Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Status

Anak Bertanya, Bapak Menjawab

Redaksi oleh Redaksi
20 Juli 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

23 Juli besok akan diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Negara, sekolah, masyarakat, dan orang tua punya PR banyak banget untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik buat anak Indonesia. Sepanjang tahun ini, berbagai masalah soal anak juga mengemuka, terutama perihal kekerasan pada anak, bullying, pernikahan dini, pendidikan ramah anak, dan pelibatan anak pada aktivitas politik.

Rubrik Status kali ini ingin menampilkan hubungan anak dan orang tua dari sudut pandang orang tua. Apa sih problem terbesar orang tua tentang anaknya? Salah satunya adalah meladeni pertanyaan anak-anak. Antara lucu, sulit, dan problematis. Berikut petikan kisah dari tiga bapak tentang anak mereka.

Widhi Hayu Setiarso: Anak Babi

Anak: Pak..

Bapak: Hmm.. (matane mandengi HP) (Matanya masih memandang HP)

Anak: Suk nek aku kelas 6 SD, Bapak sepiro? (Besok kalu aku kelas 6 SD, bapak setua apa?)

Bapak: Sak Pakdhe Trimo saiki, 45 tahun. (sinambi isih mandengi HP) (Setua Pakdhe Trimo sekarang, 45 tahun. [Masih memandang HP].)

Anak: Nek aku SMP? (Kalau pas aku SMP?)

Bapak: 50 tahun kurang. (isih mandengi HP)

Anak: Nek aku SMA?

Bapak: 50 tahun punjul sitik. Sak Pakdhe Yono. (terus mandengi HP) (50 tahun lebih sedikit. Setua Pakdhe Yono. [Masih memandangi HP].)

Anak: Nek aku wis kerja?  (Kalau aku sudah kerja?)

Bapak: Yo Bapak wis tuwa. (terus mandengi HP) (Ya Bapak sudah tua. [Terus memandang HP].)

Anak: (meneng sedelo, sajak mikir) Lha kok Bapak ra mati mati? ([Diam sejenak, kelihatannya berpikir] Lha Bapak kok nggak mati-mati?)

Iklan

Bapak: Oh lha genjiiiik… (mbatin. Pandengan matane pindah seko HP menyang anake) (Oh la anak babi… [membatin. Matanya pindah dari HP ke anaknya].)

Anang Zakaria:

1

“Pak, apa tugas malaikat Mungkar dan Nakir?”.

“Menanyai manusia di alam kubur.”

“Orang mati?”

“Iya,” jawabku.

“Hahaha…,” dia terbahak kencang.

Aku mulai curiga pada Markola. “Kenapa tertawa?”

“Bapak.. bapak.. orang mati tak bisa ngomong pak,” katanya terus terbahak.

“Jangkrik, kena jebakan betmen,” aku menggerutu dalam hati.

2

Ada yang bisa menjawab pertanyaan di bawah ini? (Silakan sesuaikan jawaban anda untuk anak usia 6 tahun)

  1. Matahari terbuat dari apa? Kenapa panas sekali?
  2. Nabi Isa naik ke langit pakai apa? Pakai pesawat? Kenapa belum turun? Tinggal dimana dia sekarang?
  3. Kenapa tidak ada nabi lagi sekarang?
  4. Kalau kiamat bumi hancur, kenapa manusia tidak pindah ke planet lain?
  5. Allah terbuat dari apa?

*Ngaji Ramadan bersama Markola

Zen RS:

1

Beginilah laporan kepala sekolah playgroup tempat Daya bermain:

“Daya menganggap rukun Islam ada 6 yaitu: (1) syahadat. (2) shalat. (3) puasa. (4) zakat. (5) pergi haji. (6) pulang haji.

Yang bikin repot, Daya juga bisa meyakinkan teman-temannya. Sehingga semua temannya juga keukeuh kalau rukun Islam itu ada 6.”

2

“Bapak, ‘ide’ itu apa sih?”

Heh! Mendadak gelagapan. Lalu mencoba menjelaskan. Ini itu. Itu ini. Si bocah terlihat tak puas.

“Jadi ‘ide’ itu apa sih? Ga jelas si bapak mah.”

Garuk-garuk sendiri. Diam sebentar. Mikir keras. Lalu saya tanya: “Besok Daya mau ke mana? Mau main apa?” Dia menjawab ini dan itu. Lantas saya coba jelaskan: “Nah, ‘ide’ itu seperti itu. Daya inget apa, Daya pengen main apa. Itu ‘ide’ namanya.”

“Kalau besok Daya mau main apa itu namanya ‘rencana’. Bukan ‘ide’ atuh.”

Ini kali kedua, dalam dua hari, Daya bertanya tentang apa itu “ide”. Semalam saya mendiskusikan soal ini dengan simbok. Dan dia bilang: “Lebih baik coba tanya balik anaknya. Apa yang dia bayangkan tentang hal yang dia tanya, biar tahu scoop pertanyaannya.”

Ya sudah saya tanya dia: “Menurut Daya apa dong ‘ide’ itu? Coba bapak kasih tahu, kaya gimana sih?”

Sambil makan sosis, ia menjawab: “Ya gak tahulah. Aku kan masih kecil.”

3

DIAJAK BOLOS

Berangkat agak terlambat. Jam 8.15 baru jalan dari rumah. Seperti biasa si bocah duduk di belakang. Setengah perjalanan, dia bilang:

“Bapak, bosen gak kalo kerja?”

“Kenapa gitu?”

“Aku bosen sekolah. Jalan-jalan aja deh.”

“Lha kok gitu?”

“Iya, bapak bosen kerja, aku bosen sekolah. Kita jalan-jalan aja. Mbok kan di rumah. Gak usah bilang-bilang mbok.”.

Di Batununggal, 1,5 km dari kantor dan dari daycare, saya ajak dia turun. Melihat anak-anak SD berolahraga. Jalan-jalan sebentar, cuma 5 menit. Jalan tak sampai 20 meter.

“Yuk udah,” kataku.

“Hadeuh si bapak mah. Ini mah bukan jalan-jalan, ini mah jalan aja doang,” protesnya sambil bersungut-sungut masuk kembali ke dalam mobil.

NB: Karena bujukan bolos gagal, si bocah mencoba men-delay perjalanan menuju sekolah. Ia pegang-pegang jenggot bapaknya. Lalu bilang: “(sambil pegang-pegang jenggotku) Daya hitung dulu jenggot bapak, kalau udah selesai baru sekolah.”

Lha, ngitung jenggot kuwi kapan lek rampung? (La, menghitung jenggot itu kapan selesainya?)

Terakhir diperbarui pada 20 Juli 2017 oleh

Tags: anakbapakhari anak nasionalpertanyaan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat MOJOK.CO
Esai

Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat

27 April 2026
Sesal pernah kasar ke bapak karena miskin. Kini sadar setelah ditampar perantauan karena ternyata cari duit sendiri tidak gampang MOJOK.CO
Sehari-hari

Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!

21 April 2026
Deep talk dengan bapak setelah 25 tahun merasa fatherless, akhirnya tahu kalau selama ini bapak juga sangat kesepian MOJOK.CO
Catatan

Baru Deep Talk dengan Bapak di Usia 25, Bikin Sadar kalau Selama Ini Dia Sangat Kesepian dan Pikul Beban Sendirian

20 April 2026
Ilustrasi - Anak pertama dicap gagal.MOJOK.CO
Sehari-hari

Rela Hidup Miskin di Desa demi “Kebahagiaan” Adik-Adiknya di Kota, tapi Malah Dicap Pemalas dan Beban Keluarga

11 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kurir dan driver ShopeeFood. MOJOK.CO

Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

28 April 2026
Tongkrongan gen Z di coffee shop

Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik

23 April 2026
Jurusan kuliah di perguruan tinggi yang kerap disepelekan tapi jangan dihapus karena relevan. Ada ilmu komunikasi, sejarah, dakwah, dan manajemen MOJOK.CO

4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun

27 April 2026
Sulitnya menjadi orang dengan attachment style avoidant. MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi “Avoidant” Menjelang Usia 25, Takut Terlalu Dekat dengan Orang Lain hingga Pesimis Menikah

24 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Pelari kalcer, fenomena olahraga lari

Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka

27 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.