• 198
    Shares

MOJOK.CO Untuk melengkapi nostalgia kita, berikut adalah daftar komoditi pangan yang colong-able, “let’s confuse kids nowadays”-able, dan tampak “seksi” di mata kita semua.

Selagi masyarakat media sosial tengah dimabuk tren “Let’s confuse kids nowadays”, beberapa dari mereka kini justru confuse beneran melihat kebiasaan berbeda yang ditunjukkan oleh kids nowadays. Memangnya, beneran, ya, anak zaman sekarang nggak tahu kalau dulu ada es krim  yang mahal banget dan nggak bisa dibeli sama sebagian besar dari kita? Beneran, ya, anak zaman sekarang nggak tahu kalau dulu ada iklan yang bikin kita hafal nomor hotline sebuah layanan internet?

Nyatanya, memang banyak hal yang berubah, dari zaman dulu sampai zaman sekarang. Kalau zaman sekarang anak-anaknya lebih suka nge-cheat saat main games macam GTA sampai PUBG, masa kecil kita (hah kita???) sebagai anak zaman old pun lebih sering diisi dengan…

…nge-cheat yang sesungguhnya alias nyolong!!!

Ya, ya, ya, Teman-teman sekalian, ingatkah kalian pada sensasi berjalan mindik-mindik demi mengambil komoditi pangan di kebun orang lain? Ingatkah kalian pada sensasi mengatur strategi dengan teman untuk menggaet komoditi target tersebut? Dan, ingatkah kalian pada sensasi lari sekuat tenaga waktu akhirnya aksi kita ketahuan?

Untuk melengkapi nostalgia kita hari ini, berikut adalah daftar komoditi pangan yang colong-able, “let’s confuse kids nowadays”-able, dan tampak “seksi” di mata kita semua.

Baca juga:  Seberapa Nakal dan Greget Masa Kecil Lo?

1. Tebu

Meski terkesan panjang, ribet, dan tidak praktis, tebu nyatanya menjadi salah satu favorit untuk diincar oleh colong-er alias tukang colong seperti kita di masa lalu. Secara khusus, Mojok Institute bahkan telah melakukan riset demi mendukung aksi nyolong tebu untuk hasil yang maksimal. Lebih lengkapnya, silakan klik di sini dan nikmati pengalaman berharga mencari tebu sejati di perkebunan milik tetangga yang jelas bisa mendukung tren “Let’s confuse kids nowadays”!

2. Kersen

Kersen tak boleh luput dari daftar komiditi colong-able berikutnya. Dengan ukuran buah sebesar kelereng, kersen memberi tantangan tersendiri untuk dicolong secara terhormat maupun tidak terhormat. Bagaimana lagi: lah wong pohonnya lebat dan besar sekali, padahal buahnya cuma seupil-upil!

Sambil mencolong kersen dan segera kabur kalau ketahuan, kita juga bisa mencolong beberapa helai daunnya. Lumayan, bisa buat main duit-duitan~

3. Jambu

Terdengar mainstream, tapi justru yang mainstream inilah yang membuat kita semua terangguk-angguk setuju. Jambu yang menggantung tampak semenggoda itu bagi kita sehingga mampu menggerakkan hati untuk nyolong jambu dalam sekian detik saja. Alasan lain, makan jambu itu jauh lebih simpel: cukup dicolong, cuci, langsung hap!

4. Belimbing Wuluh

Kalau ada buah terasam di dunia, mungkin gelar ini pantas jatuh ke belimbing wuluh; sudah asam aslinya, asam pula cara mendapatkannya, yaitu dengan nyolong, pula! Meski begitu, kenikmatan yang diberikan belimbing wuluh pun tak tergantikan: ia bisa dimakan begitu saja kalau kamu kuat kecut-kecutnya, bisa juga dijadikan sambal yang, ah—enak, jauh lebih enak daripada ditinggal pas lagi sayang-sayangnya. Yakin saya!

Baca juga:  Bilangnya “Let’s Confuse Kids Nowadays” Padahal Kamu Cuma Mau Nostalgia

5. Es Krim Adik Sendiri

Kalau kamu membayangkan komoditi berikutnya adalah mangga atau rambutan, kamu salah. Memang benar, kedua buah itu merupakan dua buah mainstream lainnya yang pantas menjadi simbol dunia percolongan. Tapi jangan salah, aktivitas nyolong juga bisa terjadi di rumah tanpa perlu memanjat pohon: nyolong es krim milik adik sendiri, misalnya!

Ngaku deh, kamu pernah kan bilang sama adikmu, “Eh, itu es krimnya pedes, pahit juga. Nanti buat Mbak aja, ya. Kamu makan permen aja, nih, yang manis,” atau bahkan langsung nyolong begitu saja waktu es krim itu ada di kulkas.

Pernah, kan? PERNAH, KAN?

Hadeeeh, mentang-mentang kakak, situ jadi seenaknya. Mungkin bagi sebagian kakak di dunia, ini adalah bagian dari permainan “Let’s confuse lil’ sisters and brothers nowadays”, bukannya “Let’s confuse kids nowadays”!

  • 198
    Shares


Loading...



No more articles