Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Razia Skincare di Sekolah Itu Buat Apa Sih?

Audian Laili oleh Audian Laili
12 Agustus 2019
A A
razia skincare
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Barang-barang yang dirazia di sekolah semakin beragam. Baru-baru ini, katanya ada yang melakukan razia skincare. Hmmm, sebuah ide baru~

Dalam obrolan soal OSIS yang ramai di Twitter hari ini, muncul sebuah gambar yang menunjukkan berbagai macam skincare yang dikumpulkan. Di belakangnya, terdapat siswi SMA yang menggunakan seragam putih abu-abu sedang duduk. Foto tersebut beredar dengan caption yang intinya barang-barang tersebut hasil razia yang dilakukan oleh anak OSIS.

Iklan

https://twitter.com/tanya2rl/status/1160824640702255104

Jelas saja, hal tersebut bikin banyak orang makin geram. Apalagi sambil mengingat pengalamannya berhadapan dengan OSIS saat sekolah dulu. Kemangkelan yang berlipat ganda itu, kemudian ditunjukkan dengan komentar-komentar hujatan pada mereka-mereka yang menjadi OSIS. Bagi mereka, betapa anggota OSIS saking sok pengin kelihatan paling berprestasi, hingga harus menjadi “polisi” bagi teman-temannya sendiri. Betapa kelakuan mereka ini sama sekali tidak menujukkan sebuah sikap setia kawan. Sebaliknya, justru menyakiti hati teman-teman.

Hal ini tentu saja bisa dipahami. Lha wong, punya teman rajin di kelas yang suka ngingetin guru kalau ada PR dan ujian saja menyebalkannya minta ampun. Apalagi, kalau teman kita sendiri malah cawe-cawe soal barang-barang pribadi yang kita bawa ke sekolah. Mohon maaf, nih, urusannya, apa ya?

Lagian, di antara produk skincare yang mereka razia ini, kebanyakan juga produk primer bagi kita semua. Misalnya, sabun cuci muka, sisir, atau parfum. Lha, masalahnya bawa barang-barang itu apa, sih? Misalnya nih, kalau habis pelajaran olahraga, terus keringetan karena disuruh main kasti. Masak ya, setelah pelajaran itu nggak pengin menjadikan diri lebih segar dan wangi?

Mohon maaf nih, soal menjadi “wangi”, itu bukan hanya untuk kenyamanan diri sendiri. Akan tetapi juga warga kelas yang lain. Kan nggak enak banget kalau saat pelajaran setelah olahraga, kelas auranya suram karena bau-bau keringat yang belum dinetralkan. Belum lagi kalau tampilan rambut masih berantakan karena nggak boleh sisiran (wong, cuma sisir aja ikut dirazia).

Nggak cuma kalau pas olahraga, sih. Toh, banyak juga sekolah yang punya jam pelajaran dari jam 7 sampai jam 3 sore, kan? Lah, apa mereka yang punya ide razia skincare ini nggak mikir? Memangnya, dengan jam belajar 8 jam—bahkan lebih itu—nggak butuh sedikit perawatan biar badan lebih segar?

Jadi, sebetulnya entah aturannya yang nggak jelas. Atau malah orang yang ngerazia—yang katanya OSIS itu—kurang cerdas dalam memilah: Skincare mana yang menjadi kebutuhan primer, mana yang bukan.

Bolehlah kalau yang disita itu sebangsa lipstik, foundation, eye shadow, eye liner, atau highlighter. Jelas, mereka ini fungsinya nggak penting-penting amat kalau dibawa ke sekolah. Toh tanpa mereka, juga nggak bakal ganggu kenyamanan orang lain juga. Tapi kalau cuma sabun cuci muka, sisir, atau parfum. Hadeeeh, tolonglaaahhh. Itu SMA-nya bukan pesantren, kan?

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Ngomong-ngomong, skincare yang disita itu, kira-kira bakal buat apa, ya? Kalau didiamkan hingga kedaluwarsa atau dirusak—kayak HP sitaan—kan eman-eman. Mungkinkan sebetulnya ini adalah cara OSIS untuk cara dana buat pesta ulang tahun sekolah dengan preloved skincare?

Terakhir diperbarui pada 14 Agustus 2019 oleh

Tags: OSISraziaskincare
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal MOJOK.CO
Esai

Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal

24 Juni 2026
Beauty Playgorund di Yogyakarta sajikan ragam aktivitas seru seputar kecantikan MOJOK.CO
Kilas

Beauty Playground 2025: Kolaborasi Land of Beauty dan Paragon Yogyakarta Sajikan Ragam Aktivitas Seru Seputar Kecantikan

15 Februari 2025
Brand Fesyen Lokal Roughneck 1991 Jajal Bisnis Men’s Care. MOJOK.CO
Ekonomi

Brand Fesyen Lokal Roughneck 1991 Jajal Bisnis Men’s Care

4 Juli 2023
pemilihan ketua osis pemilos
Podium

Pemilos SMPN 2 Yogyakarta Terapkan e-Voting, Simulasi Pemilu yang Hemat dan Transparan

21 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
Orang tua, ibu.MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi Ibu Muda Tanpa Cela di Ibu Kota: Parenting Dituntut Sempurna, tapi Sudah Digempur Stres Kerja

10 Juli 2026
Warga makin malas bayar pajak bukan berarti membangkang, tapi karena ulah pemerintah sendiri MOJOK.CO

Makin Malas Bayar Pajak Bukan Semata Membangkang tapi Akumulasi Kekecewaan, Pemerintah Bisanya Nagih Doang

10 Juli 2026
Polyworking (mencari pekerjaan tambahan atau sampingan) jadi pilihan rasional in this economy karena satu pemasukan gaji tak beri rasa aman MOJOK.CO

Polyworking: Pekerja Kurangi Waktu Luang demi Pekerjaan Tambahan dan Pesan untuk Lulusan Baru jika Sumber Gaji Tak Cukup 1

8 Juli 2026
Truk sampah di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

Mengais Asa di TPA Troketon, Benteng Terakhir Penghidupan Warga Klaten

10 Juli 2026
manfaat program WiFi gratis bagi pedagang sekaligus warga Klaten. MOJOK.CO

Memanfaatkan WiFi Gratis di Sejumlah Titik Klaten: Meski Harus Berebut, Tetap Jadi Solusi Alternatif saat Paket Data Habis

10 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.