Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Setelah Digosipkan Meninggal, Panji Petualang Malah Jadi Punya Banyak Nyawa

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
30 Desember 2019
A A
panji petualang king cobra instagram youtube unboxing biawak acara tv meninggal ular mojok.co

panji petualang king cobra instagram youtube unboxing biawak acara tv meninggal ular mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Agak kesal ketika mengetahui Panji Petualang namanya tidak muncul di Wikipedia. Padahal sebagai pencinta reptil, kemampuannya sungguh klenik. Bayangkan di usia dua tahun dia sudah menangkap ular tanpa ekor. Ini seriusan.

Ketika orang-orang geger soal ular kobra yang berkeliaran di pemukiman, saya langsung teringat Mas Panji Petualang. Mas Panji nggak mungkin diam aja menanggapi keresahan masyarakat ini, minimal dia memberikan klarifikasi mewakili hewan melata kesayangannya. Ternyata lebih dari itu, ketika menemukan channel YouTube-nya saya malah lebih dari sekadar terhibur. Siapa juga yang nggak tegoda untuk mengklik video dengan thumbnail “Unboxing Biawak Purba”?

Nggak cuma itu, kalau beauty vlogger biasanya bikin video review produk makeup, Panji juga punya sesi review ular weling putih. Bahkan Mad Dog belum tentu segereget ini kalau punya channel YouTube.

Panji Petualang sebenarnya terkenal lewat sebuah show TV yang ketika membintanginya ia masih SMP. Saya ingat betul adik cowok saya begitu kegirangan sambil ngakak di depan tivi ketika melihat Panji menaklukkan ular kobra dengan cara berjoget dan menyundul kepalanya pelan-pelan, meski sejujurnya saya juga nggak tahu apa yang bikin adik saya tertawa (itu seram tau!).

Sampai suatu ketika show itu tidak tayang lagi dan beredar kabar kalau Panji sudah wafat karena dimakan biawak. Lagi-lagi saya pun diberi tahu adik saya, “Mbak, katanya Panji Petualang udah meninggal. Ayo kita berkabung dulu.”

Saat itu pula saya belum sempat kepikiran untuk menjadikan internet sebagai alternatif cek fakta.

Tahun-tahun berlalu tanpa kabar dari Panji, saya nggak pernah kepikiran. Ya iyalah. Tapi beredar kabar-kabar yang belum tentu valid kalau sebenarnya Panji Petualang masih hidup. Seseorang bahkan berfoto dengannya di suatu kebun binatang selepas Panji melakukan atraksi dengan buaya, ia lalu mengunggahnya di blog. Saya langsung percaya. Tidak lupa dia tuliskan bahwa Panji masih hidup, kabar si penakluk ular itu meninggal adalah perbuatan oknum yang sirik. Seram betul.

Sayangnya unggahan blog tersebut tidak sempat viral, maklum, dulu media sosial belum banal. Bertahun kemudian saat sudah mulai nyemplung kerja di media, kawan saya memberi tahu kalau Panji Petualang mengunggah klarifikasi bahwa dia belum mati dan dia sedang otw menuliskan beritanya, kali ini dijamin viral. Ternyata benar. Sekarang Panji Petualang bangkit lagi setelah lama tertimbun hoaks.

Sesudah “kebangkitannya”, Panji Petualang memang jadi makin gereget. Videonya saat membantu proses king cobra ganti kulit saja sudah ditonton lebih dari enam juta kali. Ya gimana, berhadapan dengan ular berbisa mematikan saat mereka lagi garang-garangnya, kalau saya ya auto wafat. Tapi Panji dengan santainya noyor-noyorin kepala king cobra sambil membujuk si reptil buat nurut.

Ini bukti nyata yang bisa dilihat mata kalau Panji memang punya banyak nyawa.

Usut punya usut, bakat Panji yang cenderung klenik ini memang sudah ada tanda-tandanya sejak dulu. Ibu Panji pernah bercerita kalau saat mengandung Panji dia memimpikan dewi ular dengan kepala manusia dan badan ular besar. Si dewi mengatakan kalau anak dalam kandungan si ibu adalah titipan dan bakal bawa rezeki. Bahkan di usianya yang masih dua tahun, Panji sudah menangkap ular tanpa ekor yang kemudian disimpan ibunya di dalam toples. Jadilan Panji tumbuh sebagai penakluk ular, bahkan sudah jadi aktivis rescue hewan-hewan berbahaya sejak kecil.

Sebagai orang yang baru di YouTube ternyata Panji Petualang beradaptasi dengan cukup bagus. Mulai dari tersedianya judul dan subtitle bahasa Inggris, sampai kontennya yang nggak ular dan reptil melulu. Pantes aja subscribernya lebih banyak dari Kufaku Band. Pernah sesekali Panji me-review ayam kaisar Jepang dan nggak sengaja ketemu alien saat cari kodok buat makan ular. Panji memang petualang beneran!

BACA JUGA Alasan Ular Kobra Berkeliaran Versi si Ular Kobranya Sendiri atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 30 Desember 2019 oleh

Tags: panji petualangular kobrayoutuber
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Didik Kulot: Hidup Tidak Harus Lurus yang Penting Jujur
Video

Filosofi Hidup Komandan SKC Didik Kulot: Hidup Tidak Harus Lurus, yang Penting Jujur

23 Juni 2025
teror ular kobra
Kotak Suara

Tolak Safari Politik Anies di Banten, Oknum Lempar Sekarung Ular Kobra

26 Januari 2023
Rumah Kontrakan Arini MOJOK.CO
Hukum

10 Youtuber Dilaporkan ke Polisi, Masuki Rumah Orang Tanpa Izin Bisa Dipidana?

13 Oktober 2022
ilustrasi Baim Wong dengan Konten Bagi-bagi Uang Sudah Bermasalah Semenjak Konsep. Nggak Usah Berharap Banyak mojok.co
Pojokan

Baim Wong dengan Konten Bagi-bagi Uang Sudah Bermasalah Semenjak Konsep. Nggak Usah Berharap Banyak

12 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi punya rumah megah di desa.MOJOK.CO

Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga

21 April 2026
Tidak bisa jadi PNS/ASN kalau tidak mau terima gaji buta sebagai CPNS

PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani

16 April 2026
Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual MOJOK.CO

Bayangkan Kalau Korban adalah Ibumu, Itu Nasihat Paling Nggak Guna bagi Pelaku Kekerasan Seksual

19 April 2026
Ribetnya punya mobil di desa. Bisa menjadi musuh masyarakat perkara parkir. Rawan jadi korban iseng bocil-bocil nakal MOJOK.CO

Repotnya Punya Mobil di Desa: Bisa Jadi “Musuh Masyarakat” Perkara Parkir dan Garasi, Masih Rawan Jadi Korban Kenakalan Bocil-bocil

15 April 2026
Derita tak punya motor dan tidak bisa naik motor di tongkrongan laki-laki MOJOK.CO

Derita Tak Punya Motor Sendiri dan Tak Bisa Nyetir di Tongkrongan Laki-laki: Dianggap Beban hingga Ditinggal Diam-diam

16 April 2026
Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual MOJOK.CO

Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual

20 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.