Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Sensus

Seberapa Nakal dan Greget Masa Kecil Lo?

Redaksi oleh Redaksi
24 Maret 2019
A A
sensus-kenakalan-masa kecil-mojok
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mojok Institute melakukan sensus kepada Netizen Twitter, Facebook, dan Instagram untuk mengetahui kenakalan apa yang pernah mereka lakukan dan seberapa greget masa kecil mereka gara-gara kenakalan itu.

Masa kecil harus diakui adalah masa yang paling menyenangkan dalam hidup. Waktu itu kita nggak punya beban ngerjain skripsi atau beresin kerjaan yang meskipun sudah dikerjakan ternyata tetap tidak akan beres-beres hadehhhh.

Waktu kecil kita juga punya waktu yang sangat sangat panjang. Rasanya, dari jam 1 siang sehabis pulang sekolah, sampai jam 5 sore sebelum disuruh pulang karena sudah mau magrib dan takut diculik Kalong Wewe—kita bisa melakukan banyak hal mulai dari main layangan, sepedaan, main bola, sampai menaklukan dunia.

Di waktu yang berjalan super duper lambat itu, tentu saja tidak asik jika kita hanya menghabiskan waktu dengan belajar, tidur siang, dan nonton teletubbies. Alih-alih diam aja di rumah, kebanyakan dari kita juga melakukan kenakalan-kenakalan yang bukannya jadi penyesalan, malah jadi kenangan yang paling sulit dilupakan.

Yha, betul!11! Menjadi anak nakal di masa kecil adalah priviledge yang bisa bikin kita ketawa-ketawa ketika tiba-tiba nostalgia di usia tua dewasa.

Melengkapi trend Le’ts confuse kids nowadays yang lagi hype banget itu, Mojok Institute tertarik melakukan sensus untuk mengetahui kenakalan apa aja sih yang pernah kita semua lakukan di masa kecil—dan seberapa greget sebenarnya kehidupan masa kecil kita itu.

Hasil Sensus

Berikut adalah jenis-jenis kenakalan yang telah kami urutkan berdasarkan tingkat kenakalan—dari yang normal, sampai yang kurang ajar tidak normal.

Supaya lo lo semua tahu seberapa greget masa kecil lo lo semua itu, hitung aja nih berapa nilai kenakalan yang pernah lo lo semua lakukan.

Bolos Sekolah atau Bolos Ngaji

Selain Maudy Ayunda dan Mbak Nana yang suka sekolah, Mojok Institute yakin kalau semua orang di waktu kecil tidak terlalu menyukai kegiatan duduk mendengarkan orang dewasa, dan mengerjakan tugas dan PR yang dipaksakan pada kita ini.

Jadi wajar lah ya sekali dua kali kita sering mencari berbagai alasan seperti pura-pura sakit biar nggak harus pergi sekolah.

Pada tingkatan yang lebih ekstrim, beberapa anak malah pernah pamit berangkat sekolah tapi melipir datang ke Rental PS atau ke pemancingan pak RT yang jelas-jelas lebih menyenangkan.

Karena hampir semua orang pernah melakukannya, nilai kenakalan bolos cuman 5 poin.

Makan Gorengan 5 Ngaku 1

Darmaji alias Dahar lima ngaku hiji~ adalah salah satu kenakalan yang terkenal sudah menjadi budaya bahkan masih sering dilakukan oleh orang-orang dewasa di zaman sekarang. Ck ck ck memang kebiasaan.

Kenakalan jenis ini karena masih level cetek nilainya 10 poin.

Iklan

Ngejekin dan Ngebullly Temen

Ngejek bukan sembarang ngejek. Ngejeknya harus pakai ejekan yang super duper bikin sakit hati kayak… Gerandong… dan ngejeknya dilakukan selama 10 tahun lebih… Yang sampai dewasa bikin ejekan itu tetap nempel dan bahkan jadi identitas buruk temannya hahaha.

Kenakalan jenis ini nilainya 15 poin lah.

Nyolong Buah Tetangga

Pepaya, mangga, pisang jambu~

Dicolong dari kebun pak badru~

Nyolong buah adalah salah satu kenakalan yang paling menyenangkan karena setelah kenyang makan buah, kita juga bisa merasakan adrenalin rush hasil dari dikejar-kejar tetangga yang saking nafsunya sering bawa-bawa parang untuk nakut-nakutin anak-anak.

Karena ada adegan kejar-kejarannya, kenakalan jenis ini nilainya 20 poin.

Berantem Sama Temen

Berantem bukan sekadar berantem tapi berantem yang melibatkan baku hantam dan luka fisik yang cukup serius diakibatkan oleh penggunaan senjata mulai dari penggaris sampai…. batu bata.

Kenakalan jenis ini karena butuh nyali dan keberanian tinggi—juga biaya ganti rugi yang kadang nggak sedikit—nilainya 25 poin.

Bikin Rusuh di Masjid

Main petasan pas orang-orang lagi terawihan, nyuri sendal pas orang-orang lagi jumatan, dan teriak-teriak kencang pas bilang aamiin ketika sholat magriban adalah kenakalan yang bisa dibilang cukup ekstrem karena dilakukan di rumah tuhan hahahaha.

Karena berhadapan dengan lebih banyak massa, kenakalan jenis ini nilainya 30 poin.

Nyuri Uang Orang Tua

Waktu jaman-jaman ketagihan pergi ke rental PS, banyak dari kita yang nekad nyuri uang dari dompet orang tua, atau bahkan nilep uang buat bayar SPP untuk dipake foya-foya main PS sampai cape.

Tentu saja karena ini adalah level yang cukup tinggi dalam standar kenakalan anak-anak, nilai kenakalannya 50 poin.

Bikin Orang Tua Dipanggil ke Sekolah

Level lebih tinggi dari sekadar nakal yang melibatkan diri sendiri karena sudah bikin orang tua juga ikut terlibat dengan dipanggil oleh kepala sekolah.

Kenakalan jenis ini cukup serius, nilainya 60 poin.

Kabur dari Rumah

Kabur dari rumah adalah kenakalan yang biasanya terjadi karena akumulasi kenakalan-kenakalan sebelumnya yang bikin kita malu dan takut karena orang tua sudah dipastikan akan murka. Makanya, kita nggak berani balik ke rumah deh.

Kenakalan ini nilainya 65 poin lah, nggak bisa ngasih poin banyak-banyak soalnya kaburnya biasanya masih ke rumah saudara atau ke tetangga yang nggak jauh-jauh amat dari orang tua kita.

Minta Uang di Depan Umum

Level kenakalan tertinggi di masa kecil adalah minta uang di depan umum!!1!

Kenapa itu jadi level kenakalan tertinggi? Karena minta uang di depan umum (khususnya di depan tamu) adalah hal yang sangat tabu sekali karena bisa bikin orang tua malu setengah mati kalau nggak ngasih uang ke kita.

Karena kenakalan jenis ini membutuhkan mental yang tinggi, dan harus siap diomeli habis-habisan setelah melakukannya, kenakalan jenis ini nilainya 100!1!

***

Jawaban terbaik:

Berikut adalah jawaban terbaik yang berhak mendapat hadiah dari Mojok Institute~

Aly Safine Gunting duit 100k. Niatnya sih pengen bikin kolase. Kok malah dimarahin :((
sensasi_delight pasang pocong2an di atap rumah tiap ada orang yg lewat aku timpuk kertas biar noleh ke atas terus kaget liat pocong2an 🙁
sekarwyrt Kalo lagi berantem sama kakak buku pelajarannya aku sobekkin

Sudah dihitung berapa nilai kenakalan kalian? Kalau nilainya ternyata lebih dari 60, artinya masa kecil kalian cukup greget. Dan kalau ndilalah kalian pernah melakukan kenakalan itu semua, selamat! Itu artinya sejak kecil kalian sudah pandai jadi kriminal. Jangan dilanjutkan jadi kriminal beneran ya. Hehehe.

Terakhir diperbarui pada 24 Maret 2019 oleh

Tags: let's confuse kids nowadaysMasa Kecilnostalgia
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup MOJOK.CO
Ragam

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
pulang ke rumah, merantau.MOJOK.CO
Catatan

Duka Setelah Merantau: Ketika Rumah Menjadi Tempat yang Asing untuk Pulang

16 September 2025
Tak Cuma Untuk Belanja, Circle K Juga Jadi Penolong Orang-Orang Kere di Tanggal Tua.MOJOK.CO
Catatan

Tak Cuma Untuk Belanja, Circle K Juga Jadi Penolong Orang-Orang Kere di Tanggal Tua

20 Januari 2025
Mukti Entut: Pemilik Klub Jangan Perlakukan Fans Sepakbola Seperti Customer!
Video

Mukti Entut: Pemilik Klub Jangan Perlakukan Fans Sepakbola Seperti Customer!

15 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pesan Muhammadiyah untuk perbaiki salat. MOJOK.CO

Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan

29 Januari 2026
Jangan Cuma Beli Emas, Perak Juga Bisa Jadi “Senjata Rahasia” Saat Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja.MOJOK.CO

Jangan Cuma Beli Emas, Perak Juga Bisa Jadi “Senjata Rahasia” Saat Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

29 Januari 2026
Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul MOJOK.CO

Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul

30 Januari 2026
fresh graduate dari UNPAD kerja di Jakarta. MOJOK.CO

Sering Ditolak Magang di Jakarta meski Bermodal Kampus Top, Ternyata “Life After Graduation” Memang Seberat Itu

28 Januari 2026
Menyesal pindah ke Jogja, sama saja dengan Jakarta. MOJOK.CO

Kesialan Bertubi yang Bikin Saya Merenung dan Nyaris Menyesal Pindah ke Jogja yang Penuh dengan Kebohongan

27 Januari 2026
Operasi Modifikasi Cuaca dari BMKG Difitnah Jadi Pemicu Banjir. MOJOK.CO

Operasi Modifikasi Cuaca Mustahil Bikin Banjir, Teknologi Manusia Saja Belum Mampu Mengatasi Semesta Bekerja

28 Januari 2026

Video Terbaru

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.