Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Sun Visor Mobil Plastiknya Nggak Dicopot tuh Biar Apaaa?

Prima Sulistya oleh Prima Sulistya
4 Mei 2021
A A
Sun Visor Mobil Plastiknya Nggak Dicopot tuh Buat Apaaa? mojok.co

Sun Visor Mobil Plastiknya Nggak Dicopot tuh Buat Apaaa? mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mampu beli mobil tapi tak mampu mencopot plastik sun visor mobil. Apakah ini sebuah ironi? Atau ada filosofi di baliknya, yang tak bisa dinalar orang biasa?

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan beribu-ribu maaf kepada semua pemilik mobil yang pernah saya tumpangi. Khususnya sopir dengan sun visor mobil yang plastiknya belum dicopot. Kepada hadirin dan hadirat, saya minta ampun atas dosa saya yang selama ini sudah suuzon dan bergibah dalam hati karena selalu menganggap Anda-anda semua meski sudah mampu beli mobil, sesungguhnya masih bermental pemilik sepeda Phoenix.

Prasangka itu selalu muncul utamanya tiap saya naik taksi online. Kronologinya selalu seperti ini.

Mula-mula saya membuka pintu mobil dan mengucapkan salam, “Permisi….”

Begitu saya duduk, tak pelak pandangan saya akan tertuju ke depan karena saya bukan bayi yang duduk di baby car seat.

Entah di berapa ribu kali kesempatan, di sanalah saya melihatnya: sun visor di hadapan kursi depan tampak masih terbungkus plastik.

Pemandangan itu membuat saya selalu gagal menahan diri untuk bertanya.

“Mobilnya masih baru ya?” (“Hehehe,” tapi dalam hati.)

Memang itulah pikiran pertama saya tiap melihat “tempat ngaca penumpang” tersebut masih terbalut polimer jenis polipropilena dengan rumus kimia (C3H6)x bertitik leleh sekitar 160 derajat Celsius atau biasa kita sebut plastik pembungkus itu.

Kenapa dugaan itu yang muncul? Kenapa bukan tuduhan positif seperti, “Woh, wong e resikan ki!” atau sebangsanya?

Menurut pakar militer Centurion Caius Bonus, persepsi manusia dibentuk oleh pengalaman-pengalaman masa lalunya. Mazhab empirisisme Inggris abad ke-18 memperkuatnya dengan menambahkan, bahkan imajinasi kita yang paling liar masih bisa dicari jejaknya pada pengalaman riil. Oleh karena itu, asumsi saya bahwa semua barang yang belum dikletek bungkusnya pasti baru dibeli, kemungkinan besar berasal dari observasi tak sengaja pada behaviour bapak saya, bertahun-tahun silam.

Bapak saya adalah tipe orang yang selalu sayang melepas plastik dari barang baru dibeli. Contoh ekstrem: ia bahkan tidak melepas plastik dari gagang spion motor baru. Contoh biasa: ia tidak tega melepas plastik remot, bezel TV, hingga pegangan koper.

Kadang saya memakluminya, kadang juga tidak. Di antara yang paling tidak bisa saya pahami apalagi toleransi, ialah keputusan bapak saya tidak melepas plastik pembungkus spring bed. Demi Tuhan, saya tak tahu apa yang ia pikirkan sampai tega membuat semua orang tak tidur nyenyak karena setiap geser sedikit, terdengar bunyi kresek-kresek. Belum lagi rasa gerah yang makin tak tertahankan di malam-malam musim pancaroba.

Bapak saya memang selalu punya alasan yang seolah bisa diterima. Selain ia tipe orang yang sayang melepas plastik, ia juga orang yang hemat dan selalu tak mau rugi. Tak mau rugi dalam arti, jika ia mau membeli satu barang baru, wajib hukumnya barang lama harus dijual.

Iklan

Sifat itulah yang menjadi tonggak pancang bagi alasannya berikut. Ia menganggap, plastik melindungi si barang baru dari debu. Jika tidak terkena debu, barang itu akan selalu tampak baru. Jika barang itu selalu tampak baru, ketika dijual nanti harganya tidak drop meski barang itu bekas. Masuk akal bukan? Ya, nggak. Memangnya siapa yang mau beli remot TV seken. Oh, ada? Berarti orang itu sama tak masuk akalnya.

Dan lagi, untuk melawan debu bukankah kita sudah mengenal teknologi bernama kain gombal?

***

Tidak melepas plastik barang baru secara tidak sadar telah membuat orang-orang di sekitar barang itu menimbun dosa.

Dosa 1: Tidak bersyukur

Penjelasan: Orang-orang seperti saya yang nggak habis pikir dan jadi menggibah maupun mendongkol dalam hati. Orang yang suka mengeluh biasanya jadi lupa bersyukur. Tidak berterima kasih karena sudah punya spring bed baru, remot baru, TV baru, koper baru, maupun mobil baru. Padahal dalam sebuah hadis Qudsi disebut, orang yang tidak bersyukur atas nikmat Tuhan dipersilakan mencari tuhan selain Dia. Apa masih kurang seram?

Dosa 2: Syirik kecil

Pemilik barang baru yang enggan melepas plastik dari pabrik bisa dianggap pamer. Ia seperti sedang mengabarkan ke seluruh dunia bahwa dia baru beli TV baru, remot baru, spring bed baru, atau mobil baru. Dalam suasana Ramadan ini hendaklah kita mengingat, pamer ity sama dengan riya, Saudara-saudara. Dan riya itu adalah syirik kecil. Masya Allah, Brother.

Di luar dua dosa itu, khusus untuk plastik sun visor mobil yang tak dilepas, kiranya ada persoalan mental yang perlu kita soroti. Bahwa sebenarnya tak masuk akal ketika orang mampu punya mobil, tapi mentalitasnya seperti orang yang mampunya beli vespa gembel. Bahkan malah kebalik mentalnya, wong orang yang punya vespa gembel bisa dengan santai dan selo mendandani motornya dengan plastik bekas, kresek bekas, botol bekas, dan segala bekas-bekasan lainnya.

Ibaratnya, pemilik mobil baru tadi daya belinya segini [letakkan tangan di atas kepala], tapi mentalitas orang kayanya segini [letakkan tangan di depan dengkul].

Dan persoalan mentalitas ini akan makin gawat jika terbawa sampai ke jalan raya. Seperti orang-orang yang bawa mobil di lampu merah Monjali pas jam macet, nggak sabaran, terus masuk jalur motor bahkan sampai roda mobilnya keluar aspal.

Sungguh geser kiri yang sangat nanggung. Mbok le geser ngiwo tekan Jakal sisan.

BACA JUGA Yang Kadang Menyedihkan dari Punya Mobil dan esai lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 4 Mei 2021 oleh

Tags: dosamobilmobil barusun visor
Prima Sulistya

Prima Sulistya

Penulis dan penyunting, tinggal di Yogyakarta

Artikel Terkait

Ribetnya punya mobil di desa. Bisa menjadi musuh masyarakat perkara parkir. Rawan jadi korban iseng bocil-bocil nakal MOJOK.CO
Catatan

Repotnya Punya Mobil di Desa: Bisa Jadi “Musuh Masyarakat” Perkara Parkir dan Garasi, Masih Rawan Jadi Korban Kenakalan Bocil-bocil

15 April 2026
Innova Reborn Terlahir Jadi Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas (Wikimedia Commons)
Pojokan

Bapak Rela Jual Tanah demi Membeli Innova Reborn Setelah Tahu Bahwa Reborn Bukan Sekadar Mobil Terbaik 2025, tapi Investasi yang Nggak Bisa Rugi

25 Februari 2026
Toyota Fortuner, Mobil yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Jogja Mojok.co
Pojokan

Toyota Fortuner, Mobil yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Jogja

14 September 2025
Pertama kali punya mobil pribadi. Niat pamer dan bikin panas tetangga di Pati malah jadi repot sendiri MOJOK.CO
Ragam

Pertama Kali Punya Mobil Pribadi buat Pamer ke Tetangga, Malah Berujung Repot Sendiri hingga Dijual Lagi

16 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sejumlah titik ruas jalan rusak di Jawa Tengah (Jateng) dapat perbaikan di 2026 MOJOK.CO

Jalan Rusak di Jawa Tengah Dapat Perbaikan di 2026: Rusak Berat Diprioritaskan, Pengerjaan Dilarang Asal-asalan

5 Juni 2026
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule.MOJOK.CO

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule

4 Juni 2026
Lima daerah di Jawa Tengah jadi pilot project BPOM Pusat untuk produk jamu aman demi menjaga citra obat tanaman herbal warisan UNESCO MOJOK.CO

Merawat Citra Jamu di Jateng sebagai Warisan Sehat dan Aman, Campuran Bahan Kimia Bisa Merusaknya

9 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.