Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Razia Miras, Sebuah Aksi Terpuji Karena Miras Memang Sebabkan Azab Banjir

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
16 Januari 2020
A A
razia miras banjir azab MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mau nunggu sampai kapan? Mau sabar sampai kapan? Keburu banjir dahsyat datang lagi. Razia miras itu sudah benar. Mari, kita dukung. Aksi nyata jangan dinyinyirin.

Banjir. Sebuah kata kunci yang akan sering kita dengar sepanjang Januari hingga, kira-kira Maret nanti. dari DKI Jakarta, Bekasi, hingga Surabaya, semuanya merasakan banjir. Dan terima kasih sekali untuk warga di Bekasi yang sudah menemukan penyebab banjir. Selain menemukan penyebab banjir, mereka juga melakukan aksi nyata: razia miras!

Ketika Anies Baswedan sibuk pesan 6 set toa senilai Rp6 miliar untuk kasih notifikasi buat warga kalau ada banjir, warga Bekasi langsung bergerak ke intinya. Nggak perlu rapat-rapat, nggak perlu perencanaan keuangan membeli toa yang kok murah betul itu. Warga Bekasi langsung turun ke jalan. Aksi nyata untuk mengatasi banjir: razia miras!

Adalah sebuah toko miras di Perumahan Mutiara Gading Timur, Mustikajaya, Kota Bekasi yang kena razia miras. Warga merasa keberadaan dan kegiatan ekonomi di warung itu menjadi penyebab banjir.

“Dampaknya kami diturunkan azab dari Allah, saya katakan azab. Diturunkan bencana banjir sebegitu dahsyatnya,” kata Endo Kurniawan, warga setempat, seperti dikutip Liputan 6.

Terima kasih Pak Endo. Ketika pemerintah seperti tidak berdaya, memang warga yang perlu bertindak. Dan, razia miras adalah aksi nyata yang perlu didukung karena itu satu-satunya penyebab banjir: azab!

“Sudah lokasinya di tengah-tengah permukiman warga, berdekatan dengan tempat pendidikan. Bayangkan kalau siswa sekolah, siangnya minum miras. Bagaimana generasi yang akan datang. Kemudian dekat tempat ibadah, karena tak menutup kemungkinan orang soleh bisa terjerumus,” tambah Endo. Tau ini, Pak, bukannya buka rental PS atau tempat fotokopian, malah jual miras. Bikin banjir, kan.

Sini, saya kasih tau kalau razia miras itu lebih berguna, keren, dan terlihat gagah untuk mencegah turunnya azab banjir.

Pertama, razia miras lebih keren. Ketimbang, misalnya, razia orang buang sampah sembarangan, terutama ke kali atau sungai. Kalau razia miras, datang bergerombol ke sebuah warung, pakai pakaian bersih, pulangnya juga bersih. Kalau razia orang buang sampah sembarangan ke sungai, mereka harus main ke sungai, dong. Sudah bau, kotor lagi.

Siapa tahu, habis razia buang sampah sembarangan, mereka mau ngopi dan menikmati senja. Masak masuk coffee shop edgy tapi badan bau sampah. Nggak keren. Masih mending bau bir yang khas itu atau vodka gepengan sekalian.

Lagian buang sampah sembarangan belum terbukti membuat Tuhan menurunkan azab banjir. Kalau miras, kan, sudah. Tuh “banjir dahsyat” di Bekasi. Makanya, lebih keren razia miras ketimbang razia orang-orang goblok yang buang kasur ke sungai dan lagaknya nggak punya dosa ketika banjir terjadi.

Nah, yang kedua, razia miras lebih gagah ketimbang razia orang buang sampah sembarangan. Kalau razia miras, massa bisa sambil banting-banting botol bir atau Topi Miring. Prang! Prang! Prak! Ketika membanting ke aspal, mimik wajah dibuat sesangar mungkin biar bagus kalau diunggah ke IG Stories atau bahan Thread di Twitter.

Kalau razia orang buang sampah sembarangan, masak massa mau banting-bantingin sampah rumah tangga yang dibungkus plastik item? Bukannya keren ada suara-suara, “Prang atau prak,” suara yang tertangkap kamera cuma, “Bruk, sreek, blesss.” Plastik isi sampah dibanting, ya bikin sampah di dalamnya berhamburan.

Masak harus mungutin sampah lagi. Nggak gagah sama sekali. Mau banting-bantingin kasur yang dibuang ke sungai? Berat! Mau banting-bantingin sampah kertas dan botol? Lha mending dikumpulkan terus dijual kiloan. Maka, yang benar ya memang razia miras. Penyebab banjir yang azab karena miras. Paham!

Iklan

Terakhir, razia miras itu perlu didukung karena mudah dilakukan. Tinggal kumpulkan orang, jalan kaki pasang wajah serem, lalu marah-marah di depan toko miras. Setelah itu, banting beberapa botol dan ajukan penyegelan tempat usaha ke dinas terkait.

Gampang, bukan. Bayangkan kalau untuk mengatasi banjir harus reboisasi hulu. Mau nanem pohon di hulu? Ribet amat, sih. Sudah ribet, butuh waktu bertahun-tahun lagi biar pohon itu tumbuh.

Mau nunggu sampai kapan? Mau sabar sampai kapan? Keburu banjir dahsyat datang lagi. Jadi, razia miras itu sudah benar. Mari, kita dukung. Aksi nyata jangan dinyinyirin.

BACA JUGA Razia Skincare di Sekolah Itu Buat Apa, Sih? atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 16 Januari 2020 oleh

Tags: azabazab banjirbanjirbekasijakartaminuman kerasmirasrazia mirasSurabaya
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Jogja berbenah saat Jakarta alami kemunduran. MOJOK.CO
Urban

25 Tahun Adu Nasib di Jakarta sebagai Orang Gila Kerja, Ternyata Hidup Lebih Waras Saat Pindah ke Jogja

20 Mei 2026
Anak Jakarta vs Anak Kabupaten.MOJOK.CO
Urban

4 Tahun Merantau di Jakarta Bikin Sadar, “Orang Kabupaten” Jauh Lebih Toksik dari Anak Jaksel: Sialnya, Susah di-Cut Off

19 Mei 2026
Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Hadirkan Rasa Takut MOJOK.CO
Otomojok

Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Menghadirkan Rasa Takut tapi Ternyata Menjadi Simbol Perjuangan yang Tak Pernah Diceritakan

7 Mei 2026
Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya.MOJOK.CO
Kabar

Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya

30 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak tunggal dari pengusaha toko kelontong diterima di UGM. MOJOK.CO

Lolos UGM Justru Dilema karena Tak Tega Tinggalkan Ibu untuk Merantau dan Buka Toko Kelontong Sendirian

21 Mei 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Muhammad Tonny Harjono melakukan peletakan batu pertama untuk mempercantik Lanud dan Bandara Adi Soemarno MOJOK.CO

Gerbang Masuk Jawa Tengah Melalui Udara di Lanud Adi Soemarno Dipercantik, Jadi Wajah Keramahtamahan dan Kemajuan

21 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026
Saat ini kita sangat butuh sentuhan rasa manusia dalam komunikasi digital sehari-hari MOJOK.CO

Komunikasi Digital Sangat Butuh “Sentuhan Rasa Manusia”: Agar Tak Cuma Perbincangan Datar tapi Juga Merasa Didengar, Dihargai dan Dipahami

19 Mei 2026
Pandeglang, Mati-matian Bertahan di Jogja Buat Apa? MOJOK.CO

5 Tahun Merantau, Sadar Kalau Pandeglang dan Jogja Itu Mirip: Tak Ramah Buat Cari Duit, Masyarakatnya pun Pasrah sama Nasib 

17 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.