Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

5 Cerita “Horor” KKN yang Paling Sering Terjadi

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
2 September 2019
A A
cerita horor kkn - MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – KKN mahasiswa jadi populer gara-gara kisah KKN di Desa Penari yang mengerikan. Padahal ada banyak loh cerita horor KKN di tengah kita semua~

Hebohnya kisah horor KKN di Desa Penari seolah nggak habis-habis. Selain menimbulkan kekepoan tingkat tinggi, cerita itu juga membangkitkan kenangan cerita horor KKN manapun di banyak tempat di Indonesia.

Maksud saya, selain cerita horor KKN di Desa Penari, nyatanya banyak kok mahasiswa dan mahasiswi yang pernah mengalami hal-hal nggak mengenakkan selama masa KKN. Seluruh kenangan ini menumpuk di kepala, lantas meledak keluar saat cerita Bima dan kawan-kawan muncul di seluruh trending berita.

Kenapa bisa begitu? Soalnya, simbol kehadiran Badarawuhi (jin dalam kisah KKN di Desa Penari) sama ngerinya dengan beberapa hal di KKN lain. Berikut ini, Mojok sajikan berbagai macam cerita “horor” KKN yang sama-sama menyeramkannya:

1. Disuruh Bikin Acara 17-an dengan Hadiah Spektakuler

Pengalaman ini dialami oleh seorang narasumber yang, sebut saja, namanya adalah Benang Sari. Bersama kelompok KKN yang isinya cuma 8 orang doang, ia diminta oleh warga setempat untuk menyelenggarakan perlombaan 17-an (Agustus), sekaligus mempersiapkan hadiahnya.

“Yah, juara 1 bolehlah dapet sepeda, nanti ada yang dapet blender juga.”

Benang Sari, setelah mendapat wejangan dari Pak Dukuh, lalu menyadari bahwa cerita horor KKN versinya sendiri telah dimulai~

2. Disuruh Jadi MC

Lain Benang Sari, lain pula Putik—tentu saja nama samaran juga. Dalam sebuah persiapan acara di desa tempatnya KKN, warga sedang mengadakan rundingan untuk menentukan siapa yang bakal jad MC acara tersebut. Tak ada maju yang secara sukarela, tak ada pula yang menunjuk warga lain kecuali…

…Putik.

Ya, hampir seluruh warga percaya bahwa Putik, sang anak KKN, mampu menjadi MC yang baik. Padahal, Putik sendiri punya demam panggung stadium 3.233 yang membuatnya harus berkeringat dingin di atas panggung—sebuah cerita horor KKN miliknya yang tidak terlupakan.

3. Diminta Bayar Biduan

Beberapa warga di beberapa desa tempat KKN ini memang agak-agak ajaib. Lah gimana lagi, mereka punya acara, penginnya ada biduannya. Masalahnya muncul berikutnya: Mereka ingin anak KKN-lah yang mencari dan menyediakan biduannya, termasuk soal bayaran.

Ini dialami oleh Wulang, seorang mahasiswi kesenian. Beruntung, doi adalah anak Jurusan Seni Musik dan jagoan di bidang vokal. Berbekal rasa percaya diri (dan ketiadaan uang untuk membayar biduan), Wulang sendiri maju bernyanyi selama acara, membawakan tembang-tembang dangdut dan berjoget bersama bapak-bapak di bawah panggung.

4. Diminta Menikahi Gadis Desa Setempat

Cerita “horor” KKN ini datang dari mahasiswa bernama Budi yang memang budiman. Tutur katanya lembut, ibadahnya pun rajin dan tepat waktu. Saking idamannya Budi di mata warga, seorang bapak yang kerap bertemu Budi di masjid desa pun langsung mengutarakan niatnya tanpa tedeng aling-aling: meminta Budi untuk menikahi anak gadisnya yang baru lulus SMA, secepatnya.

Meski menikah juga menjadi keinginannya kelak, Budi tetap gelagapan. Ya gimana, wong dia aslinya belum siap nikah, eh kok disuruh secepatnya. Laporan KKN aja masih jadi draft, Bos!

Iklan

5. Cinlok, Selingkuh, Putus

Ini adalah cerita “horor” KKN paling klise di dunia, tapi—herannya—selalu saja terjadi. Cinlok, alias cinta lokasi, kadang tak bisa dihindarkan. Ujung-ujungnya, hubungan kian dekat dan malah jadi selingkuhan karena ada yang sudah punya pacar di tempat lain. Selesai KKN, pilihannya cuma dua: putus sama pacar yang di luar, atau putus sama “pacar” waktu KKN.

Ih, kenapa sih KKN harus sehoror itu???

BACA JUGA Cerita KKN yang Lebih Seram Dibanding Kisah KKN di Desa Penari atau tulisan Aprilia Kumala lainnya.

Terakhir diperbarui pada 2 September 2019 oleh

Tags: Badarawuhicerita horor KKNcinlokKKN di desa penariselingkuh
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Mahasiswa KKN Suka Berburu Cerita Horor di Desa Alih-alih Fokus Jalankan Program Kerja MOJOK.CO
Kampus

Mahasiswa KKN cuma Sibuk Ngarang Cerita Horor, Ngerusuhi Desa karena Aslinya Nggak Angker

24 Juli 2024
pilot selingkuh.MOJOK.CO
Ragam

Memilih Selingkuh dengan Orang yang Lebih “Jelek” dari Pasangan Aslinya, Penyebabnya Impulsif hingga Butuh Variasi

8 Januari 2024
Refleksi Akhir Tahun: Kisah-kisah Move On Karena Cinta yang Kandas MOJOK.CO
Ragam

Refleksi Akhir Tahun: Kisah-kisah Move On dari Cinta yang Kandas

26 Desember 2023
stigma pelakor mojok.co
Podium

Membongkar Stigma Perempuan Pelakor, kok Laki-laki Nggak Disalahin?

8 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Film "Surat untuk Masa Mudaku" tayang di Netflix. MOJOK.CO

Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

5 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF MOJOK.CO

DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF

31 Januari 2026
tan malaka.MOJOK.CO

Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi

6 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.