Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Sel Palsu Setya Novanto dan Sandiwara Baru dari Sukamiskin

Redaksi oleh Redaksi
26 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Lapas Sukamiskin mendatangkan sebuah cerita baru lagi. Setelah riewuh dengan narapidana yang mendapatkan fasilitas khusus. Kini, beberapa narapidana, diantaranya Setya Novanto dan M. Nazaruddin diduga menempati sel palsu saat disidak oleh Ditjen PAS (yang dianggap bocor itu).

Dalam sidak tim Mata Najwa bersama Ditjen PAS, sehari setelah OTT KPK Kalapas Sukamiskin, mereka menyidak beberapa ruang tahanan Lapas Sukamiskin yang dihuni oleh narapidana kasus korupsi. Beberapa tahanan yang disidak di ruang tahanannya adalah Lutfi Hasan Ishaqq, OC Kaligis, Setya Novanto, dan M. Nazaruddin.

Dalam tayangan sidak tersebut, beberapa ruang tahanan memang memperlihatkan ruangan mewah dengan fasilitas yang bisa dikatakan cukup lengkap. Lebih lengkap dibandingkan dengan kosanmu!

Namun, yang sedikit diluar nalar, ternyata ruang tahanan milik Setya Novanto dan M. Nazaruddin ini kalah jika dibandingkan milik Fahmi Darmawansyah. Lha, kok bisa? Kok Novanto mau-maunya cuma dapat tahanan sekelas itu? Apa belio ini memang nggak mampu sewa ruang tahanan lebih baik atau gimana? Kok kayak cuma kelas bisnis doang? Bisnis yang udah kelihatan agak bobrok lagi. Pokoknya sel mereka ini terlihat sederhana.

Mungkin kebohongan dalam menempati ruang tahanan tersebut, kurang dipersiapkan baik-baik sehingga menyebabkan curiga. Kecurigaan tersebut di antaranya, stiker identitas di depan pintu yang tampak baru, begitu juga dengan stiker nama di papan informasi kamar napi, dan barang ada barang orang lain yang ketinggalan di kamar Novanto, terdapat sebuah parfum wanita merek Victoria’s Secret.

Eng ing eng~

Tidak seperti sel tahanan mewah yang lain, di sel Novanto tidak ada alat elektronik ataupun barang mewah di dalamnya Terlihat ada beberapa tambalan semen pada dinding dan terlihat pula instalasi pipa air yang menonjol keluar.

Mantan Ketua DPR ini memang terlihat sederhana sekali, apalagi ketika disidak ia sedang duduk di bangku plastik berwarna biru sambil memegang sebuah buku yang sampulnya bertuliskan Kamus Kosakata Al-Qur’an. Subhanallah…

…sedangkan Nazaruddin, katanya tidak menempati sel tahanan seperti saat disidak sebelumnya.

Usut punya usut, ternyata itu cuma sel palsu. Iya, palsu.

Maksudnya sel palsu, jadi mereka ini tidak sedang berada di tahanan miliknya. Ngampung di tahanan milik orang lain ketika sidak. Biar nggak ketahuan ‘kemewahan’ ruang tahanannya yang sebenarnya.

Saat Ditjen PAN yang dipimpin oleh Ditjen PAS, Sri Puguh Budi Utami melakukan sidak ke Lapas Sukamiskin bersama Najwa, dua narapidana koruptor tersebut memang sedang menempati sel palsu. Jadi, Sri Puguh ini udah dibohongin sama jajarannya. Wih, sedih kan ya, punya anak buah yang ternyata nggak setia….

Asrul Sani, anggota Komisi III DPR mengungkapkan, adanya sel palsu tersebut menunjukkan bahwa persoalan moralitas dan integritas jajaran Lapas Sukamiskin ada pada titik nadir.

Ya iya sih, gimana ya, jajarannya aja udah berani membohongi atasannya sendiri dan temuannya terjadi ketika ada inspeksi yang dilakukan oleh atasannya langsung lagi. Parah….

Iklan

Kecurigaan itu memang terbukti, Menkum HAM, Yasonna Laoly juga memastikan bahwa keduanya memang menempati sel palsu. “Itu bukan sel Nazaruddin dan sel Setya Novanto,” ungkap Yasonna di tayangan Mata Najwa.

Asrul Sani menambahkan, “Menkum HAM sudah saatnya melakukan terobosan dalam pembinaan dan pengawasan terhadap jajaran lapas yang seperti itu dengan melibatkan atau mengundang pihak eksternal. Pihak eksternal tersebut bisa KPK, ORI atau tim internal kementrian/lembaga yang diberi kewenangan antara lain untuk melakukan sidak.”

Kasus sel palsu di Lapas Sukamiskin ini semakin menambah deretan kebobrokan lapas tersebut. Hmmm, kira-kira habis ini Kalapas Sukamiskin bikin cerita apa lagi ya? (A/L)

Terakhir diperbarui pada 26 Juli 2018 oleh

Tags: fasilitas lapasKomisi IIIlapas palsuLapas SukamiskinMata NajwanazaruddinOTT KPKSetya Novanto
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

OTT Wali Kota Madiun
Aktual

Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat

20 Januari 2026
Sosok

Gibran Rakabuming Bicara Soal Bisnis, Mata Najwa, Sampai Jonru

18 Oktober 2023
mahfud md mojok.co
Hukum

Imbas OTT Hakim Agung, Mahfud MD Rumuskan Formula Reformasi Peradilan

27 September 2022
penggeledahan kpk mojok.co
Hukum

KPK Kembali Geledah Balkot Yogyakarta, Cari Alat Bukti Baru Kasus Haryadi Suyuti

8 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota

15 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.