Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Pencak Silat yang Membuat Jokowi dan Prabowo Berpelukan Bagai Teletubbies

Redaksi oleh Redaksi
29 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Momen Jokowi dan Prabowo berpelukan mungkin menjadi momen yang sangat langka. Terakhir kali keduanya berpelukan adalah saat Jokowi maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta bersama Basuki Tjahaja Purnama a.k.a Ahok sebagai wakilnya. Kala itu, pasangan Cagub-Cawagub ini diusung oleh Gerindra dan PDIP.

Nah, sekarang, setelah enam tahun berlalu, momen berpelukan Jokowi-Prabowo akhirnya kembali terulang.

Adalah pencak silat, cabang olahraga andalan Indonesia di Asian Games yang mampu membuat keduanya berpelukan.

Jokowi dan Prabowo sama-sama hadir untuk meyaksikan pertandingan pecak silat di Taman Mini Indonesia Indah pada Rabu, 29 Agustus 2018.

Jokowi hadir sebagai Presiden Indonesia, sementara Prabowo hadir sebagai Ketua umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)

Momen berpelukan itu itu terjadi saat pesilat Indonesia Hanifan Yudani Kusumah tampil menjadi juara dengan mengalahkan pesilat Vietnam Nguyen Thai Linh 3-2 pada kelas C putra 55-60 kg.

Setelah dikalungi medali, Hanifan kemudian naik ke tribun VIP, di sana, hanifah menemui Jokowi dan Prabowo yang sudah menunggu.

Tanpa ba-bi-bu, Hanifan kemudian mencium tangan keduanya. Ketiga sosok itu kemudian saling berpelukan disaksikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani.

Jokowi, Prabowo, dan Hanifah berpelukan persis seperti Tinky-Winky, Dipsy, dan Po (kalau Puan ikut pelukan, barulah lengkap plus Laa Laa)

Pelukan tersebut tentu saja langsung menjadi pusat perhatian. Maklum saja, di tengah suhu panas kontestasi politik yang melibatkan Prabowo dan Jokowi dalam kubu yang saling berseberangan, momen berpelukan Jokowi dan Prabowo tentu saja bagaikan oase di tengah padang pasir.

Demi melihat pelukan mesra tersebut, para penonton terang saja histeris. Sorak sorai riuh rendah langsung terdengar. Tak ubahnya seperti keriuhan penonton perempuan saat melihat Jonathan “Jojo” Christie buka baju setelah menjadi juara. Untung Pak Prabowo sama Pak Jokowi nggak sampai buka baju.

“Kalau sudah untuk bangsa dan negara kita semua bersatu tidak ada perbedaan,” kata Prabowo.

Di bawah kepemimpinan Jokowi, Indonesia sukses menyelenggarakan Asian Games dengan pembukaan yang luar biasa. Dan di bawah kepemimpinan Prabowo, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) sukses menyumbangkan banyak emas untuk Indonesia.

Yah, olahraga ternyata sangat ampuh untuk menyatukan perbedaan politik. Tahu begitu, nggak usah ada Pilpres aja kali ya, Asian Games aja terus. (A/M)

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2018 oleh

Tags: jokowipelukanprabowosilat
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO
Esai

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kemiskinan DIY menurun. MOJOK.CO

Jumlah Orang Miskin di Yogyakarta Berkurang, Penurunannya Jadi yang Tertinggi di Jawa pada Maret 2026

6 Agustus 2026
Saat cerita/sambat ke teman berujung adu nasib dengan kalimat maut "Kamu masih mending". Meresponsnya dengan pura-pura tolol ternyata menyenangkan MOJOK.CO

Niat Cerita ke Teman Berujung Adu Nasib: Pura-pura Tolol saat Teman Bilang “Kamu Masih Mending” Ternyata Menyenangkan

6 Agustus 2026
Malaysia dekat ke gerbang negara maju. Indonesia negara apa? (Unsplash)

Malaysia kian dekat ke gerbang negara maju, kalau Indonesia makin dekat ke gerbang apa bes?

4 Agustus 2026
Cinta yang Tak Berbalas Bikin Perempuan Crush Recession hingga Belum Menikah. MOJOK.CO

Crush Recession: Jatuh Cinta Terasa Melelahkan, bikin Perempuan Malas Pacaran

4 Agustus 2026
Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Berkaca dari Kasus Yurizal, Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya punya empati MOJOK.CO

Berkaca dari Kasus Yurizal: Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya Berempati

7 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.