Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Soal Prabowo-AHY, Siapa Duluan yang Tawarkan Koalisi?

Redaksi oleh Redaksi
9 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Rencana terbentuknya pasangan capres-cawapres Prabowo-AHY ternyata menyisakan cerita. Baik Partai Demokrat maupun Gerindra, sama-sama tidak mengakui diri sebagai pihak pertama yang memulai penawaran.

Pertemuan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hassan dengan Prabowo pada hari Kamis (5/7) lalu memunculkan perkiraan terbentuknya pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dalam pertemuan tersebut, Syarief diberitakan diutus oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk bertemu langsung dan berdiskusi dengan Prabowo.

Iklan

Alih-alih kepastian final jadi atau tidak jadinya pasangan ini, kedua pihak—Partai Demokrat dan Gerindra—justru tengah sibuk memberi klaim bahwa dirinya bukanlah pihak pertama yang memberi penawaran.

Sebelumnya, Gerindra—melalui Ketua Dewan Pembinanya, Sandiaga Uno—menyatakan bahwa Partai Demokrat memberi penawaran kepada Gerindra dengan mengajukan nama AHY untuk diikutsertakan dalam Pilpres 2019. Dari sinilah, nama Prabowo-AHY mulai mencuat ke permukaan.

Namun, dilansir dari Detik.com, Syarief Hassan menegaskan, “Kayaknya sih terbalik, ya. Jadi saya tanggal 5 Juli lalu hanya diundang ke Kertanegara untuk bertemu dengan Pak Prabowo. Itu awalnya karena ada pesan dari Pak Prabowo untuk Pak SBY yang menyatakan siap berkoalisi dengan Partai Demokrat dan siap untuk berpasangan dengan AHY.”

Sekilas, momen saling klaim ini jelas membuat kita-kita sebagai penikmat panggung politik menggeleng tak percaya: ini kenapa jadi kayak orang pacaran yang ribut gara-gara berdebat memutuskan siapa yang naksir duluan, sih?!

Seolah ingin menegaskan bahwa pihaknyalah yang “dipinang” Gerindra, Syarief menambahkan, “Di situ Pak Prabowo dengan tegas mengatakan siap berkoalisi dengan Partai Demokrat dan siap menerima AHY sebagai calon wakil presiden.”

Pernyataan Syarief ini tentu menimbulkan reaksi yang berbeda-beda, terutama bagi pihak Gerindra.

Setelah lempar klaim, Gerindra membalas pernyataan ini dengan aksi meluruskan pernyataan, yang—lagi-lagi—bertolak belakang dengan Partai Demokrat.

Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade menyebutkan bahwa Gerindra sendiri belum memiliki keputusan final soal cawapres Prabowo. “Siapa pun cawapres Prabowo akan dibicarakan oleh Pak Prabowo dengan seluruh mitra koalisi. Jadi apakah nanti Mas AHY jadi cawapres Pak Prabowo, Pak Prabowo akan bicara dengan PKS dan PAN, juga Demokrat,” tuturnya.

Ya, ya, ya, setelah saling menyebut bahwa pihak yang lain adalah pihak pemberi penawaran, rupanya Demokrat dan Gerindra juga menunjukkan ketidaksepahaman mereka mengenai hasil pertemuan kedua belah pihak tempo hari~

Tapi kalau dipikir-pikir, tentu wajar Gerindra meluruskan pernyataan Demokrat. Perlu diingat, Gerindra tidak sendirian dalam menghadapi Pilpres 2019, melainkan berkoalisi dengan PAN dan PKS. Apalagi, PKS—misalnya—telah mengajukan sembilan nama sebagai kandidat capres maupun cawapres. Coba bayangkan, bagaimana sikap PKS seandainya Gerindra langsung saja memutuskan nama AHY sebagai cawapres tanpa tedeng aling-aling?

Ha wong kita aja kalau nggak diajak pergi sama temen suka sedih. (A/K)

Terakhir diperbarui pada 9 Juli 2018 oleh

Tags: agus harimurti yudhoyonodemokratgerindrapanpartaiPKSPrabowo-AHY
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Marchel Widianto satrio piningit Tangerang Selatan MOJOK.CO
Esai

Marshel Widianto Adalah Satrio Piningit yang Dibutuhkan Tangerang Selatan

25 Juni 2024
prabowo subianto gerindra jatah 3 menteri pertahanan
Kampus

Cerita Mahasiswa UNAIR Anak Caleg Gerindra Lulus Cepat agar Bisa All Out Bantu Bapak Kampanye

14 April 2024
Wacana Koalisi PDIP dan PKS di Putaran Kedua Pilpres, Siapkah Lawan Kubu Prabowo?
Video

Wacana Koalisi PDIP dan PKS di Putaran Kedua Pilpres, Siapkah Lawan Kubu Prabowo?

20 Januari 2024
Memang Kenapa Kalau Prabowo Subianto Jadi Presiden? MOJOK.CO
Esai

Memang Kenapa Kalau Prabowo Subianto Jadi Presiden Indonesia?

18 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
dosen.MOJOK.CO

Butuh Biaya Puluhan Juta Demi Ijazah S2-S3, tapi Negara Malah “Melegalkan” Dosen Digaji di Bawah UMR

23 Juni 2026
Kisah pengusahaan binaan program UMiMAX dari Pertamina. MOJOK.CO

Kisah Para Ibu Jual Kopi Keliling usai Suami Kena PHK, Relakan “Cincin Terakhir” agar Anak Bisa Sekolah

26 Juni 2026
Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha Terbaik Idola Orang Jambi MOJOK.CO

Setelah Melakukan Pengamatan, Saya Menemukan Fakta Bahwa Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha yang Menemukan Habitat Alaminya di Jambi

25 Juni 2026
Mahasiswa Unair kuliah di Polandia, Eropa dengan beasiswa pertukaran pelajar dari Erasmus. MOJOK.CO

Jalan-jalan ke 6 Negara di Eropa dengan Beasiswa Erasmus, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pembelajaran Berharga dari Sekadar Belajar Musik

24 Juni 2026
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) pastikan pengurusan dokumen izin untuk nelayan gratis MOJOK.CO

Nelayan Kecil di Jateng Kini Bisa Urus Izin Kapal Gratis, Tinggal Lapor kalau Kena Pungli

22 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.