Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Siapa yang Punya Hak Paten 212: GNPF-U atau Wiro Sableng?

Redaksi oleh Redaksi
30 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – GNPF-U mendaku sebagai Pemegang Hak Merek 212. Lalu, bagaimana kabar Wiro Sableng yang sudah mematenkan merek ini terlebih dahulu?

Dalam Ijtima Ulama yang digelar kemarin (29/7) tidak hanya merekomendasikan capres cawapres saja, namun beberapa hal lain salah satunya tentang program ekonomi keumatan. Salah satu poin dalam rekomendasinya, menegaskan bahwa Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) sebagai Pemegang Hak Merek 212.

Mereka pun mengaku sudah mendaftarkan merek tersebut ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DKJI), Kementrian Hukum dan HAM. Meski begitu, GNPF-U tetap akan memberikan keleluasaan umat untuk menggunakan merek tersebut dengan syarat dan ketentuan yang akan diatur kemudian. Nantinya akan ada macam-macam usaha yang didaftarkan, ada perdagangan, retail, restoran, dll.

Nama tersebut direkomendasikan oleh Habib Rizieq Shihab (HRS), yang diambil dari tanggal aksi 2 Desember 2016. Ketua Umum GNPF-U, Yusuf Martak mengungkapkan, pendaftaran merek 212 tersebut sudah diawali oleh aktivitas Dewan Ekonomi Syariah dan Koperasi Syariah 212 (KS 212) yang diketuai oleh Syafi’i Antonio. Pihaknya telah mendaftarkan merek tersebut ke DJKI sejak awal 2017. Namun hingga kini sertifikat merek dari DKJI belum juga terbit, dan Yusuf memaklumi proses tersebut.

Jika dicek ke situs resmi DKJI, ketika ditelusuri dengan kata kunci ‘212’ pada menu merek, akan memunculkan beragam hasil. Meliputi merek yang berstatus ‘didaftar dalam proses’ hingga ‘ditarik kembali’

Hasil pencarian yang banyak muncul dengan merek tersebut adalah atas nama pemilik KH Bachtiar Nasir, Lc. M.M. Pendaftaran ini sudah diterima sejak 16 Januari 2017. Di situ tampil logo dengan gambar Monas sebagai pengganti angka “1” pada “212”

Angka 1 di tengah berbentuk Monas tersebut memang untuk mengabadikan peristiwa “Persaudaraan Islam” terbesar sepanjang sejarah yang berlangsung di Monas pada tanggal 2 Desember 2016 lalu.

Berbicara mengenai 212, sebenarnya ada murid Sinto Gendeng yang terlebih dulu memakai simbol ini, ia adalah Wiro Sableng. Pendekar ini bahkan sudah punya tanda 212 di dadanya serta memiliki Kapak Maut Naga Geni 212.

Memang keberadaan Wiro Sableng adalah fiksi, namun novel karya Bastian Tito ini benar-benar ada. Bahkan akan tayang di layar lebar di penghujung Agustus nanti.

Dalam situs DKJI, logo Wiro Sableng Pendekar Maut Kapak Naga Geni 212 ditemukan dalam data Hak Cipta dengan status ‘Dicatat’. Kategori jenis ciptaannya adalah ‘Artistic Works/Lukisan’. Dengan tanggal permohonan 24 Januari 1991 dan tanggal pencatatannya tercantum 14 Juni 1991, dengan pemegang dan pencipta hak ini adalah Bastian Tito.

Yusuf Martak, mengakui bahwa Wiro Sableng lebih dulu memakai angka tersebut. Namun baginya, Selagi 212 milik pihak tertentu tidak saling menyamai pihak lainnya, itu tidak menjadi masalah.

Pasalnya, karakter huruf dan warna yang dimiliki 212 versi GNPF-U juga spesifik, yakni dengan gambar Monas sebagai simbol angka ‘1’ di tengah. Sehingga GNPF-U tidak akan mempermasalahkan 212 milik Wiro Sableng dan tidak akan melarang Wiro Sableng untuk menggunakannya.

Lha, kalau nanti Wiro Sableng yang justru melarang GNPF-U untuk menggunakan merek tersebut, gimana? (A/L)

Terakhir diperbarui pada 30 Juli 2018 oleh

Tags: 212aksi 212Habib Rizieq Shihabhak paten merekIjtima Ulamakoperasi syariahwiro sableng
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Guru-guru Wiro Sableng Tak Cuma Cocok Ngajar Silat tapi Juga Cocok Ngajar di Fakultas Filsafat
Esai

Guru-guru Wiro Sableng Tak Cuma Cocok Ngajar Silat tapi Juga Cocok Ngajar di Fakultas Filsafat

25 November 2020
Kilas

Izin dari Kepolisian dan Pengelola Monas Tak Turun, Reuni 212 Tahun Ini Terpaksa Ditunda

18 November 2020
wiro sableng
Esai

Kisah Cinta Wiro Sableng dan Bidadari Angin Timur yang Nggantung tapi Sweet dan Uwuuu

21 Oktober 2020
Pojokan

Mujahid 212 Tak Perlu Khawatir kalau Ahok Pimpin Badan Otoritas Ibu Kota Baru

9 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah ISI Jogja dihujat. MOJOK.CO

Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita

12 Maret 2026
Sarjana Ekonomi pilih berjualan ayam penyet

Sarjana Ekonomi Pilih Berjualan Ayam Penyet, Sempat Diremehkan Banyak Orang, tetapi Bisa Untung 3x Lipat UMR dan Kalahkan Gaji Pekerja Kantoran

9 Maret 2026
Pemuda Kediri Nekat kerja di luar negeri (Selandia Baru) sebagai Tukang Cukur. MOJOK.CO

Pemuda Kediri Nekat ke Selandia Baru sebagai Tukang Cukur usai Putus Cinta dan Ditolak Ratusan Lamaran Kerja

10 Maret 2026
Lebaran.MOJOK.CO

Lebaran adalah Neraka bagi Pekerja Usia 30 tapi Belum Menikah, Sudah Mapan pun Tetap Kena Mental

8 Maret 2026
Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario MOJOK.CO

Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik

12 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.