Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Indonesia Perang Dagang dengan Amerika? Mungkin Nggak Ya?

Redaksi oleh Redaksi
6 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Amerika baru meresmikan perang dagang dengan China, Indonesia ikut ketar-ketir dibuatnya.

Amerika resmi melancarkan perang dagang dengan China pada hari ini (6/7) melalui pemberlakuan tarif khusus untuk impor baja dan aluminium yang berasal dari China. Perang dagang kepada China ini sebagai bentuk pembalasan atas pencurian kekayaan intelektual Amerika yang telah terjadi selama puluhan tahun. Kita pastinya turut prihatin akan hal tersebut karena produk China sering kali menjadi alternatif terbaik saat dompet tercekik.

Kebijakan Amerika ini ternyata juga membuat pemerintah Indonesia kalang kabut. Hal ini disebabkan Amerika yang sebelumnya seperti memberikan ‘sinyal’ mengajak Indonesia untuk perang dagang juga.

Sebenarnya apa sih perang dagang? Hampir sama seperti perang dingin yang sering membuatmu kelimpungan menghadapinya. Jika merunut pada time.com, perang dagang merupakan konflik ekonomi di mana negara memberlakukan pembatasan impor satu sama lain, untuk saling merugikan perdagangan.

Proteksionisme yang dilakukan AS memang mengundang kewaspadaan dari negara-negara yang selama ini semacam memiliki ‘untung lebih’ dari Amerika. Beberapa negara menjadi berjaga-jaga, jangan-jangan dia giliran berikutnya.

Saat ini, pemerintah kita sedang ketar-ketir dengan ‘sinyal’ yang dianggap sebagai genderang perang tersebut. ‘Sinyal’ yang dimaksud adalah Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif bea masuk 124 produk asal Indonesia. Padahal, Indonesia termasuk salah satu negara Generalized System of Preference (GPS) dari pemerintah AS, yakni negara yang mendapatkan fasilitas keringanan bea masuk dari negara maju untuk produk-produk ekspor negara berkembang dan miskin.

Pengenaan tarif tersebut dilakukan karena Amerika ingin memperbaiki defisit perdagangan terhadap Indonesia. Sejauh ini, produk yang diekspor ke Amerika merupakan produk-produk unggulan dengan nilai ekspor sebesar US$ 7,87 miliar.

Namun, ekonom senior, Drajad Wibowo menganggap Indonesia tidak selevel untuk perang dagang dengan Amerika. Selain itu, GSP sendiri juga digunakan sebagai alat politik luar negeri AS untuk menjaga pengaruh dan dominasi global. Akan kecil kemungkinan jika Indonesia dikeluarkan dari negara yang menerima GPS.

Keadaan GPS Indonesia saat ini memang masih di-review oleh AS, dan hal ini sudah menjadi agenda tahunan. Biasanya secara normatif, Indonesia akan mendapat perpanjangan lagi. Namun, saat ini pemerintah merasa perlu lebih berhati-hati dengan melihat keadaan Trump. Keadaan tersebut tentu saja membuat Pemerintah dag dig dug ser.

Oleh karena itu, pemerintah tetap berusaha melobi pemerintah AS dan saling berkoordinasi antar kementerian untuk mengatasi permasalahan tersebut. Bagaimanapun juga, perang dagang akan memberikan dampak yang buruk untuk sektor perdagangan. Apalagi saat ini rupiah semakin melemah dan neraca perdagangan dalam keadaan defisit.

Oh ya, kabarnya, China akan membalas perang dagang tersebut dengan memasang tarif tinggi terhadap sekitar 1.000 produk-produk asal AS, terutama produk-produk kedirgantaraan, robotik, manufaktur, dan industri otomotif.

Sementara itu, menurut Pak JK jika itu terjadi pada kita, kita akan membalasnya dengan mengurangi impor kedelai dan terigu. Oh, yawdah siap-siap aja~ (A/L)

Terakhir diperbarui pada 6 Juli 2018 oleh

Tags: ChinaEksporImporIndonesiaperang dagang Amerika
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO
Esai

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
Warteg Singapura vs Indonesia: Perbedaan Kualitas Langit-Bumi MOJOK.CO
Esai

Membandingkan Warteg di Singapura, Negara Tersehat di Dunia, dengan Indonesia: Perbedaan Kualitasnya Bagai Langit dan Bumi

22 Desember 2025
Jawa Tengah dan Fujian China kerja sama untuk penguatan sektor kelautan dan perikanan MOJOK.CO
Kilas

Kerja Sama Jawa Tengah dan Fujian China, Kuatkan Sektor Kelautan dan Perikanan

24 Juni 2025
kerja sama indonesia prancis.MOJOK.CO
Sosial

Indonesia-Prancis Teken Kerja Sama Perfilman di Candi Borobudur, Angin Segar Industri Sinema Tanah Air

29 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Makanan Khas Jawa Timur Obat Rindu Kala Mudik ke Surabaya (Aly Reza/Mojok.co)

Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa

14 Maret 2026
Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026
Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026
Kucing peliharaan anak kos Jogja

Anak Kos Jogja Pilih Hidup Miskin demi Hidupi Kucing, Lebih dari Setengah Gaji Habis untuk Piaraan

11 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026
iphone 11, jasa sewa iphone jogja.MOJOK.CO

User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol

14 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.