Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

9 Panduan Jawaban Kapan Nikah yang Patut Kamu Coba

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
29 Juli 2018
A A
kapan nikah
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Maraknya pertanyaan soal pernikahan sering membuat hati kita menahan gemas-gemas sebal. Jangan gundah, coba saja jawaban Kapan nikah yang telah kami rangkum berikut ini.

Seiring dengan usia yang bertambah, kesabaran kita dalam hidup sering kali diuji. Salah satu contohnya adalah saat kita bertemu teman dan saudara. Pasalnya, alih-alih “Apa kabar?”, sekarang ini pertanyaan “Kapan nikah?” sepertinya sudah nyaris resmi menjadi sapaan pembuka pembicaraan. Sial betul.

Iklan

Entah sejak kapan pertanyaan Kapan nikah? menjadi begitu populer di kalangan kita. Seakan-akan, dengan menanyakan hal tersebut, para penanya telah menjadi bagian dari masyarakat yang adil dan makmur.

Tapi sebenernya, apa sih yang diharapkan orang-orang saat menanyakan hal itu? Tanggal yang pasti??? Mau ngeledekin karena kita belum dilamar??? Atau apa??? Mau ngasih tahu kalau sendirinya udah nikah dan nikah itu enak banget???

*emosi*

Daripada gondok berkepanjangan, Mojok telah mengompilasi jawaban-jawaban persiapan untukmu yang kerapa ditanya Kapan nikah? tapi kamu pun merasa “hilal”-nya belum terlihat.

Yah, setidaknya berikut inilah waktu-waktu yang tepat untukmu “menikah”, setidaknya setelah ditanya Kapan Nikah? berturut-turut.

1. “Bulan May…”

Lalu diikuti dengan keterangan tambahan: “Maybe yes, maybe no.”

Meski mainstream, jawaban ini adalah jawaban Kapan nikah yang paling sukses membuat mangkel para penanya. Siapa suruh nanya-nanya, ya kan? Memangnya situ dosen pembimbing yang nanya-nanya skripsi kita sampai bab berapa?! *masih emosi*

2. “Kalau nggak Sabtu, ya Minggu.”

Muncul sebagai jawaban terpopuler berikutnya sebagai jawaban Kapan nikah, kamu bisa menggunakannya kepada siapa saja yang secara tiba-tiba mengajukan pertanyaan mengejutkan itu, apalagi di saat kamu belum siap mental. Anggap saja ini doa bagimu, mengingat pernikahan umumnya memang digelar di akhir minggu. Amin!

3. “Nanti, tunggu tanggal 32.”

Ada dua kemungkinan saat kamu menjawab dengan kalimat ini: si penanya akan manggut-manggut karena nggak sadar bahwa tanggal 32 tidak pernah ada di dunia ini atau si penanya akan senyum-senyum kasian sama kamu karena itu berarti kamu belum akan menikah dalam waktu dekat.

Sebodo amat. Cuek aja, mylov. Mudah-mudahan doi juga sadar jawaban ini mengindikasikan kalimat lain serupa, “Berisik lo.”

4. “Bulan Safar…”

Lalu dilanjutkan dengan, “Safaringe Gusti Allah.”

Serupa dengan jawaban pertama, jawaban plesetan ini bisa kamu pakai untuk mengecoh para penanya. “Safaringe Gusti Allah” dalam bahasa Indonesia berarti “Seizin Allah.”

Iklan

Tapi, FYI aja, sih. Konon, bulan Safar memiliki arti sebagai bulan “kekosongan”. Yah, persis seperti hatimu itu….

5. “Bukan hari ini.”

Ya, sesimpel itu: “Bukan hari ini.” Lah wong kita lagi motongin wortel, kenapa ditanya Kapan nikah? Kita lagi jalan-jalan di mall, kenapa harus ditanya Kapan nikah? 

Kalau kita nikah hari ini, ya kita lagi di rumah, lah, lagi sibuk foto-foto buat dipasang di Instagram dengan caption panjang berisi nama-nama vendor pilihan kita!!! *emosi lagi*

6. “Saat hari telah berganti…”

Lalu sekalian lanjutkan secara puitis, “…dan mentari kembali terbit dari timur, membawa harapan baru bagi hati yang baru saja babak belur dikhianati luka.:

Mirip dengan jawaban sebelumnya, jawaban Kapan nikah ini sekaligus bisa kamu jadikan ajang berdeklamasi. Mamam tuh penanya~

7. “Besok, kalau nggak hujan.”

Entah bagaimana sejarahnya, jawaban anti-hujan yang satu ini sering terlontar begitu saja saat ditanya Kapan nikah. Alhasil, si penanya sering balas berkata, “Loh kan nikahnya nggak outdoor!”

Ah sudahlah, jangan mau kalah. Jawab lagi saja, “Ya besok, kalau atap gedungnya nggak bocor.”

“Dan kalau kamunya udah nggak bacot,” tambahmu dalam hati.

8. “Hari Kamis.”

Jangan lupa, tambahkan pula kalimat pelengkap: “Alias… Kapan Aku Menjadi Istri Sahmu?”.

Ya pemirsa, ternyata “Kamis” juga merupakan akronim tersembunyi yang bisa kita jadikan alat kode-kode untuk dihalalkan. Tapi ingat, gunakan jawaban tipe ini hanya kepada kekasihmu yang sudah bertahun-tahun lamanya menjadi dia yang tersayang, tapi belum berani juga main ke rumah~

9. “Kalau kamu udah siap…”

Lalu bisa dilanjutkan dengan adegan melamar sambil bertanya, “Will you marry Me?”.

Tentu saja, nenek-nenek pun tahu kalau jawaban ini bisa kamu pakai hanya kepada siapa hatimu tertambat begitu dalam. Eaaa~

Yah, begitulah, mylov. Tak perlu takut dan risau: selalu ada sejuta cara kamu bisa survive dari pertanyaan Kapan nikah. Lagi pula, kalau dipikir-pikir, pertanyaan Kapan nikah itu nggak serem-serem amat, sih.

Lebih serem lagi kalau kita lagi jalan-jalan, lantas bertemu dengan mantan terindah lagi gandengan tangan sama kekasih barunya. Pas disapa, eh ditanya, “Kapan nikah?”

Yaaah… sama aja, Malih!

Terakhir diperbarui pada 29 Juli 2018 oleh

Tags: jawaban kapan nikahkalau nggak hujankawinkepomenghadapi pertanyaanpernikahan
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Hajatan, Resepsi Mewah, Resepsi Sederhana, Nikah.MOJOK.CO
Sehari-hari

Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah

26 April 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO
Ragam

Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”

8 April 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO
Esai

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO
Sehari-hari

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita siswa di Timor Tengah Selatan, NTT yang mencari air bersih saja susah. MOJOK.CO

Cerita Siswa di NTT yang Sering Ditegur Guru karena Terlambat Sekolah, padahal Harus Cari Air Bersih Selama 2 Jam untuk Mandi

18 Juni 2026
Persaingan bisnis atau usaha di desa kabupaten kejam: cara kotor saling menjatuhkan hingga jebakan pelanggan loyal MOJOK.CO

Kejamnya Persaingan Bisnis di Desa Kabupaten: Cara Kotor Saling Menjatuhkan hingga Jebakan Pelanggan Loyal

20 Juni 2026
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meraih penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Program E-Learning Aparatur Negara (ASN) Berintegritas MOJOK.CO

ASN Jateng Dididik agar Tidak Berperilaku Menyimpang untuk Jaga Marwah Instansi, KPK Beri Penghargaan

18 Juni 2026
Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung MOJOK.CO

Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung

17 Juni 2026
Pengamen di kampung Jombang bisa datang 4-5 kali dalam sehari MOJOK.CO

Tinggal di Jombang Selatan: Tiap Hari Rumah Didatangi 4-5 Pengamen Keras Kepala dari Pagi-Malam karena Terlanjur Tuman

22 Juni 2026
Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.