Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Memahami Ucapan Neng Zaskia

Abdu Rizal S Syam oleh Abdu Rizal S Syam
24 Maret 2016
A A
Zaskia Gotik

Zaskia Gotik

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

“Duuuuh, Neng” begitu kira-kira yang terlintas di Beta punya pikiran ketika membaca berita di Facebook tentang Zaskia Gotik yang dipolisikan karena ocehan dia di salah satu stasiun televisi. Si Eneng dipersoalkan karena dia dianggap melecehkan lambang negara, dan terancam pidana 5 tahun penjara serta denda paling banyak Rp. 500.000.000,-

Neng Zaskia menjawab 32 Agustus ketika ditanya oleh Denny Cagur tanggal berapa Indonesia merdeka , tak hanya itu, ketika ditanya apa lambang sila kelima Pancasila, Zaskia menjawab “Bebek nungging.”

Iklan

Sebagai mahasiswa, tentu Beta tak mau langsung mengambil kesimpulan terhadap berita tersebut, tak seperti yang Beta baca di kolom komentar yang culas dan liar itu, lagipula Beta selalu memegang kata-kata Bung Pram bahwa “seorang terpelajar harus adil sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan”. Makanya itu Beta lantas mencari tahu berita-berita tentang Neng Zaskia di sumber lain, tapi ternyata sama saja, yang Beta dapat selalu saja caci-maki yang luar biasa liar.

Tapi meskipun setiap sumber yang Beta cari selalu menyalahkan Neng Zaskia, Beta tak menyerah. Beta harus punya posisi mengenai kasus ini, karena tak kekinian rasanya jika tak mengikuti kasus yang sedang nge-trend ini.

Beta lalu berpikir kira-kira apa maksud Neng Zaskia melontarkan kata-kata itu, sebab Beta sadar bahwa Neng Zaskia adalah perempuan, dan kita semua tahu, bahwa perempuan adalah makhluk yang paling berbakat menjadi filsuf. Kata-katanya selalu punya cabang. Seperti kata “terserah” yang kalau keluar dari mulut perempuan, maka itu akan menyusahkan para lelaki untuk menafsirkannya. Itu baru kata “terserah”, belum lagi kata “pikir aja sendiri”, atau “aku ga papa”.

Kalau kitorang para lelaki lengah dan salah langkah sedikit saja, bisa remuk kitorang punya biji. Ucapan perempuan selalu punya banyak tafsir, celakalah kitorang yang selalu menafsirkan ucapan perempuan dengan lurus dan kaku.

Oleh karena itu, Beta pikir mungkin saja si Neng punya maksud tersembunyi dari ucapannya itu.

Puji Tuhan, Setelah menghabiskan beberapa waktu untuk merenung, akhirnya Beta punya analisis tentang ucapan Neng Zaskia.

Oke, kenapa Neng Zaskia mengatakan kemerdekaan Indonesia terjadi pada tanggal 32 Agustus? sedangkan kitorang semua tahu bahwa tidak ada bulan yang jumlah harinya sampai 32. Beta terkejut dan merasa tercerahkan ketika mendapati jawaban dari Neng Zaskia itu. Bagaimana tidak, walau terkesan ngawur, tapi ternyata jawaban neng Zaskia itu sejatinya mengandung kritik terhadap penguasa. Bingung? begini lho sodara, makna kemerdekaan yang sesungguhnya adalah hidup bebas mengatur negeri sendiri tanpa intervensi negara lain. Kemerdekaan adalah jalan mencapai sejahtera yang adil dan merata.

Nah, yang jadi pertanyaan adalah dari kemerdekaan tersebut apakah kitorang sudah mencapai kata sejahtera? Beta berani jawab belum. Karena masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan, pembangunan masih begitu memprihatinkan. Semakin jelas, bahwa Neng Zaskia itu memang sedang bermain-main dengan kata, ia sedang ber-sarkasme, ber-satir ria menyindir penguasa (Aduh, ini kenapa Neng Zaskia tidak jadi penulis Mojok saja sih?)

Beta yakin dengan perkataannya itu Neng Zaskia (secara tersirat) mengatakan bahwa Indonesia tercinta ini sejatinya belum merdeka, oleh karena itu Neng sengaja mengatakan tanggal kemerdekaan Indonesia jatuh pada tanggal 32, itu berarti tidak ada kemerdekaan di negeri ini sama halnya dengan tidak ada tanggal 32 di kalender.

“Merdeka apanya kalau masih manut sama aseng?” kira-kira begitu yang (mungkin) ingin Neng Zaskia katakan ke kita-kita.

Wow wow wow… tak disangka tak dinyana, ternyata Neng Zaskia punya perhatian juga terhadap kondisi bangsa.

Tak cukup sampai di situ, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa Neng Zaskia juga mengatakan lambang dari sila kelima Pancasila adalah bebek nungging. Gara-gara pernyataan itulah Neng jadi banyak dikecam. Tentu kitorang juga penasaran apa arti di balik perkataan itu, terlebih setelah kitorang tahu bahwa Neng ternyata punya bakat menyinggung penguasa.

Tenaaaaaang, yang ini juga Beta sudah punya analisis.

Jadi begini, sila kelima itu berbunyi “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Sudah Beta katakan sebelumnya bahwa kemerdekaan adalah jalan menuju kesejahteraan yang merata. Sampai di sini kitorang sudah bisa lihat bahwa Neng memang sedang menyindir para stakeholder.

Mengganti lambang dari sila kelima (mungkin) adalah bentuk dari sinisme Neng Zaskia terhadap keadilan yang kian menjadi barang langka di negara ini. Seperti para pendemo yang biasanya membakar foto wajah presiden. Suatu bentuk ungkapan kekesalan.

Neng Zaskia sedang menyadarkan pemerintah bahwa keadilan hanyalah omong kosong jika ibu-ibu di Rembang masih berhadapan dengan alat berat demi mempertahankan tanahnya, atau Zaskia ingin mengatakan bahwa masih ada yang hidup dalam ketakutan seperti para jemaah Ahmadiyah atau Syiah yang untuk beribadah saja sulitnya setengah modar.

Iklan

“Keadilan macam apa yang diagungkan ketika kitorang punya saudara di Papua harus berhadapan dengan moncong senjata hanya untuk menyuarakan kegelisahannya?” Beta membayangkan Zaskia meneriakan kata-kata tersebut. Dengan bentuk yang naudzubillah itu, tentu akan menarik perhatian massa.

Mungkin juga ucapan Neng Zaskia itu adalah ungkapan kekesalan terhadap pro-kontra tentang Ahok yang semakin menggelikan, sampai-sampai ada yang menggagas gerakan Teman Ahok dan Bukan teman Ahok

Kitorang tahu bahwa pro-kontra tentang Ahok dikarenakan bliyo Kristen, dan dianggap salah kalau memimpin Jakarta yang mayoritas muslim.

Ungkapan sinis Neng Zaskia berdasar pada sila kelima yang ada diksi “seluruh”, artinya kalau seseorang dianggap tak pantas menjadi pemimpin karena agamanya, maka ubah saja diksi dari sila kelima itu.

Tak berlebihan kalau Beta membayangkan hal itu, mengingat Neng Zaskia adalah representasi dari rakyat kecil. Walaupun sekarang Neng sudah kaya tapi Neng selalu kental dengan gaya ndeso-nya. Neng Zaskia adalah korban dari mahalnya biaya pendidikan di negeri ini, Neng hanya lulusan SD, Neng harus berhenti sekolah karena kendala biaya, dan sejak itu Neng dipaksa mencari duit dengan menjadi penyanyi.

Jadi sekarang sudah jelas kan bahwa ada maksud tersembunyi dari ucapan Neng Zaskia. Jelas juga bahwa ternyata Neng Zaskia punya concern pada kondisi sosial.

So, jika ada gagasan gerakan Teman Ahok, Maka ijinkan Beta untuk memulai gerakan Teman Zaskia, demi DKI Jakarta yang lebih bahenol.

Terakhir diperbarui pada 11 Agustus 2021 oleh

Tags: Pancasilateman ahokzaskia gotik
Abdu Rizal S Syam

Abdu Rizal S Syam

Artikel Terkait

Fungsi pancasila.MOJOK.CO

3 Fungsi Pokok Pancasila untuk Kehidupan Bangsa

28 September 2023
Sudharnoto: Pencipta “Garuda Pancasila” Yang Menjadi Paria Karena "Mengkhianati" Pancasila

Sudharnoto: Pencipta Garuda Pancasila yang Menjadi Paria karena “Mengkhianati” Pancasila

10 Juni 2022
Soal-soal di Survei Lingkungan Belajar Tunjukkan Setinggi Apa Imajinasi Kemdikbudristek. MOJOK.CO

Soal-soal di Survei Lingkungan Belajar Tunjukkan Setinggi Apa Imajinasi Kemdikbudristek

4 Oktober 2021
Tuduhan Eko Kunthadi ke Nussa Hanya Pintu Gerbang untuk Label Taliban-taliban Selanjutnya

Tuduhan Eko Kunthadi ke Nussa Hanya Pintu Gerbang untuk Label Taliban-taliban Selanjutnya

21 Juni 2021
tes wawasan kebangsaan

Pertanyaan “Pilih Al-Qur’an atau Pancasila?” dalam Tes Wawasan Kebangsaan Menuai Kecaman dari Banyak Pihak

2 Juni 2021
Salah Kaprah Nama ‘Vaksin Nusantara’ dan Cara Kerja Vaksin yang Berbeda

Salah Kaprah Nama ‘Vaksin Nusantara’ dan Cara Kerja Vaksin yang Berbeda

16 April 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026
Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet.MOJOK.CO

Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet

25 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
Kebiasaan sederhana penjaga warung madura yang bikin respek pembeli MOJOK.CO

Kebiasaan Sederhana Penjaga Warung Madura tapi Bikin Saya Respek Besar

27 Agustus 2026
tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026
14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.