Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Toyota Fortuner, Mobil yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Jogja

Kenia Intan oleh Kenia Intan
14 September 2025
A A
Toyota Fortuner, Mobil yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Jogja Mojok.co

Toyota Fortuner, Mobil yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Jogja (unsplash.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pengguna jalan Jogja sudah muak dengan tabiat pengendara Toyota Fortuner. 

Saya tipe orang yang skeptis dengan banyak hal. “Ah, masak sih?” begitu komentar saya ketika membaca suatu informasi di berita dan media sosial. Saya tidak pernah benar-benar mempercayai sesuatu sampai mengalaminya sendiri atau mendapati data yang kuat. 

Iklan

Sikap itu pula yang saya terapkan ketika mendengar sentimen negatif soal mobil Fortuner. Orang-orang bilang, mobil keluaran Toyota ini kendaraan orang-orang yang arogan. Mereka suka menang sendiri di jalanan dan semena-mena terhadap pengendara lain. 

Konon, harganya yang lebih mahal dibanding mayoritas mobil yang dijual di Indonesia jadi salah satu alasannya. Bisa dibilang, Toyota Fortuner adalah mobil mewah. Bagaimana tidak kalau satu unitnya dibanderol lebih dari Rp500 juta untuk varian paling murah. Belum lagi body-nya yang tinggi dan gagah membuat pengguna jalan siapa pun mudah terintimasi dengan mobil satu ini. 

Awalnya, saya tidak percaya pada informasi tersebut. Saya anggap stereotipe itu sebagai angin lalu. Hingga akhirnya, beredar banyak video soal pengendara Fortuner yang ugal-ugalan dan arogan. Perlahan, saya sedikit percaya stereotipe itu, tapi belum sepenuhnya mengamini. Hingga akhirnya, saya mengalaminya sendiri betapa ugal-ugalan dan arogan Toyota Fotuner di jalanan Jogja.

Jalan sesempit itu “berkelahi” dengan Toyota Fortuner

Saya bukan penggemar berat otomotif. Itu mengapa saya awam dengan merek-merek mobil. Namun, khusus untuk Toyota Fortuner, saya benar-benar mengenalinya. Bagaimana tidak, mobil SUV ini terlalu sering bikin saya geram di jalanan. 

Sudah jadi pengetahuan umum kalau jalanan di Jogja sempit-sempit. Sangat jarang yang seperti Jalan Ringroad yang terbagi menjadi 4 jalur. Kebanyakan jalan Jogja hanyalah 2 jalur, itupun untuk dua arah yang berlawanan. Sebut saja, Jalan Kaliurang, Jalan Affandi, Jalan Palagan, atau Jalan Bantul. 

Bisa dibayangkan betapa padat jalanan itu di waktu sibuk seperti berangkat dan pulang kerja. Apalagi jumlah kendaraan di Jogja semakin meningkat tiap tahun. Di tambah, layanan transportasi publik Jogja yang serasa jalan ditempat.  

Sebalnya, di tengah kepadatan itu, selalu ada saja Fortuner yang memaksakan diri untuk menyalip lewat celah-celah jalan. Seolah-olah body kendaraannya paling mungil dibanding kendaraan lain. Kalaupun kondisi jalannya sedang lengang, mobil satu ini biasanya melajur paling kencang dibanding kendaraan lain. Seolah-olah tidak da hari esok untuk mereka. Seolah-olah selalu terburu-buru. 

Tabiat-tabiat itu tidak hanya saya jumpai satu atau dua kali. Selama belasan tahun mengaspal di Jogja, sudah terlalu sering saya dapati mobil mengesalkan dan seringnya merek Toyota Fortuner. Itu mengapa saya dapat mudah mengenali merek kendaraan satu ini. 

Baca halaman selanjutnya : Suka klakson …

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 14 September 2025 oleh

Tags: fortunerjalan jogjaJogjamobilpajeropengenadara arogansuvtoyotatoyota fortuner
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO
Kabar

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
kebun sayur di kota jogja.MOJOK.CO
Kabar

Cara Warga Wirobrajan Hadapi Keterbatasan Lahan: Mengubah Tembok Kampung Menjadi Kebun Sayur

8 Juli 2026
Lapangan Bola di Kauman, Jogja. MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Lapangan Paving: Kemewahan yang Tersisa bagi Anak-anak Kota Jogja untuk Bermain Bola

7 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.