbuatanmu itu lbi kejam, di banding ank yg malang itu mencuri barangmu yg ngk sbnding mahalx… Dsr tdk punya hti…

Vivi Angely: Janganlah seperti ini. Namanya manusia tidak ada yang sempurna. Selesaikan masalah secara gentle dong … Mudahkan jalannya mungkin gede nanti dia jadi orang sukses jg ga ada yg tahu…

Hendi Cheris: Ni pengalaman pahit bagi kedua belah pihak…dan dari semua kejadian itu pasti ada khidmat dan manfaatnya…!* Amin…

Dalam perkembangan selanjutnya, kronologi penyiraman oli ini kian mendapat titik terang. Ternyata, alih-alih sekadar disuruh, penyiraman oli ini terjadi karena merupakan pilihan dari ALD sendiri.

Baca juga:  Rasanya Jadi Anak Yatim Piatu Kuadrat yang Berpengalaman

Peristiwa bermula sejak ALD sedang bermain dengan teman-temannya menggunakan sepeda motor. Sialnya, rantai motornya putus sehingga ALD membawa motornya ke sebuah bengkel. Melihat kondisi rantainya yang tidak bisa diperbaiki, pemiliki bengkel bermaksud untuk menggantinya secara gratis karena ALD mengaku tidak memiliki uang.

Namun, pemilik bengkel ini malah dikejutkan oleh tingkah ALD yang mencuri sebuah persneling, yang dipergokinya setelah ia cuci tangan di belakang.

Meski kesal dan kecewa, pemilik bengkel agaknya tetap berupaya menekankan prinsip demokrasi pada ALD. Ia memberi pilihan kepada anak kecil tadi demi memberikan efek jera. Beberapa pilihan “hukuman” ini di antaranya:

  1. dipanggilkan kedua orang tuanya untuk menghadap warga,
  2. warga membawa ALD ke kedua orang tuanya,
  3. melapor ke Pak Dukuh setempat atas pencurian tersebut, atau
  4. menyiramkan oli bekas dari jerigen ke kepala dan wajahnya.

ALD yang takut akan digebuk massa langsung memilih pilihan terakhir. Ia sendiri menyebutkan agar “jangan sampai orang tua tahu”. Maka, sesuai dengan pilihannya, terjadilah adegan mandi oli tadi. Yang tidak diketahuinya adalah bahwa peristiwa ini akan direkam, hingga beredar luas di banyak media.

Setelah kejadian tadi, ALD pulang dengan berlumur oli. Wali ALD, ayah angkatnya, kemudian datang ke bengkel untuk meminta maaf dan menjelaskan bahwa ALD merupakan anak yatim piatu. Pemilik bengkel yang terkejut mengetahui fakta tersebut kini dikabarkan berniat membantu menyekolahkan ALD.

Setelah videonya viral, ALD mendapat panggilan dari Polres Sleman, khususnya dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Unit PPA). Ia datang dengan didampingi dua orang kerabatnya.

Baca juga:  Yakob Mencuri Jambu Bersama Bapaknya

Dari peristiwa ini, ada banyak hal yang bisa kita amati. Pemberian pilihan hukuman pada pelaku—meski masih merupakan anak-anak—adalah bentuk paling demokratis yang bisa diberikan oleh pemilik bengkel. Namun ternyata, di sisi lain, peristiwa ini mempunyai dampaknya sendiri—terbukti dari banyaknya artikel dadakan yang isinya kurang lebih tentang “dampak mandi oli bekas” dan sebagainya.

Ya, lucunya, masyarakat kita lebih sering menanggapi apa yang bagi mereka terlihat besar, viral, sangat salah, dan tidak pantas. Banyak orang menghujat pemilik bengkel atas aksi mandi oli yang sebenarnya dipilih oleh ALD sendiri, tapi nyaris tidak ada yang menyayangkan aksi pencurian yang dilakukan oleh ALD, yang ironisnya, dilakukan setelah ia mendapat bantuan dari si pemilik bengkel.

Pada akhirnya, people only want to hear what they want to hear, people only want to see what they want to see.  Pilihan mandi oli memang pilihan yang rasanya keterlaluan, tapi mencuri jelas tidak bisa dibenarkan.

Jelas, ini menjadi sorotan penting bagi kamu-kamu yang udah ngebet pengin punya anak: mendidik  anak itu berat, Jendral! Kamu harus punya alasan dan fondasi yang kuat terlebih dulu sebelum benar-benar mengaplikasikan tindakan tertentu pada mereka.

Daaaan, FYI aja nih, yang penting tuh sebenarnya cuma satu: kamu harus punya partner sah dan resmi dulu kalau mau punya anak. Hehehe~



Tirto.ID
Loading...

No more articles