Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Walau Ditawari Menpora Jadi Atlet, Joni Maunya Jadi TNI

Redaksi oleh Redaksi
18 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Indonesia memiliki ikon ‘sang patriot’ baru, yakni Johannes Adekalla atau Joni karena aksi heroiknya membetulkan pengait bendera yang bermasalah. Aksi ini mendapatkan bermacam apresiasi. Joni pun kebanjiran hadiah.

Sebelumnya, kita punya sosok Lalu Zohri, seorang pelari jarak pendek yang berhasil menang di tingkat dunia. Awalnya ia tidak terlalu menjadi fokus perhatian pemerintah. Namun karena kemenangan tersebut, akhirnya Lalu mendapatkan apresiasi dari banyak pihak, termasuk hadiah dari uang tunai hingga pekerjaan di beberapa lembaga negara.

Iklan

Sepertinya pemerintah memang bangga dengan sesuatu yang berbau heroik dan dramatis. Kali ini, giliran Johannes Adekalla (Joni) yang mendapatkan kesempatan tersebut. Ia menjadi pahlawan dalam pengibaran bendera merah putih di Kecamatan Silawan, Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat kemarin (17/8).

Hal ini karena aksi nekatnya yang memanjat tiang bendera setinggi 23 meter untuk memperbaiki pengait yang bermasalah supaya bendera merah putih dapat berkibar gagah di perbatasan Indonesia-Timur Leste. Tentu saja tak banyak anak seperti Joni, sehingga keberaniannya itu mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak.

Anak laki-laki yang masih duduk di kelas VII SMPN 1 Silawan ini, karena aksinya itu, mendapatkan hadiah dari banyak pihak. Beberapa diantaranya, ia mendapatkan apresiasi dari Wakil Bupati Kabupaten Belu. Ia diminta datang ke kantor wakil bupati pada Senin (20/8) mendatang untuk diberi bantuan. Namun belum diketahui bantuan apa yang akan diterima olehnya.

Selain itu, ia juga mendapatkan penghargaan dari Kementrian Pertahanan. Pejabat Perwakilan Kementerian Pertahanan Nusa Tenggara Timur (NTT) Kolonel Friski Suatan langsung menemui Joni di Bandara Eltari, Kupang, pada Sabtu pagi, (18/8).

Joni bersama kedua orang tuanya juga diminta hadir dalam pembukaan Asian Games di Gelora Bung Karno, Jakarta, malam nanti (18/8). Di Jakarta selain untuk menghadiri pembukaan Asian Games, ia juga bertemu dengan Menpora, Imam Nahrawi. Ia sempat ditanya, tentang minatnya ke depan. Pasalnya, Imam melihat kemampuan memanjat Joni yang berpotensi menjadi atlet panjat tebing.

Namun ia ternyata memiliki keinginan lain. Ia menyatakan diri ingin jadi anggota TNI. Ia memilih menjadi tentara. Waduh, Pak Imam Nahrawi ditolak nih ya~

Saat ditegaskan lagi tentang pilihannya, apakah menjadi tentara atau anggota polri, ia tetap bersikukuh dengan pilihannya di awal. Tak bisa digoyahkan sedikitpun. Sungguh tipe lelaki yang teguh pada pendiriannya.

Sebelumnya Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto memang menyatakan akan memberikan beasiswa padanya hingga lulus SMA. Setelah lulus SMA, ia akan mendapatkan prioritas apabila ingin menjadi prajurit TNI.

Selain itu, Joni juga mendapatkan hadiah dari PLN Peduli. Karena aksinya yang menjunjung tinggi rasa nasionalisme dan cinta NKRI, ia mendapatkan tawaran beasiswa hingga jenjang pendidikan tinggi strata 1 (S1). Tawaran beasiswa pendidikan ini selain dari PLN dan TNI juga dijanjikan oleh pihak Pemprov NTT hingga Kemendikbud.

Tidak cukup di situ, Joni juga dijanjikan mendapatkan Rp25 juta untuk ‘uang jajan’ dari pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea melalui akun instagramnya~

Ehm, semoga hadiah-hadiah tersebut tidak menjadikan Joni sebagai pribadi yang takabur yha. Tetap tumbuh menjadi pribadi yang sederhana, Joni…. (A/L)

Terakhir diperbarui pada 18 Agustus 2018 oleh

Tags: asian gamesAtletbeasiswa JonihadiahImam NahrawijoniTNIupacara bendera
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Pemerintah Tolak Uji Formil UU TNI, Bukti Suara Rakyat Tak Dianggap dan Cuma Fasilitasi Kepentingan Kekuasaan.MOJOK.CO
Kabar

Pemerintah Tolak Uji Formil UU TNI, Bukti Suara Rakyat Tak Dianggap dan Cuma Fasilitasi Kepentingan Kekuasaan

25 Juni 2025
Alumni Unhan RI Jurusan Ekonomi Pertahanan. MOJOK.CO
Kampus

Kuliah di Universitas Pertahanan Memang Menjanjikan, tapi Tugasnya bikin Mahasiswa Kena Mental

28 Mei 2025
tentara, dwifungsi tni, tni, militer.MOJOK.CO
Kabar

Dwifungsi TNI is Back, Ancaman Nyata Bagi Dunia Akademik

20 Maret 2025
Pemerintah Tolak Uji Formil UU TNI, Bukti Suara Rakyat Tak Dianggap dan Cuma Fasilitasi Kepentingan Kekuasaan.MOJOK.CO
Esai

Humor Gelap Tentara vs Sipil yang Menghantui Indonesia

17 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.