Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Susi Pudjiastuti Dapat Gelar Dau Mening, Artinya Matahari yang Cerah

Redaksi oleh Redaksi
25 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Berkat kepeduliannya pada masyarakat Dayak, Susi Pudjiastuti secara resmi memperoleh gelar kehormatan Dau Mening alias Matahari yang Cerah, tempo hari.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti baru saja mendapatkan gelar warga kehormatan dari Dewan Adat Dayak Kalimantan Utara. Secara resmi, gelar ini diberikan pada hari Kamis (23/8) pada acara kerukunan keluarga besar Pumung Bangen nang Pekenu (Pesta Kegembiraan dan Ramah Tamah) Tebengang Lung 2018, tapi baru dirilis Kementerian Kelautan dan Perikanan hari Sabtu ini (25/8).

Menteri Susi menerima gelar bernama Dau Mening yang berarti Matahari yang Cerah. Wah, secerah apakah sinar yang diberikan Susi Pudjiastuti hingga mendapat apresiasi khusus dari Dewan Adat Dayak?

Usut punya usut, gelar kehormatan ini diberikan atas kepedulian Susi terhadap masyarakat perdalaman dan perbatasan. Sebagaimana diketahui, Menteri Susi Pudjiastuti kerap menyediakan bantuan transportasi udara sehingga memudahkan aktivitas masyarakat.

Tak hanya itu, Susi juga dianggap menghargai dan mencintai masyarakat Dayak melalui pilihannya untuk menggunakan pakaian adat Dayak pada acara ulang tahun ke-72 Republik Indonesia tahun 2017 lalu. Dengan demikian, Susi dianggap menghormati dan mempromosikan pakaian adat tersebut dalam skala nasional maupun internasional.

Marthin Billa, Ketua Dewan Adat Dayak, menjelaskan soal penamaan ‘Matahari yang Cerah’ bagi Menteri Susi. Menurutnya, gelar Matahari menggambarkan orang yang membawa berkah dalam kehidupan umat manusia. Sementara itu, gelar Cerah menunjukkan kebersihan dan kejernihan hati membangun masyarakat.

Kecintaan Susi pada masyarakat Dayak memang terlihat jelas. Di sana, Susi meyakini bahwa sektor perikanan, pariwisata, hingga pertaniannya dapat menjadi lahan ekonomi kreatif. Dengan demikian, lapangan kerja baru pun terbentuk bagi masyarakat, pengusaha, dan UMKM.

“Saya dengan masyarakat Dayak ini orangnya baik-baik. Saya berharap, budi pekerti yang baik ditambah pendidikan yang lebih baik (dan) kesempatan kerja yang diciptakan pemerintah daerah yang lebih besar, akan membuat masyarakat Dayak menjadi salah satu pilar bangsa yang memperkuat NKRI,” ujar Susi.

Sementara itu, Marthin Billa, mewakili seluruh masyarakat Dayak, mengucapkan harapan dan doanya bagi sang Menteri, “Harapan kami, warga Dayak kepada Ibu Susi, agar beliau terus bersemangat membangun bangsa kita di seluruh nusantara ini. Kami terus mendoakan beliau, mendukung beliau tetap kuat, tetap sehat, dan semangat untuk mengabdi bagi bangsa dan masyarakat kecil.” (A/K)

Terakhir diperbarui pada 25 Agustus 2018 oleh

Tags: adat DayakDau Meninggelar kehormatanMatahari yang cerahmenteri kelautan dan perikananSusi Pudjiastuti
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Cek Ombak Anies Baswedan-Susi Pudjiastuti, Hingga Sejauh Mana Kapal Mereka Berlayar?
Video

Cek Ombak Anies Baswedan-Susi Pudjiastuti, Hingga Sejauh Mana Kapal Mereka Berlayar?

8 Agustus 2023
5 Tokoh Perempuan yang Bisa Mengubah Peta Politik 2024
Kilas

5 Tokoh Perempuan yang Bisa Mengubah Peta Politik 2024

20 Oktober 2022
susi air mojok.co
Kilas

Susi Air Kecelakaan di Papua, Susi Pudjiastuti Minta Doa Warganet

23 Juni 2022
puan maharani
Pojokan

Puan Maharani Tidak Salah meski Disindir Susi Pudjiastuti soal Menanam Padi

13 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.