Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Elektabilitas Prabowo Dekati Jokowi, Jika Lengah #2019GantiPresiden Bisa Saja Terjadi

Redaksi oleh Redaksi
3 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Hasil survei elektabilitas Prabowo Subianto memang masih kalah dari Jokowi. Selisihnya tidak terlalu jauh, tapi pelan-pelan terus meningkat pesat. Kalau PDIP dan koalisinya berleha-leha tagar #2019GantiPresiden bisa saja terealisasi.

Setelah mengeluarkan hasil survei calon wakil presiden (cawapres) untuk Joko Widodo dan Prabowo Subianto, Lembaga Survei Politik Alvara Research Center merilis juga hasil survei untuk calon presiden (capres). Kandidat yang disurvei tidak hanya berkutat pada nama Jokowi dan Prabowo saja, melainkan juga nama-nama lain seperti Jusuf Kalla, Agus Harimurti Yudhoyono, Gatot Nurmanto, bahkan sampai Hary Tanoesoedibjo.

Seperti yang diberitakan detik.com, eletabilitas Jokowi dan Prabowo diklaim sama-sama meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Elektabilitas Jokowi sebelumnya berada di angka 46,8 persen pada bulan Februari dan Mei 2018, sedangkan pada Juli 2018, elektabilitasnya hanya meningkat tipis di angka 48%.

Hal ini tidak terjadi dengan elektabilitas Prabowo yang ternyata meningkat cukup pesat antara bulan Februari sampai dengan Juli 2018. Prabowo sebelumnya hanya berada pada angka 27,2 persen, dan bulan lalu tiba-tiba sudah melonjak jadi 32,2 persen.

Meskipun secara perhitungan persentase elektabilitas Prabowo masih di bawah Jokowi, hanya saja mengingat dalam tempo singkat Ketua Umum Gerindra ini bisa menaikkan eletabilitasnya maka sudah sepatutnya pihak PDIP tidak merasa jemewa akan mampu memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dengan mudah.

Sebagai pengingat, situasi ini pernah terjadi pada Juni 2018 ketika pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. Di Jawa Tengah, Pemilihan Gubernur (Pilgub) sebelumnya diyakini akan dimenangkan dengan mudah oleh Ganjar Pranowo yang merupakan kader dari PDIP. Apalagi mengingat Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai “kandang banteng” atau lahan suara bagi PDIP bahkan sampai tingkat nasional.

Diprediksi oleh berbagai lembaga survei akan menang dengan perolehan suara melebihi 70 persen, ternyata Ganjar “hanya” memperoleh suara 58,8 persen. Meskipun lawannya yang diusung dari Gerindra, Sudirman Said memang kalah, tapi perolehan suaranya cukup meningkat drastis dari data survei awal yang hanya 1,2 persen, meningkat jadi 41,2 persen hanya dalam jangka satu tahun.

Indikasi peningkatan suara yang naik begitu drastis diduga berasal dari adanya swing voters dari suara undecided voters, yaitu pemilih yang ketika disurvei belum menentukan pilihan lalu pada saat pencoblosan memilih pihak yang disurvei sebelumnya kelihatan akan kalah.

Berangkat dari hal itu, hasil survei yang menyebutkan peningkatan elektabilitas Prabowo tidak bisa dipandang remeh. Kalau sampai berleha-leha menganggap Jokowi akan menang mudah pada Pilpres tahun depan, ya jangan terkejut kalau tagar #2019GantiPresiden bisa benar-benar terealisasi. (K/A)

 

Terakhir diperbarui pada 3 Agustus 2018 oleh

Tags: #2019GantiPresiden2019ganjargerindrajawa tengahjokowipdippemilihan presidenpilkada setentakpilpresSudirman Saidsurvei
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

slow living, jawa tengah.MOJOK.CO
Sehari-hari

Omong Kosong Slow Living di Jawa Tengah: Gaji Kecil, Tanggungan Besar, Ditambah Tuntutan “Rukun” yang Bikin Boros

11 Februari 2026
Penyebab banjir dan longsor di lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah. MOJOK.CO
Kilas

Alasan di Balik Banjir dan Longsor di Lereng Gunung Slamet Bukan karena Aktivitas Tambang, tapi Murni Faktor Alam

29 Januari 2026
UMK Jogja bikin perantau Jawa Tengah menderita. MOJOK.CO
Ragam

Penyesalan Orang Jawa Tengah Merantau ke Jogja: Biaya Hidup Makin Tinggi, Boncos karena Kebiasaan Ngopi di Kafe, dan Gaji yang “Seuprit”

11 Desember 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Wawancara beasiswa LPDP

Niat Daftar LPDP Berujung Kena Mental, Malah Diserang Personal oleh Pewawancara dan Tak Diberi Kesempatan Bicara

20 Februari 2026
Gagal seleksi CPNS dan tidak tembus beasiswa LPDP untuk kuliah S2 di luar negeri pilih mancing, dicap tidak punya masa depan oleh keluarga MOJOK.CO

Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan

22 Februari 2026
PGPAUD, Guru PAUD.MOJOK.CO

Nekat Kuliah di Jurusan PGPAUD UNY demi Wujudkan Mimpi Ibu, Setelah Lulus Harus ‘Kubur Mimpi’ karena Prospek Kerja Suram

19 Februari 2026
5 tips bagi yang pertama kali mudik naik pesawat dan cara dapat promo tiket murah MOJOK.CO

Tips 5 Persiapan bagi Orang yang Pertama Kali Mudik Naik Pesawat dan Dapat Promo Tiket Murah

18 Februari 2026
Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Meme yang Viral Itu Mojok.co

Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Banyak Meme yang Viral Itu

23 Februari 2026
pendatang di jogja.MOJOK.CO

Nasib Menjadi “Pendatang” di Jogja: Selalu Disalahkan Atas Masalah yang Terjadi, padahal Menjadi Sumber Penghasilan Para Akamsi

18 Februari 2026

Video Terbaru

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026
Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.