Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Italia dan Wales Santai Makan Pizza Sambil Ngetawain Turki dan Swiss

Redaksi oleh Redaksi
20 Juni 2021
A A
Italia vs Wales: 2 Kawan Baik yang Lagi Santai Makan Pizza Sambil Ngetawain Turki dan Swiss MOJOK.CO

Italia vs Wales: 2 Kawan Baik yang Lagi Santai Makan Pizza Sambil Ngetawain Turki dan Swiss MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Euro 2020 Grup A | Italia vs Wales | Italia sudah lolos sementara Wales peluangnya besar. Ada kemungkinan laga ini akan berjalan santai dan penuh canda tawa.

Alief Maulana: “Italia tak perlu ngotot. Waktunya mencoba pemain cadangan.”

Sejujurnya saya agak bosan ketika membuka tulisan dengan sebuah fakta bahwa Italia menang. Tapi, mau nggak mau, saya harus membukanya seperti itu.

Italia kembali menang telak dengan skor  3-0 di pertandingan lanjutan Euro 2020. Kali ini, Swiss yang dibikin habis sama anak asuh Roberto Mancini. Dua kali main, 6 gol dicetak tanpa pernah kemasukan gol!

Kita bisa menyimpulkan bahwa Italia yang dianggap membosankan, bermain defensif, bla bla bla… tidak terbukti. Eh, iya memang pertahanan menjadi fokus Italia, tapi mereka tetap memainkan sepak bola menyerang. Atau setidaknya, tidak lupa menyerang saat bertahan serta tak lupa bertahan saat menyerang. Seimbang.

Dua kemenangan itu membuat Gli Azzurri menjadi tim pertama yang lolos ke babak 16 besar Euro 2020. Mereka tinggal menunggu lawan. Kalau mau lawan peringkat kedua Grup B, mereka harus jadi peringkat kedua. Kalau mau lawan peringkat kedua Grup C, mereka harus jadi juara Grup A.

Bagi Italia, semuanya bukan masalah. Toh, siapa pun lawannya, kita sudah tahu siapa pemenangnya. Melawan Wales yang masih berpeluang lolos, kemungkinan Italia tidak akan terlalu ngotot. Mereka ikuti saja cara bermain Wales yang selaw. Karena Wales kalau dibalik jadi “selaw”. Hehehe… ditambahin “hehehe” biar lucu.

Lagian, Gli Azzurri ini hanya lawan tim ice cream yang kena panas dikit bakal mencair. Kok bisa tim ice cream? Lha iya, Wales, Wales, Walls. Hehehe… ya maaf.

Terlepas dari itu semua, ini menjadi laga penutup Grup A. Seminggu lebih saya “beradu” tulisan dengan para penulis lain. Saya menaruh hormat yang sangat luar biasa kepada ketiga penulis lain, terutama Bapak Air Mata Indonesia, Nuran Wibisono.

Tulisan beliau bagus banget. Sayang, kita tidak akan bisa membaca tulisannya lagi karena Turki sudah gugur. Memang, Bapak Nuran nggak pernah setengah-setengah untuk menangis, baik kalau lagi sedih atau bahagia. Pesan saya buat Bapak Nuran, siapkan hampers untuk panpel. Niscaya semuanya akan lebih mudah.

Sampai jumpa di Euro 2024, Turki. Suruh Erdogan urus sepak bola, jangan Cuma urus OMEK di Indonesia. Xixixi….

Wisnu Prasetya: “Waktunya Wales menyantap pizza Italia dengan tenang.”

Setelah Aaron Ramsey memimpin Wales menikmati kebab Turki dengan lahap, kini saatnya mencicipi pizza Italia. Untungnya, Wales sudah dalam posisi yang relatif aman. Meski belum pasti lolos, tapi poin 4 sementara ini setidaknya membuka peluang mereka masuk ke babak 16 besar lewat jalur peringkat 3 terbaik.

Karena kondisi yang relatif aman tersebut, Ramsey tidak perlu bekerja keras-keras banget untuk mengorkestrasi lini tengah Wales menghadapi gempuran Italia. Italia juga sudah pasti lolos. Kemungkinannya, Mancini akan mencoba para pemain yang belum bermain di dua laga awal. Atau, kalau tetap mempertahkan tim utama, tentu level ngototnya tidak seperti ketika membantai Turki dan Swiss.

Kondisi yang serba tidak menekan buat kedua tim ini tentu mesti dimanfaatkan oleh Wales. Sebagaimana makan pizza, ia cocok dinikmati saat kondisi sedang rileks, cocok buat teman ngobrol berjam-jam, apalagi kalau ada minuman bersoda seperti Coca-Cola yang kemarin disingkirkan Cristiano Ronaldo.

Wales juga bisa menggunakan prinsip pengolahan pizza untuk pertandingan kali ini. Belajar dari ahlinya makanan ini berasal tentu hal yang paling baik. Konon, orang Italia cenderung puritan kalau soal pizza. Mereka akan menggunakan bahan-bahan segar untuk membuat pizza termasuk menggunakan kayu sebagai bahan bakar untuk apinya.

Iklan

Namun semua berubah ketika pizza diekspor dan masuk ke restoran-restoran waralaba. Karena alasan efiesiensi, pizza tidak menggunakan bahan-bahan segar lagi, melainkan yang sudah bentuk paketan dan dalam jumlah banyak. Rasanya tentu sudah jauh berbeda seperti pizza pada awalnya.

Waktu kuliah di Inggris, saya tinggal satu flat dengan orang Italia. Dia mengajari saya cara membuat berbagai masakan Italia termasuk pizza. Dan tentu saja, sebagai orang yang puritan soal makanan, dia tidak mau makan pizza yang bukan buatan orang Italia. Apalagi kalau pake bahan-bahan yang tidak segar. “No, no, no,” kata teman saya tersebut dengan menggerakkan tangan sebagaimana yang dilakukan Chiellini ketika protes ke wasit.

Saya sendiri ya tidak peduli bahannya segar atau tidak. Yang penting mengenyangkan. Nah, efisiensi itu yang diperlukan Wales. Bermain efisien, tidak perlu ngoyo banget. Dan yang penting mengenyangkan, alias bisa membawa mereka lolos ke 16 besar.

BACA JUGA Italia Itu Kayak Kamu: Satu-satunya dan Tiada Duanya. Swiss? Nggak Ada Mental Petarung dan ulasan Euro 2020 lainnya.

Terakhir diperbarui pada 20 Juni 2021 oleh

Tags: euro 2020ItaliapizzaswissTurkiwales
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kegilaan Cinta Sejati di Napoli: Antara Sepak Bola dan Maradona MOJOK.CO
Esai

Menyaksikan Kegilaan Cinta Sejati di Kota Napoli: Antara Copet, Kota Bau Pesing, Sepak Bola, dan Maradona

31 Desember 2024
Kisah Penerima Beasiswa S2 di Turki, Dari Orang Biasa hingga Memikat di Panggung Asia Tenggara. MOJOK.CO
Sosok

Kisah Penerima Beasiswa S2 di Turki, Dari Orang Biasa hingga Memikat di Panggung Asia Tenggara

7 November 2024
Melihat Tari Perut yang Katanya Erotis di Turkiye, Negerinya Erdogan. MOJOK.CO
Liputan

Melihat Tari Perut yang Katanya Erotis di Turkiye, Negerinya Erdogan

19 Juni 2023
Silvio Berlusconi Abadi Bersama Angka 3 di Universe AC Milan MOJOK.CO
Esai

Silvio Berlusconi Abadi Bersama Angka 3 di Universe AC Milan

13 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan

Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan

18 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
WNI tergabung ke GSF menuju Gaza diculik militer Israel dan renungan kegagalan pemerintah dunia hentian genosida Palestina MOJOK.CO

Di Balik Penculikan WNI-GSF oleh Militer Israel: Sipil Berlayar karena Pemerintah Dunia Gagal Stop Genosida Palestina

19 Mei 2026
buku remy sylado.MOJOK.CO

Mendobrak Fiksi Sejarah Jawa-sentris lewat Inani Keke dan Trabar Batalla, Harta Karun yang Sempat dianggap “Budaya Rendah”

15 Mei 2026
Siswa Katolik di Muhammadiyah Pekalongan. MOJOK.CO

Cerita Siswa Katolik Suka Otak-atik Motor hingga Lulus dari SMK Muhammadiyah dan Dapat Beasiswa Magang ke Jepang 

18 Mei 2026
Pemuda desa 19 tahun lulusan SMK nekat kerja jadi housekeeping di Dubai demi gaji 2 digit karena menyerah dengan rupiah MOJOK.CO

Pemuda Desa 19 Tahun Nekat Kerja di Hotel Dubai: Jaminan Gaji 2 Digit usai Nyerah dengan Rupiah dan 19 Juta Lapangan Kerja

18 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.