Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Mendikbud Berencana Melenyapkan PR Sekolah dari Bumi Indonesia

Redaksi oleh Redaksi
21 Juli 2018
A A
pr sekolah
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di bawah kepemimpinan Muhadjir Effendy, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melahirkan beberapa kebijakan yang boleh dibilang bikin banyak pelajar ingin mengumpat sama Pak Mendikbud. Beberapa kebijakan tersebut diantaranya adalah penerapan UNBK dengan soal yang jauh lebih sulit karena ada selipan soal-soal standar internasional, juga kebijakan sistem zonasi pada proses penerimaan siswa yang membikin banyak siswa cerdas sulit untuk bisa masuk ke sekolah-sekolah favorit karena terhalang aturan jarak rumah ke sekolah.

Seperti ingin menebus “kesalahannya” atas kebijakan-kebijakan yang dianggap menyebalkan bagi banyak siswa, Pak Mendikbud kini sedang merencanakan satu kebijakan pendidikan baru yang kali ini dijamin tidak akan membuat para siswa meradang, melainkan justru girang prengas-prenges setengah mati.

Iklan

Kebijakan apakah itu? Kebijakan untuk menghapus PR sekolah.

Hal tersebut ia sampaikan sesaat setelah acara pelantikan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Jumat, 20 Juli lalu.

“PR itu sejatinya memang jangan dibebankan lagi ke siswa. Jadi sekolah-sekolah mengembangkan cara-cara belajar yang tuntas,” ujar Muhadjir.

Dirinya berkeinginan agar dalam sistem pendidikan di Indonesia, seluruh guru menuntaskan pelajarannya di sekolah tanpa membebani siswa lagi dengan pekerjaan rumah (PR).

Wacana menghapuskan PR sekolah ini sebetulnya merupakan wacana lama. Muhadjir setidaknya sudah merintis rencana penghapusan PR sekolah ini sejak dua tahun lalu. Bahkan, sudah ada beberapa sekolah sudah menerapkan aturan tanpa PR tersebut. Namun entah kenapa, sampai sekarang, penghapusan PR belum juga terlaksana.

Jika dalam beberapa waktu ke depan, PR benar-benar bisa dihapuskan, maka sungguh, hal tersebut tentu bakal menjadi kebahagiaan dan kemerdekaan tersendiri bagi para pelajar.

Kebijakan menghapus PR ini juga dinilai bisa meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Sebagai referensi, skeolah-sekolah di Finlandia, negara yang disebut mempunyai sistem pendidikan terbaik di dunia ternyata sudah sejak lama menerapkan aturan tanpa PR bagi para siswa. Selain itu, di Finlandia, juga tak ada ujian nasional, sebab guru dianggap sudah cukup paham untuk mengevaluasi murid-muridnya, sehingga tidak perlu lagi ada ujian nasional. Yang paling mencolok, di Finlandia, tidak ada sistem peringkat atau ranking, sebab pemerintah Finlandia meyakini, semua siswa punya potensi untuk menjadi yang terbaik.

Agaknya, langkah untuk menjadi semakin Finlandia bakal segera terwujud.

Yah, semoga tahun ini, PR benar-benar dihilangkan, dan tahun depan, giliran Ujian nasional yang dihilangkan.

Lagipula, kalau di rumah belajar dan ngerjain PR melulu, kapan pacarannya? Hehehe (A/M)

Terakhir diperbarui pada 21 Juli 2018 oleh

Tags: mendikbudmuhadjir effendyPRsekolah
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO
Sekolahan

Memilih Sekolah Mahal demi Selamatkan Pergaulan Anak di Desa, Malah Dicap “Sok Kaya” dan Egois oleh Tetangga

27 Juli 2026
Ketika Militer Masuk Sekolah: Mengobati Gejala, Melupakan Akar Masalah MOJOK.CO
Esai

Ketika Militer Masuk Sekolah: Mengobati Gejala, Melupakan Akar Masalah

8 Juli 2026
Kekerasan di sekolah, Mahasiswa UNY Dibully Gara-Gara Pemilu BEM
Sekolahan

“Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia

9 Februari 2026
Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana MOJOK.CO
Esai

Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana

9 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tawadhu Tidak Seharusnya Membuat Santri Diam saat Menjadi Korban MOJOK.CO

Tawadhu sebagai Pisau Bermata Dua: Santri Tidak Seharusnya Dibungkam saat Menjadi Korban

26 Juli 2026
Tuduhan Londo Ireng di Tengah Kekerasan yang Terus Berulang MOJOK.CO

Tuduhan Londo Ireng di Tengah Kekerasan yang Terus Berulang

27 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta MOJOK.CO

KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta

23 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
sarjana muda gusar mencari kerja. MOJOK.CO

Realita Sarjana Muda Gusar Mencari Kerja: 4 Tahun Lamanya Berkutat dengan Buku, Lulus Kuliah Memilih Pasrah

23 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.