• 10
    Shares

MOJOK.CO – Lembaga Survei Politik Alvara Research Center merilis siapa cawapres paling tinggi elektabilitasnya bagi Jokowi maupun Prabowo Subianto.

Dalam beberapa hari ke depan, perhatian publik benar-benar tersedot pada siapa pilihan Presiden Jokowi untuk mendampinginya sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Meski sudah mengeluarkan 10 nama dan baru saja sudah mengerucutkan jadi 5 nama (meski tidak disebutkan), akan tetapi beberapa dugaan pun muncul dari publik.

Di sisi lain, cawapres dari Prabowo Subianto pun juga ditunggu-tunggu. Sekalipun hasil Ijtima Ulama mengeluarkan rekomendasi Salim Segaf Al-Jufri dan Abdul Somad, akan tetapi merapatnya Gerindra ke Demokrat justru memunculkan nama kuat Agus Harimurti Yudhoyono.

Baru-baru ini Lembaga survei politik Alvara Research Center merilis hasil elektabilitas kandidat cawapres bagi Jokowi dan Prabowo. Seperti yang diberitakan dari detik.com, survei ini dilakukan pada 20-28 Juli 2018 dan melibatkan responden di seluruh provinsi di Indonesia. Hasil survei Alvara juga dipercaya punya tingkat kepercayaan sampai 95 persen.

Dari hasil survei Alvara ini, nama cawapres bagi Jokowi ternyata mengerucut pada tiga nama saja yang memiliki elektabilitas cukup tinggi. Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Mahfud MD, dan nama yang tidak masuk pada 10 nama cawapres Jokowi sebelumnya, yakni Jusuf Kalla.

Akan tetapi, jika survei menggunakan simulasi 5 nama cawapres Jokowi yang disediakan oleh Alvara, maka yang muncul adalah Cak Imin, Mahfud MD, Zainul Jadi (TGB), Moeldoko, dan KH. Ma’ruf Amin.

Baca juga:  Teganya Jokowi Mengejek Penampilan Elek Yo Band

Di sisi lain, bagi pihak Prabowo elektabilitas yang tinggi dari bakal cawapresnya adalah; Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Anies Baswedan, dan Gatot Nurmantyo.

Jika mengacu pada kandidat yang tertinggi secara eletabilitas, maka Jokowi punya dua pilihan, yakni Cak Imin atau Mahfud MD, sedangkan Prabowo tinggal pilih AHY atau Anies Baswedan.

Dua pilihan bagi kedua calon presiden yang diprediksi akan kembali bertarung pada Pilpres 2019 ini punya tipikal yang sama. Satu pilihan merupakan kader partai politik yang bisa merekatkan hubungan koalisi partainya masing-masing; Cak Imin dari PKB bagi Jokowi dan AHY dari Demokrat bagi Prabowo. Sedang nama lain merupakan kalangan profesional yang tidak terikat pada parpol koalisi; Mahfud MD bagi Jokowi dan Anies Baswedan bagi Prabowo.

Apapun pilihannya yang penting ojo jotos-jotosan, ya Pak? (K/A)