Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Sebagai Pengarah BPIP, Megawati Bakal Terima Gaji Lebih Tinggi dari Jokowi

Redaksi oleh Redaksi
28 Mei 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK – Sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP, Megawati Sukarnoputri diketahui berhak menerima pendapatan sampai 112 juta. Presiden Jokowi saja tidak sampai segitu gajinya. Apalagi kamu, iya, kamu~

Tertanggal sejak 23 Mei lalu, Presiden Jokowi menetapkan peraturan presiden (perpres) tentang gaji dan fasilitas untuk para pejabat Pegawai Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Munculnya nama Megawati Sukarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah tentu sudah bisa bikin nitizen kepo mengenai alasannya, apalagi sampai muncul informasi bahwa yang bersangkutan digaji 112 juta per bulan.

Angka fantastis ini belum menghitung jajaran anggota dewan pengarah yang masing-masing mendapat hak 100 juta per bulan. Beberapa anggotanya merupakan tokoh-tokoh nasional; Ahmad Syafii Maarif, Said Aqil Siradj, Andreas Anangguru Yewangoe, Ma’ruf Amin, Mahfud MD, Try Sutrisno, dan Wisnu Bawa Tenaya. Kepala BPIP sendiri yang diampu oleh Yudi Latif mendapat hak 76 juta per bulan. Di luar gaji, para pejabat BPIP juga menerima beberapa fasilitas pejabat lainnya, misalnya biaya perjalanan dinas.

Jelas saja, besaran gaji yang keluar ke publik ini jadi bahan bakar yang cukup ampuh untuk menyerang kebijakan pemerintah. Beberapa orang yang sejak awal mengritik kebijakan ini tentu saja adalah Lord Fadli Zon. “Perpres itu sudah melukai perasaan masyarakat,” katanya.

Bahkan jika dibandingkan dengan gaji Presiden, hak untuk Megawati jauh lebih tinggi. Tercatat hanya gaji Ketua Mahkamah Agung dan Ketua Mahkamah Konstitusi yang lebih tinggi, keduanya digaji 121 juta, sedangkan gaji (sudah termasuk tunjangan) Presiden yang 60 juta jadi terkesan “kecil” jika dibandingkan gaji Megawati nantinya.

Tentu saja besaran gaji itu membuat nitizen jadi penasaran. Memangnya tugasnya ngapain saja sampai digaji sebesar itu?

Ternyata tugasnya berat saudara-saudara, yakni melakukan pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan kepada seluruh rakyat Indonesia. Meskipun belum jelas praktiknya bagaimana dan langkah-langkah konkret apa yang akan dilakukan, bisa dibayangkan bagaimana Pejabat PBIP mengecek satu per satu hapalan seluruh anak didik di Indonesia tentang lima sila di Pancasila.

Lha gimana? Guru SD baru ngecek hapalan Pancasila lima kelas aja udah ngeluh, apalagi ini, tidak cuma hapal tapi juga masuk menjadi bagian dari ideologi seluruh rakyat. Fiuh, berat sekali dan memang pantas digaji besar. Buktinya sekelas Zaskia Gotik menjabat sebagai Duta Pancasila saja ternyata enggak berpengaruh apa-apa bagi negeri ini.

Meskipun besaran gaji sudah keluar, tetapi pada praktiknya seluruh pejabat BPIP (termasuk Megawati) belum digaji sama sekali. Menurut Bendahara Negara, Sri Mulyani, pejabat PBIP sudah bekerja selama hampir setahun ini tapi tidak diketahui oleh masyarakat kebanyakan.

Lembaga ini sebenarnya sudah ada sejak Juni 2017, hanya saja bentuknya cuma unit kerja Presiden. Dan selama itu pula mereka belum sama sekali menerima gaji. Bahkan untuk biaya operasional kegiatan pun tidak ada. Nah, karena baru ditetapkan oleh perpres beberapa waktu silam jadi bisa dibayangkan berapa besaran uang yang jadi hak Megawati selama satu tahun beliau bekerja kemarin?

112 juta x 12 bulan = 1,3 Miliar

Waw, kalau untuk beli tutup pentil ban motor dapat berapa itu yak?

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2018 oleh

Tags: ahmad syafii maarifAndreas Anangguru YewangoeBPIPFadli ZonjokowiMa’ruf Aminmahfud mdMegawatiPancasilaSaid Aqil Siradjsri mulyaniTry Sutrisno
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India menjalin kesepakatan kerja sama konservasi terhadap Candi Perwara Kompleks Candi Prambanan MOJOK.CO
Kilas

Menerjemahkan Candi Prambanan sebagai Bukti Historis Hubungan Nusantara-India

8 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wali Kota Agustina Wilujeng ajak anak muda mengenal sejarah Kota Semarang lewat kartu pos MOJOK.CO
Kilas

Kartu Pos Sejak 1890-an Jadi Saksi Sejarah Perjalanan Kota Semarang

20 Desember 2025
Gedung Sarekat Islam, saksi sejarah dan merwah Semarang sebagai Kota Pergerakan MOJOK.CO
Kilas

Upaya Merawat Gedung Sarekat Islam Semarang: Saksi Sejarah & Simbol Marwah yang bakal Jadi Ruang Publik

20 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Mahasiswa KKN di desa

Suasana KKN Tak Seindah Konten di TikTok: Banyak Drama Sesama Mahasiswa, hingga Tangis Palsu Saat Perpisahan dengan Warga Desa

5 Agustus 2026
kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan MOJOK.CO

Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.