Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Seberapa Rindu Kita Pada Soeharto di Masa Kejayaannya?

Redaksi oleh Redaksi
12 Juni 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Partai Berkarya lahir dari keyakinan Tommy Soeharto bahwa rakyat merindukan ayahnya sebagai sosok pemimpin di masa Orde Baru. Eh, emangnya kita rindu?

Bergabungnya Titiek Soeharto ke partai besutan adik kandungnya, Tommy Soeharto, yaitu Partai Berkarya, telah kembali meningkatkan harapan dan keinginan keduanya untuk mengembalikan kejayaan politik pada trah Soeharto—alias Pak Harto. Tidak lagi terikat pada Golkar, mereka meyakini Partai Berkarya sebagai kendaraan terbaik, meski perlu diakui pula bahwa partai ini terasa “mirip-Golkar” di beberapa aspek.

Baik Titiek maupun Tommy, keduanya menyatakan siap membawa semangat Orde Baru dalam Partai Berkarya. Hal ini digambarkan pula dari pernyataan Titiek, “Agar Partai Berkarya dapat melanjutkan cita-cita Pak Harto untuk menyejahterakan bangsa ini, mencerdaskan bangsa ini, menciptakan kehidupan masyarakat yang adil makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.”

Tak hanya itu, Titiek dan Tommy pun pada dasarnya sama-sama meyakini satu hal: rakyat Indonesia masih merindukan sosok Pak Harto. Apa pasal?

Pertama, lagi-lagi, Titiek menunjukkan ‘bukti’ dari pendapatnya ini saat muncul kabar viral sosok pria mirip Pak Harto di KRL tempo hari.

“Kalau orang nggak suka Pak Harto, begitu dapat (foto viral), ah, delete aja. Tapi ini kan di-forward ke seluruh Tanah Air. Jadi ini buat kami lihatnya, wah, banyak yang rindu Pak Harto sampai foto orang yang mirip beliau diviralkan,” tuturnya kala itu.

Yhaaa~

Kedua, data di Komisi Pemilihan Umum menunjukkan bahwa dari 34 provinsi di Indonesia, terdapat 409.022 anggota Partai Berkarya. Jumlah ini memang lebih sedikit dari Partai Golkar (675.088 orang), namun justru lebih banyak dari PDI-P (339.224 orang). Menurut Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso, hal ini terjadi karena Partai Berkarya menjadi “basecamp” bagi mereka yang terpesona dengan trah Soeharto.

Hmm, mungkin kalau trah Pak Harto diibaratkan dengan member JKT48, mereka termasuk member yang paling sering muncul di sampul album karena banyak yang nge-fans, ya?

Ketiga, banyak orang bernostalgia masa-masa SD, SMP, atau SMA, di mana mereka tiap hari Jumat harus berolahraga bersama-sama. Olahraga yang dilakukan ini dikenal dengan nama SKJ, alias Senam Kesegaran Jasmani.

Usut punya usut, SKJ merupakan program kerja sejak zaman Pak Harto. Konon, semboyan yang dulu berlaku adalah: Memasyaratkan olahrag, mengolahragakan masyarakat.

Keempat, konsumsi susu di Indonesia merupakan yang terendah di ASEAN, yaitu 17,2 kilogram per tahun. Jumlah ini masih kalah dengan Filipina (17,6), Malaysia (36,2), dan Singapura (48.6). Hal ini disebut-sebut terjadi karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi susu.

Tapi, apa hubungannya hal ini dengan kerinduan pada Soeharto? Ternyata, di era tahun 80-an, siswa sekolahan masih rutin mendapat jatah susu dari pemerintahan.  Fakta bahwa Indonesia menempati posisi rendah dalam konsumsi susu pun bisa jadi merupakan wujud kerinduan yang diam-diam menggerogoti sukma.

Halah~

Iklan

Kelima, tidak ada tayangan acara musik joget-joget nggak jelas, atau acara komedi yang isinya cuma kegiatan membuka aib para pemain seperti di zaman sekarang.

Dulu, stasiun televisi nomor satu (tentu saja) adalah TVRI. Meski tim kreatif kala itu memang tak sekreatif stasiun televisi masa kini, setidaknya TVRI berbaik hati tidak memproduksi sinetron-sinetron yang bikin geleng-geleng kepala atau acara-acara lain yang mengundang komplain masyarakat Indonesia.

Meski banyak orang yang lantang bersuara soal perasaan kangennya pada Mantan Presiden Soeharto, tak sedikit pula yang lebih memilih mengubur rindu. Umumnya, mereka yang memilih opsi kedua kerap teringat masa pemerintahan Pak Harto selama 32 tahun yang tak luput dari kontroversi.

Tapi, yah, orang yang pacaran 3 bulan aja ada yang move on-nya setahun—apalagi ini yang 32 tahun?

Terakhir diperbarui pada 12 Juni 2018 oleh

Tags: GolkarOrde BaruPak Hartopartai berkaryaskjSoehartosusu bulananTitiek SoehartoTommy Soeharto
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Jingle MBG Mas Bahlil Ganteng: ejekan ke figur politik tapi jadi alat reproduksi popularitas, buktinya Partai Golkar senang MOJOK.CO
Kabar

MBG Mas Bahlil Ganteng Sudah Over-eksposur: Bahasa Kritik tapi Jadi Alat Reproduksi Popularitas, Bikin Golkar Senang

28 Mei 2026
Nasib buruh usai Marsinah jadi pahlawan nasional. MOJOK.CO
Ragam

Suara Hati Buruh: Semoga Gelar Pahlawan kepada Marsinah Bukan Simbol Semata, tapi Kemenangan bagi Kami agar Bebas Bersuara Tanpa Disiksa

12 November 2025
Kami Berdoa Setiap Hari agar Soeharto Jadi Pahlawan Nasional MOJOK.CO
Ragam

Kami Berdoa Setiap Hari agar Soeharto Jadi Pahlawan Nasional. Sejarawan: Pragmatis dan Keliru

11 November 2025
Suara Marsinah dari Dalam Kubur: 'Lucu! Aku Disandingkan dengan Pemimpin Rezim yang Membunuhku'.MOJOK.CO
Ragam

Suara Marsinah dari Dalam Kubur: ‘Lucu! Aku Disandingkan dengan Pemimpin Rezim yang Membunuhku’

10 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia MOJOK.CO

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia

8 Juni 2026
Event lari Merbabu Skyrace makin diminati banyak orang lintas negara, jadi potensi sport tourisme di Jawa Tengah dengan daya tarik lari lintas alam di Gunung Merbabu MOJOK.CO

Merbabu Skyrace: Event Lari Melintasi Keindahan Gunung Merbabu, Sport Tourism yang Bikin Sebuah Dusun Mendunia

6 Juni 2026
Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja MOJOK.CO

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja

8 Juni 2026
Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO

Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga

2 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.