Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Terima Kasih Pemerintah, Akhirnya Ada Kerumunan Orang di Tempat Wisata walau Mudik Dilarang

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
16 Mei 2021
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sesuai dengan prediksi, kerumunan orang kini hadir di tempat wisata seakan lupa covid-19 masih eksis. Loh bagus, kan wisata memang boleh, yang dilarang itu mudik.

Larangan mudik nggak mempan bagi sebagian masyarakat. Ada saja celah untuk berkelit dan menerobos aturan yang dibuat oleh pemerintah. Mulai dari pergi mudik sebelum benar-benar dilarang, hingga melewati jalan yang lepas dari penjagaan. Larangan mudik ini memang bertujuan untuk mengurangi kerumunan orang dan menekan angka covid-19 yang sudah jelas melonjak pada Lebaran ini.

Kalau yang dilarang saja bisa dilakukan apalagi yang diperbolehkan, bukan? Berkat adanya frasa “mudik dilarang, tapi tempat wisata dibuka” masyarakat tentu menyambutnya dengan sukacita. Lho liburan itu penting! Kapan lagi bisa bersenang-senang dengan mengantongi restu pemerintah.

Maka, jangan salahkan masyarakat ketika kerumunan orang pun tercipta bagai cendol di pinggiran Pantai Pangandaran. Atau, jangan mencoba heran ketika melihat Ancol dari mata drone sudah serupa dawet ireng khas Purworejo. Mereka benar-benar berkumpul untuk merayakan apa yang diperbolehkan. Urusan covid-19 gampang lah, ada vaksin dan bisa isolasi mandiri.

Sebuah kerumunan yg abyarrrr
1. Pantai pangandaran pic.twitter.com/y2k3OjOkIM

— Putri yang menyamar (@EllaZefa) May 15, 2021

Masalahnya, titik kerumunan orang yang membludak ini tidak hanya terjadi di satu tempat. Banyak banget tempat wisata yang penuh dan nggak hanya di ibu kota. Warga +62 seolah-olah kompak meramaikan kebahagiaan Lebaran.

Sebaiknya memang, sebagian dari kita yang di hari Lebaran gagal mudik dan gagal liburan nggak usah heran. Apalagi mencak-mencak di medsos dan bilang orang-orang yang berkerumun nggak ada otak. Nggak gitu woy, yang sabar. Kita justru patut berterima kasih dengan konsistensi pemerintah untuk tidak konsisten mencegah penambahan kasus covid-19. Bukankah kerumunan orang di tempat wisata itu adalah keniscayaan dari aturan sebelumnya?

Protokol kesehatan sama sekali nggak tampak di beberapa kerumunan orang, kecuali kalau pada pakai masker transparan. Contohnya saja yang terjadi di Pantai Pangandaran. Gara-gara keviralan pengunjung Pangandaran yang membludak, pemerintah daerah akhirnya membuat kebijakan buka-tutup kunjungan di tempat wisata. Alhamdulillah ya sempat viral, kalau nggak mungkin nggak segercep ini.

Menyusul kerumunan orang di Ancol, pada hari ini dan besok, Ancol sekaligus TMII dan Ragunan juga bakal ditutup. Kecuali Anda mau merasa kena prank di gerbang masuk tempat wisata, Anda mendingan santai di rumah sambil ngemil kastengel dan lupakanlah deburan ombak yang nggak seberapa di Ancol itu.

Secara kasat mata, kejadian ini memang fatal banget dalam konteks pencegahan penularan covid-19. Tapi, kalau ada waktu, coba Anda nonton berita yang mengundang pemerintah untuk berdialog. Baik itu dialog dengan Pak Menteri, pemerintah daerah, atau pejabat berkaitan. Rata-rata jawaban yang Anda dapatkan adalah senada dengan, “Kami sudah berusaha menertibkan, upaya ini dan itu sudah kami lakukan.” Seketika saya pun bakall tersedak mendengarnya. Bahkan apa yang dituntut dan ditanyakan news anchor di acara berita itu adalah bagaimana pemerintah mengatasi ini, apa solusinya, bukan pemerintah udah kerja apa belum. 

Bagaimanapun, sebagai rakyat rasanya kita memang ditugaskan untuk tidak lelah sambat sambil berterima kasih atas konsistensi pemerintah untuk tidak konsisten. Tentu sambil kadang-kadang bersedih karena ada kerabat yang tumbang karena covid-19 dan khawatir dengan keadaan yang tak kunjung pulih.

BACA JUGA Logika Ajaib Pemerintah: Mengeluarkan Larangan Mudik, tapi Tempat Wisata Tetap Buka dan tulisan AJENG RIZKA lainnya.

Terakhir diperbarui pada 16 Mei 2021 oleh

Tags: aturan pemerintahCOVID-19kerumunan orangmudik dilarangtempat wisata
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Kebanyakan di Jogja saya merasa wisata di Surabaya membosankan selain Tunjungan. MOJOK.CO
Catatan

Wisata Surabaya Membosankan, Cuma Punya Kafe Estetik di Jalan Tunjungan dan “Sisi Utara” yang Meresahkan

23 Maret 2026
Z sarjana ekonomi di Undip. MOJOK.CO
Kampus

Apesnya Punya Nama Aneh “Z”: Takut Ditodong Tiba-tiba Saat Kuliah, Kini Malah Jadi Anak Emas Dosen di Undip

27 November 2025
4 Alasan Warga Lokal Malas Berwisata ke Gunung Tidar Magelang
Pojokan

4 Alasan Warga Lokal Malas Berwisata ke Gunung Tidar Magelang

8 Oktober 2025
Seajrah Jalan Kaliurang MOJOK
Kilas

Sejarah Jalan Kaliurang, Jalan Terpadat di Jogja yang Semakin Menyebalkan

23 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual MOJOK.CO

Bayangkan Kalau Korban adalah Ibumu, Itu Nasihat Paling Nggak Guna bagi Pelaku Kekerasan Seksual

19 April 2026
mabar game online.MOJOK.CO

Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar

23 April 2026
Sewa iPhone biar dianggap keren daripada pengguna Android

iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi

17 April 2026
Ilustrasi tinggal di desa.MOJOK.CO

Bersih Desa, Tradisi Sakral yang Kini Cuma Jadi Ajang Gengsi: Bikin Perantau dan Pemudanya Sengsara, Buang-Buang Waktu dan Uang

20 April 2026
Ezra, alumnus UGM umur 25 tahun, yang lanjut kuliah S2 dan ikut ekspedisi ke Antartika, nggak peduli quarter-life crisis

Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika

17 April 2026
Cerminan pemberdayaan dan kontribusi nyata perempuan di Kota Semarang MOJOK.CO

Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University

22 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.